Aceh Besar – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam harus mempersiapkan diri secara rohani agar dapat menjalani ibadah dengan maksimal dan penuh berkah.
Anggota DPRK Aceh Besar Tgk. Irfan Siddiq menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Jami’ Babussalam Kemukiman Lam Ujong, Kecamatan Krueng Barona Jaya, 13 Februari 2026 bertepatan dengan 25 Sya’ban 1447 Hijriah. “Umat Islam juga mesti menjaga dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah Swt,” ungkarpnya.
Menurutnya, takwa bukan hanya sebatas menjalankan perintah Allah, tetapi juga bersungguh-sungguh menjauhi segala larangan-Nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Para ulama sepakat bahwa Ramadhan bulan paling mulia dalam Islam. Di dalamnya terdapat rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka bagi mereka yang bersungguh-sungguh mengisinya dengan ibadah,” ujar Tgk. Irfan.
Sekretaris Dayah Darul Aman Lubuk Sukon ini mengutip hadits riwayat Imam Bukhari yang menyatakan, semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, karena puasa adalah milik Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya.
Tgk. Irfan menjelaskan, Rasulullah saw bahkan telah menunjukkan kerinduan terhadap Ramadhan sejak bulan Rajab. Dalam doanya, Nabi memohon keberkahan pada bulan Rajab dan Sya’ban dan dipertemukan dengan Ramadhan. Hal ini menunjukkan Ramadhan momen yang sangat dinanti dan dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.
“Persiapan pertama yang harus kita lakukan adalah persiapan rohani. Kita perlu menata niat, membersihkan hati dan memastikan kegembiraan menyambut Ramadhan benar-benar karena mengharap ridha Allah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, Ramadhan tidak hanya membawa dampak spiritual, tetapi juga perubahan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Aktivitas perdagangan meningkat, kebutuhan konsumsi bertambah dan suasana pasar menjadi lebih ramai.
“Kita harus mampu menjaga niat, bekerja sebagai bagian dari ibadah, dan meningkatkan amal tanpa rasa ujub dan riya. Keikhlasan menjadi kunci agar Ramadhan memberi dampak yang hakiki,” katanya.
Mengutip pandangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Al-Ghuniyah, Tgk. Irfan menganjurkan umat Islam menyambut Ramadhan dengan memperbanyak taubat dan membersihkan diri dari dosa.
Introspeksi dan evaluasi diri, menurutnya, menjadi tahapan penting agar Ramadhan tidak hanya meningkatkan kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas penghambaan kepada Allah Swt.
Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah saw, banyak orang berpuasa namun tidak mendapatkan apa pun selain lapar dan dahaga. Hal itu, menjadi peringatan agar puasa dilaksanakan dengan kesungguhan dan disertai pengendalian diri.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu. Di era media sosial saat ini, kita harus mampu menahan diri dari menyebarkan kebencian, hoaks, serta ucapan yang menyakiti orang lain,” ujarnya.
Tgk. Irfan berharap umat Islam dapat memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih, pikiran yang tenang, dan perilaku yang membawa maslahat bagi sesama.
“Semoga kita semua dipertemukan dengan Ramadhan dan mampu menjalaninya dengan penuh kesungguhan serta meraih ridha Allah Swt,” pungkas alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry ini. *










































