Tinjau ke Aceh Timur, Ini Yang Disampaikan Kepala BNPB RI

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:16 WIB

50236 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baranewsaceh.co,Aceh Timur | Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Timur guna meninjau langsung kondisi wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor. Selasa, 16 Des 2025.

Kedatangan Kepala BNPB RI disambut langsung oleh Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H., didampingi Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Novi Widianto, Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K., Kajari Aceh Timur Ibsaini, S.H., M.H., Sekda Aceh Timur Adlinsyah, S.Sos., M.AP., Asisten II Setdakab Aceh Timur Dr. Darmawan M. Ali, S.T., MISD., Plt. Kepala BPBD, jajaran Dinas Sosial, serta unsur pemerintah daerah lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin memaparkan kondisi terkini masyarakat pascabencana. Ia menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah air bersih, makanan, pakaian, serta tempat tinggal sementara. Pasalnya, bencana banjir dan longsor telah merenggut nyawa, harta benda warga, bahkan merusak dan menghanyutkan rumah penduduk di sejumlah desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak masyarakat kehilangan segalanya. Tidak hanya rumah, tetapi juga sumber penghidupan. Karena itu, kami sangat berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk membantu pemulihan Aceh Timur,” Ujar Wabup.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan data jumlah jiwa terdampak, rumah rusak, serta desa dan kecamatan yang mengalami kerusakan parah akibat banjir besar beberapa minggu lalu.
Sementara Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh telah ia tinjau. Rata-rata permasalahan yang dihadapi masyarakat terdampak bencana relatif sama, terutama terkait kebutuhan air bersih, bantuan makanan, serta ketersediaan tenda dan tempat tidur bagi pengungsi.

“Begitu jalur darat lintas Sumatera, khususnya Jembatan Awe Geutah di Bireuen, kembali terhubung dan dapat dilalui kendaraan roda empat, kami akan segera menyalurkan bantuan tambahan seperti mobil tangki air dan sumur bor ke daerah-daerah yang membutuhkan air bersih,” Terang Suharyanto.

Ia menegaskan, BNPB akan terus mengirimkan mobil tangki air dan membangun sumur bor di wilayah yang terdampak. Selain itu, pihaknya juga akan mengerahkan dukungan mobil tangki dari TNI, Polri, maupun menyewa dari pihak lain demi mempercepat pemulihan pascabencana banjir di Aceh Timur.

“Kami memfokuskan penanganan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, karena Aceh mengalami dampak bencana banjir dan longsor yang lebih parah,” Tambahnya.

Lebih lanjut, Suharyanto menyampaikan bahwa BNPB juga akan menyiapkan hunian sementara bagi warga yang mengungsi. Pemerintah akan memberikan pilihan kepada masyarakat, apakah menempati hunian sementara yang disediakan atau tinggal sementara di rumah keluarga dan sanak saudara.

“Setiap kepala keluarga terdampak akan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama enam bulan. Selanjutnya, kita akan melihat kondisi di lapangan untuk menentukan solusi terbaik, termasuk opsi hunian sementara,” Ungkapnya.

Dalam upaya memperkuat penanganan di lapangan, BNPB juga telah meminta dukungan Panglima TNI untuk mengirimkan personel tambahan guna membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor. Untuk warga yang rumahnya rusak berat atau hilang total, pemerintah membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan lokasi tanah sebagai tempat pembangunan rumah pengganti.

Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Bupati Aceh Timur tersebut turut dihadiri Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah serta Kolonel Santosa selaku Kepala Korps Protokol BNPB RI. Kunjungan ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Aceh Timur yang tengah berjuang bangkit dari bencana.

Berita Terkait

Medco E&P Malaka Dorong Ketahanan Pangan, Warga Indra Makmu Mampu Mandiri Dengan Kebun Sayur
Haris Nduru Merasa Dibohongi, Kadis PUPR Aceh Timur Beri Keterangan Berbeda Soal Proyek Rp7,25 Miliar
Kurban Pekerja dan Kontraktor Medco E & P Jangkau Ratusan Penerima Manfaat Di Blok A
BNPB, Bangun Huntara Diduga Tak Layak Huni, Korban Banjir Simpang Jernih Mengeluh
Peringati Hari Buruh, Pekerja Medco E&P Malaka Sumbang 136 Kantong Darah
Medco E&P Malaka Jangkau Ribuan Penerima Manfaat Lewat Program Ramadan Di Aceh Timur
Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak
IKABNAS Lemhannas membantu pendidikan warga Pasca bencana Hidrometeorologi di Aceh Timur

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 17:05 WIB

Brimob Aceh dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Lingkungan (ASRI) Di Gayo Lues

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:21 WIB

PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:46 WIB

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:45 WIB

Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:24 WIB

Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:07 WIB

KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:39 WIB

Plang Larangan Cuma Pajangan: Negara Mandul, Produksi PT Hopson Jalan Terus di Gayo Lues

Senin, 1 Juni 2026 - 23:19 WIB

Negara Tak Berdaya, PT Hopson Aceh Industri Berani “Menampar” Hukum di Gayo Lues

Berita Terbaru