Syari’at Islam di Aceh: Janji Besar Mualem–Dek Fad atau Sekadar Slogan?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 14 September 2025 - 22:26 WIB

50644 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BESAR — Penerapan Syari’at Islam di Aceh kembali menjadi sorotan publik. Suara kritis datang dari kalangan seniman. Rahmat Roy, salah seorang seniman Aceh, menilai pemerintah daerah perlu memastikan syari’at benar-benar hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari, bukan sekadar jargon politik. Menurutnya, masih banyak persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, seperti meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja, maraknya kasus kriminalitas, hingga rendahnya minat generasi muda untuk mempelajari Al-Quran. Fenomena tersebut, kata Rahmat, menjadi indikator bahwa komitmen pemerintah dalam membumikan syari’at belum optimal.

“Syari’at jangan hanya berhenti pada baliho, spanduk, atau pidato pejabat. Masyarakat butuh bukti nyata, misalnya program pembinaan anak muda agar dekat dengan Al-Quran dan terhindar dari penyakit sosial,” ujar Rahmat Roy saat ditemui di Aceh Besar, Jumat (13/9/2025).

Visi pasangan Muzakir Manaf–Fadhlullah (Mualem–Dek Fad) yang menekankan “Terwujudnya Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan” kini tengah diuji. Pasangan ini dalam kampanyenya menjanjikan penguatan syari’at Islam sebagai landasan pembangunan Aceh di berbagai bidang. Namun, sejumlah kalangan menilai implementasi visi tersebut belum terlihat kuat. Program syari’at masih sering kalah prioritas dibandingkan pembangunan fisik atau kegiatan seremonial. Anggaran untuk pembinaan syari’at pun dianggap belum proporsional bila dibandingkan dengan sektor lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika komitmen itu benar, seharusnya terlihat dalam alokasi anggaran. Syari’at harus hadir dalam kebijakan pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, bahkan tata kelola pemerintahan,” kata seorang pengamat politik lokal, Tarmizi Yahya.

Masyarakat Aceh menaruh harapan besar agar lima tahun ke depan, kepemimpinan Mualem–Dek Fad benar-benar menjadikan syari’at sebagai prioritas utama. Berbagai sektor dipandang perlu mendapat sentuhan nilai-nilai Islam, mulai dari pendidikan yang menekankan hafalan Al-Quran, penguatan peran dayah, hingga pembinaan remaja berbasis keagamaan. Selain itu, keberadaan Wilayatul Hisbah (polisi syari’at) juga diharapkan tidak hanya berfokus pada razia formalitas, tetapi mampu memberikan pengawasan yang lebih menyentuh akar persoalan masyarakat. Dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah juga dinilai penting sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

“Kalau program pembinaan Al-Quran digalakkan, dayah diperkuat, ekonomi umat berbasis syariah tumbuh, dan pengawasan Wilayatul Hisbah berjalan efektif, maka syari’at akan terasa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Teungku Jamaluddin, pimpinan salah satu dayah di Aceh Besar.

Pengalaman Aceh selama hampir dua dekade menerapkan syari’at Islam menunjukkan masih adanya jurang antara idealisme dan praktik. Banyak program yang berhenti di tataran wacana, sementara masyarakat masih berjuang menghadapi berbagai masalah sosial. Tanpa langkah nyata, janji “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan” berisiko sekadar menjadi retorika politik. Namun, dengan kebijakan yang konsisten, dukungan anggaran memadai, serta partisipasi masyarakat luas, Aceh berpeluang tampil sebagai daerah yang islami sekaligus modern dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (*)

Berita Terkait

Inilah 70 Nama Khatib Jumat se Aceh Besar
Kapolda Ikuti Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 Secara Virtual Yang Dipimpin Kapolri
Disiplin Shalat Kunci Mengatur Waktu dan Kehidupan
Antisipasi Curanmor Selama Ramadhan, Satlantas Polres Aceh Besar Tingkatkan Patroli di Area Masjid
Ketika Regulasi Tak Lagi Relevan: Aceh Besar Butuh Keberanian DPRK
KPM UIN Ar-Raniry Banda Aceh Sukses Gelar Festival Ramadhan Meriah di Desa Blangkrueng
Hangatnya Kebersamaan di Bulan Suci, KPM UIN Ar-Raniry Gelar Buka Puasa Bersama di Desa Blangkrueng
YBHA Peutuah Mandiri Kecewa Terhadap Sikap Kejaksaan Negeri Jantho Yang Menahan Seorang Ibu-Ibu

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:09 WIB

Polri Bongkar Produksi dan Peredaran Gas N20 Merk Whippink dengan Omset Miliaran Rupiah

Rabu, 15 April 2026 - 19:33 WIB

Mayat Pelajar di Muara Kaliadem, Polisi Periksa Delapan Saksi dan Dalami Dugaan Tawuran

Rabu, 15 April 2026 - 19:31 WIB

46 Batang Rel Kereta Dicuri di Way Kanan, Polisi Tangkap Dua Pelaku dan Telusuri Dugaan Jaringan

Rabu, 15 April 2026 - 19:16 WIB

Mayat Pria dengan Luka di Leher Gegerkan Warga Jombang

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

Polda Kepri Ungkap 41 Kasus Narkotika, Sita Ribuan Butir Ekstasi dan Etomidate Cair

Sabtu, 11 April 2026 - 17:29 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

Senin, 6 April 2026 - 16:55 WIB

Dua Oknum Pejabat Sempat Diamankan Terkait Judol, Bupati Gayo Lues Diminta Berikan Penjelasan 

Kamis, 2 April 2026 - 21:15 WIB

Mawardi Basyah Anggota DPR Aceh Fraksi Partai PPP Ditahan di Lapas Kelas IIB Banda Aceh

Berita Terbaru

ARTIKEL

Kecanduan Judol, Nyawa Ibu Kandung Melayang

Kamis, 16 Apr 2026 - 06:10 WIB

GAYO LUES

BGN Setop Sementara 17 Dapur MBG di Aceh Tenggara dan Gayo Lues

Kamis, 16 Apr 2026 - 05:57 WIB

YOGYAKARTA

Gandung Pardiman Bantu Korban Laka di Gunungkidul

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:30 WIB