Syari’at Islam di Aceh: Janji Besar Mualem–Dek Fad atau Sekadar Slogan?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 14 September 2025 - 22:26 WIB

50654 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BESAR — Penerapan Syari’at Islam di Aceh kembali menjadi sorotan publik. Suara kritis datang dari kalangan seniman. Rahmat Roy, salah seorang seniman Aceh, menilai pemerintah daerah perlu memastikan syari’at benar-benar hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari, bukan sekadar jargon politik. Menurutnya, masih banyak persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, seperti meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja, maraknya kasus kriminalitas, hingga rendahnya minat generasi muda untuk mempelajari Al-Quran. Fenomena tersebut, kata Rahmat, menjadi indikator bahwa komitmen pemerintah dalam membumikan syari’at belum optimal.

“Syari’at jangan hanya berhenti pada baliho, spanduk, atau pidato pejabat. Masyarakat butuh bukti nyata, misalnya program pembinaan anak muda agar dekat dengan Al-Quran dan terhindar dari penyakit sosial,” ujar Rahmat Roy saat ditemui di Aceh Besar, Jumat (13/9/2025).

Visi pasangan Muzakir Manaf–Fadhlullah (Mualem–Dek Fad) yang menekankan “Terwujudnya Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan” kini tengah diuji. Pasangan ini dalam kampanyenya menjanjikan penguatan syari’at Islam sebagai landasan pembangunan Aceh di berbagai bidang. Namun, sejumlah kalangan menilai implementasi visi tersebut belum terlihat kuat. Program syari’at masih sering kalah prioritas dibandingkan pembangunan fisik atau kegiatan seremonial. Anggaran untuk pembinaan syari’at pun dianggap belum proporsional bila dibandingkan dengan sektor lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika komitmen itu benar, seharusnya terlihat dalam alokasi anggaran. Syari’at harus hadir dalam kebijakan pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, bahkan tata kelola pemerintahan,” kata seorang pengamat politik lokal, Tarmizi Yahya.

Masyarakat Aceh menaruh harapan besar agar lima tahun ke depan, kepemimpinan Mualem–Dek Fad benar-benar menjadikan syari’at sebagai prioritas utama. Berbagai sektor dipandang perlu mendapat sentuhan nilai-nilai Islam, mulai dari pendidikan yang menekankan hafalan Al-Quran, penguatan peran dayah, hingga pembinaan remaja berbasis keagamaan. Selain itu, keberadaan Wilayatul Hisbah (polisi syari’at) juga diharapkan tidak hanya berfokus pada razia formalitas, tetapi mampu memberikan pengawasan yang lebih menyentuh akar persoalan masyarakat. Dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah juga dinilai penting sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

“Kalau program pembinaan Al-Quran digalakkan, dayah diperkuat, ekonomi umat berbasis syariah tumbuh, dan pengawasan Wilayatul Hisbah berjalan efektif, maka syari’at akan terasa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Teungku Jamaluddin, pimpinan salah satu dayah di Aceh Besar.

Pengalaman Aceh selama hampir dua dekade menerapkan syari’at Islam menunjukkan masih adanya jurang antara idealisme dan praktik. Banyak program yang berhenti di tataran wacana, sementara masyarakat masih berjuang menghadapi berbagai masalah sosial. Tanpa langkah nyata, janji “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan” berisiko sekadar menjadi retorika politik. Namun, dengan kebijakan yang konsisten, dukungan anggaran memadai, serta partisipasi masyarakat luas, Aceh berpeluang tampil sebagai daerah yang islami sekaligus modern dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (*)

Berita Terkait

Aceh Besar Rilist 55 Khatib Jumat
Inilah Daftar Khatib Shalat Jum’at Se-Aceh Besar
82 Titik Lokasi Shalat Idul Adha Se Kabupaten Aceh Besar
Inilah Daftar Khatib Jum’at se-Aceh Besar
HIMA K3 FIK UTU Wujudkan Program Kunjungan Indrustri
Momentum Awal Mei; BKM Aceh Besar Relist 75 Nama Khatib Jumat
Inilah 70 Nama Khatib Jumat se Aceh Besar
Kapolda Ikuti Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 Secara Virtual Yang Dipimpin Kapolri

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:05 WIB

Demi Aceh Utara dan Amanah Mualem, Ayah Wa Temui Menteri Agama: Perjuangkan MTQ Nasional hingga Fasilitas Ibadah Pascabanjir

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi RI Dikabarkan Lemah, Ketum AKPERSI: Kita Punya Fondasi Kuat

Senin, 8 Juni 2026 - 17:22 WIB

Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Pihak Besar dalam Dugaan Korupsi MBG, Pengajuan Justice Collaborator Didorong Berbagai Pihak

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:51 WIB

Stop Framing dan Mengaitkan Yasonna Laoly dengan Kasus Hukum yang Menjerat Silmy Karim

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:17 WIB

DPN PERMAHI Dukung Langkah Presiden Prabowo Benahi BGN, Korupsi Program MBG Harus Diusut Hingga ke Akar

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Dikejar TNI AL di Laut, Nelayan Kurir Narkoba Ditangkap di Karimun

Minggu, 14 Jun 2026 - 02:43 WIB

BANDA ACEH

Ambulans Tabrak Kerbau di Tol Sibanceh, 1 Penumpang Luka Ringan

Minggu, 14 Jun 2026 - 02:25 WIB