slot preparation.lsrs.lu

Subulussalam Bergejolak: Skandal, Limbah, dan Tunggakan Gaji Picu Aksi Warga

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 20 Mei 2025 - 07:16 WIB

50422 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam, 19 Juni 2025 — Aksi demonstrasi yang digelar masyarakat Kota Subulussalam hari ini menjadi potret nyata dari kekecewaan publik terhadap kepemimpinan Wali Kota Haji Rasid Bancin. Massa turun ke jalan bukan sekadar unjuk rasa, melainkan ekspresi mendalam atas kian merosotnya harapan terhadap arah kebijakan dan tata kelola pemerintahan di daerah tersebut.

Sorotan publik mengarah pada sejumlah persoalan krusial yang dinilai belum ditangani secara serius. Dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Medco Simenggaris Barat II memicu keresahan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang merasakan langsung dampaknya. Alih-alih mendapat perlindungan, mereka merasa diabaikan oleh pemerintah daerah yang dinilai lamban dalam bertindak.

Di sisi lain, proyek infrastruktur “Paret Gajah” oleh PT Laot Bangko juga memantik konflik agraria. Proyek ini dianggap merampas akses masyarakat terhadap lahan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan, tanpa mediasi atau solusi yang berpihak pada warga terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak kalah memprihatinkan adalah tunggakan gaji dan tunjangan tenaga kesehatan di RSUD Subulussalam. Di tengah sorotan pascapandemi yang seharusnya menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas, pemerintah justru menunjukkan kelalaian dalam memenuhi hak-hak para nakes.

Isu lainnya yang tak kalah menyulut amarah publik adalah dugaan penyelewengan anggaran pelatihan senilai Rp2,4 miliar. Skandal ini memperburuk citra pemerintah kota yang selama ini diharapkan mampu menjunjung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Tuntutan massa mencerminkan kepedulian yang semakin besar terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan berpihak. Mereka mendesak transparansi penggunaan anggaran, penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan, penyelesaian konflik agraria secara adil, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk tenaga kesehatan dan pegawai honorer.

Aksi ini bukan hanya kritik, tetapi cermin bahwa kepercayaan publik tak bisa dibeli dengan janji politik. Ia dibangun dari konsistensi, keberpihakan, dan keseriusan pemerintah dalam melayani rakyat. Gelombang protes hari ini menjadi peringatan tegas bahwa masyarakat Subulussalam tidak tinggal diam melihat arah pembangunan yang dinilai melenceng dari kepentingan publik.

Pemerintah Kota Subulussalam dihadapkan pada momen krusial: mengevaluasi diri atau terus kehilangan legitimasi di mata warganya. (*)

Berita Terkait

Quick Respon Brimob Aceh Amankan Arus Lalu Lintas Akibat Banjir Luapan Sungai Tambarlihe di Jalan Nasional Subulussalam-Banda Aceh
Sambut HUT Brimob ke-81, Brimob Aceh Bagikan Paket Sembako untuk Warga Sekitar Mako Kompi
Tingkatkan Sinergitas dan Kemanusiaan, Brimob Aceh Gelar Donor Darah Peringati HUT Brimob ke-81 Di Rumah Sakit H. Merah Sakti Kota Subulussalam
Wakapolres Subulussalam Hadiri Pelantikan Kepala Kampong di Pendopo Wali Kota
Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional
20 Armada Rental Mobil Syahbudin Padang Layani Siswa Sekolah Rakyat, 19 Sopir Dapat Apresiasi
517 Hektare Kebun Lae Saga Group Jadi Sorotan: Siapa di Balik Peralihan Lahan? Pemko Subulussalam Ditantang Buka-bukaan!
Kombatan GAM: Jangan Ganggu Hak Warga Transmigrasi Lae Saga, Tegakkan Keadilan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru