Shella Saukia Ulurkan Tangan untuk Melda Safitri, Ibu Dua Anak yang Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 13:17 WIB

50535 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Kehidupan Melda Safitri, perempuan asal Aceh Singkil, berubah drastis setelah mengalami peristiwa pahit dalam rumah tangganya. Ibu dua anak itu diceraikan suami hanya beberapa hari menjelang pelantikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), meninggalkan luka yang dalam dan ketidakpastian masa depan. Namun, nasib Melda perlahan membaik setelah pertemuannya dengan Shella Saukia, seorang pengusaha dan influencer asal Aceh yang dikenal aktif membantu masyarakat yang membutuhkan.

Perkenalan keduanya bermula dari unggahan kisah Melda yang ramai dibagikan di media sosial. Kondisinya yang viral karena harus meninggalkan rumah suami dengan dua anak kecil tanpa bekal yang cukup, menyentuh hati banyak orang, termasuk Shella Saukia. Dalam tayangan unggahan di laman Instagram pribadinya, Shella mengaku terenyuh dan merasa melihat sosok dirinya di masa lalu dalam diri Melda.

“Aku ngeliat kakak ini persis seperti melihat hidupku dulu. Naik mobil L300 bawa anak bayi, bingung, nggak tahu mau tinggal di mana. Aku ngerti rasanya,” tulis Shella dalam unggahan pada Rabu (22/10/2025) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak sekadar menunjukkan empati, Shella mengambil langkah nyata. Ia bersama timnya menghubungi Melda dan mengundangnya ke kediamannya di Banda Aceh. Melda pun datang ditemani kedua anak dan ibundanya. Di sana, Shella menyambut mereka dengan hangat dan memberikan bantuan secara langsung.

Bantuan tersebut berupa sejumlah uang tunai dalam pecahan Rp 50.000 yang diserahkan langsung kepada Melda sebagai modal usaha. Tumpukan uang itu membuat Melda tak mampu menahan air mata. Ia mengaku belum pernah menerima uang sebanyak itu dalam hidupnya.

“Ndak pernah megang duit sebanyak ini, Kak. Terima kasih, ya Allah,” ucap Melda sambil menangis haru, sementara Shella dan suaminya menenangkannya.

Tidak hanya memberikan modal, Shella juga menghadiahkan sebuah telepon genggam pintar untuk menunjang usaha Melda di dunia daring. Harapannya, Melda bisa mulai kembali berjualan produk perawatan kulit, memanfaatkan media sosial sebagai wadah promosi.

“Ini untuk kakak jualan lagi. Biar bisa promosi di TikTok, Instagram, dan WhatsApp. Sekarang orang cari rezeki juga dari digital,” ujar Shella.

Selain bantuan materi, Shella juga membantu melakukan transformasi pada penampilan Melda. Ia dirias dan dikenakan pakaian baru, termasuk gamis hitam dan jilbab senada. Melda tampil berbeda, lebih segar dan percaya diri. Unggahan mengenai momen tersebut langsung mendapat banyak perhatian dari warganet. Banyak yang menyebut Melda kini terlihat glowing dan pangling dari sebelumnya.

“Aku ingin orang-orang lihat kakak ini bukan sebagai korban, tapi sebagai pejuang kehidupan yang kuat dan penuh harapan,” ujar Shella dalam salah satu unggahannya.

Tak sedikit pula yang menyuarakan dukungan moral kepada Melda dan mengutuk tindakan suaminya yang meninggalkannya setelah mendapat status sebagai ASN. Sejumlah komentar dari warganet mendoakan agar Melda menemukan jalan hidup lebih baik dan diberi rezeki yang berlipat dari sebelumnya.

Melda sebelumnya diketahui berjuang keras membantu perekonomian keluarga dengan berjualan sayur dan cabai di pasar tradisional. Ia bahkan membeli perlengkapan atribut Korpri untuk suami dengan uang hasil dagangnya, menjelang pelantikan PPPK suaminya pada pertengahan Agustus 2025.

Namun, kehidupannya berubah hanya karena perselisihan kecil dalam rumah tangga. Melda mengungkapkan, peristiwa itu terjadi karena sang suami pulang kerja dan tidak menemukan lauk di meja makan. Padahal, menurutnya, suami tidak pernah memberikan nafkah secara rutin.

“Dia marah-marah karena tidak ada lauk. Saya hanya diam, karena memang tidak ada uang untuk beli lauk. Saya juga capek, saya berjualan juga,” ungkap Melda dengan suara bergetar.

Pertengkaran berlanjut hingga sang suami mengucapkan talak dan pergi membawa barang-barangnya. Hanya tiga hari berselang, sang suami dilantik menjadi PPPK di wilayah Aceh. Sejak itu, Melda putus komunikasi dan memilih kembali ke rumah orang tuanya di Kabupaten Aceh Selatan bersama anak-anaknya.

Shella Saukia melihat bahwa perjuangan Melda layak untuk dihargai. Menurutnya, banyak perempuan mengalami nasib serupa, namun tidak semuanya memiliki kesempatan untuk bangkit. Ia ingin Melda menjadi simbol kebangkitan bagi para ibu yang terpuruk, agar tetap percaya bahwa kehidupan akan berpihak pada mereka yang tidak menyerah.

Kisah ini menjadi perbincangan di berbagai platform digital, tidak hanya karena sisi dramatis dari cerita Melda, tetapi juga karena nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial yang diperlihatkan Shella. Aksi nyata tersebut menginspirasi banyak warganet untuk lebih peduli dan saling membantu, khususnya kepada perempuan korban ketidakadilan dalam rumah tangga.

Kini, Melda tengah memulai lembaran baru dalam hidupnya. Ia mulai berjualan skincare secara online dan aktif membangun ulang jaringannya di media sosial. Dengan nama akun Instagram baru, @melda_safitri92, ia perlahan menata kembali harapan yang sempat runtuh. Di tengah luka dan kesedihan, ia menemukan kembali semangat untuk terus berjalan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa tangan-tangan kebaikan yang terulur, sekecil apa pun, bisa menjadi titik balik dalam hidup seseorang. Di tengah luka, selalu ada harapan. Dan dalam keputusasaan, selalu ada jalan untuk bangkit. (*)

Berita Terkait

Bahagia, Ketua IWOI Aceh Ciptakan Suasana Kebersamaan dan Kekeluargaan
Umat Islam Hadapi Krisis Iman dan Akhlak dalam Keluarga
Kinerja Ekspor Produk Kelapa Sawit Aceh: Peluang Pengembangan Nilai Tambah dan Kontribusi Ekonomi Daerah
Banda Aceh Relist 70 Titik Lokasi Shalat Idul Adha
Ketua DPW IWO Indonesia Aceh Tegaskan Tidak Ada Dualisme Kepengurusan DPD Aceh Timur
Partai Gelora Aceh Desak Percepatan Serapan Anggaran Penanggulangan Bencana demi Pemulihan Masyarakat Pascabencana
Suryadi Djamil Sebut Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Sarat Muatan Politik Berkedok Advokasi
Penuh Haru! Safrizal ZA Jenguk Abu Doto di RSUDZA, Doakan dr. Zaini Abdullah Segera Pulih

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:24 WIB

Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran di Desa Kute Bakti

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:12 WIB

Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:13 WIB

Oknum Kepala SD Negeri Trt Seperai Diduga Tebar Kebohongan Publik Soal Rehabilitasi Sekolah

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:13 WIB

Oknum Kepala SD N Kandang Mbelang (NW) Agara di duga Abaikan Impres Presiden Prabowo No 7 th 2025.

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:01 WIB

Ayah Tiri Diduga Mau Gayang Anak Di Bawah Umur 14 Tahun Di Kutacane

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:35 WIB

SMAN 1 Kutacane Catat Prestasi, 117 Siswa Lolos Seleksi Nasional Perguruan Tinggi 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:05 WIB

Digerebek Saat Simpan Sabu, Pria Berinisial R Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:54 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Ungkap Kasus Sabu di Lawe Bulan, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Berita Terbaru

KUANTAN SINGINGI-RIAU

Polisi dan Warga Sukaraja Sukseskan Lahan Jagung 1 Hektar untuk Pangan Nasional

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:44 WIB

ACEH BESAR

Inilah Daftar Khatib Shalat Jum’at Se-Aceh Besar

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:37 WIB