Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao: Jejak Pengabdian Bapak Jokowi di NTT Menjadikannya Tetap Istimewa di Hati Rakyat

J.PORANG

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:08 WIB

50151 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG – Simson Polin, Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao sekaligus Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Fraksi PSI akan menyambut dengan penuh sukacita rencana kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo (Jokowi), ke NTT pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendatang.

Bapak Jokowi dijadwalkan memenuhi undangan masyarakat NTT, mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan El Tari, Kupang, serta menghadiri Karnaval Gajah di Kota Kupang. Bagi masyarakat NTT, kehadiran Pak Jokowi bukan sekadar agenda kunjungan seorang mantan Presiden, melainkan kepulangan seorang pemimpin yang telah meninggalkan jejak pengabdian dan kenangan yang begitu membekas.

Bapak Jokowi merupakan sosok pemimpin yang sulit dilupakan oleh masyarakat NTT. Selama memimpin Indonesia, beliau dikenal sangat dekat dengan rakyat, kesederhanaan, serta kebiasaan turun langsung melihat kondisi masyarakat hingga ke daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pemimpin tidak dikenang hanya karena jabatannya. Seorang pemimpin dikenang karena kehadirannya, kepeduliannya, keberpihakannya kepada rakyat. Nilai-nilai itulah yang membuat Pak Jokowi tetap memiliki tempat istimewa di hati banyak masyarakat NTT,” ujar Simson Polin

Bentuk perhatian yang diberikan pemerintah pada masa kepemimpinan Beliau terhadap pembangunan dan pemerataan di NTT telah meninggalkan kesan mendalam. Berbagai upaya pembangunan menjadi simbol bahwa NTT merupakan bagian penting dari perjalanan besar pembangunan Indonesia.

Karena itu, sambutan hangat masyarakat terhadap Pak Jokowi dinilai sebagai bentuk penghormatan yang lahir secara tulus. Masyarakat NTT memiliki kedewasaan dalam menilai seorang pemimpin berdasarkan rekam jejak, bukan sekadar narasi politik yang berkembang.

Kehadiran Pak Jokowi di NTT datang sebagai tokoh bangsa yang pernah mengabdikan dirinya untuk Indonesia dan meninggalkan warisan kepemimpinan yang masih dikenang oleh masyarakat,” katanya.

Simson Polin juga menyoroti karakter Jokowi yang dikenal sederhana, rendah hati, dan dekat dengan rakyat. Sikap tersebut, menurutnya, menjadi kenangan yang sulit dilupakan karena masyarakat pernah merasakan langsung bagaimana seorang Presiden hadir, mendengar aspirasi, dan menyapa rakyat tanpa sekat.

Kerendahan hati, kesederhanaan, dan ketulusan beliau merupakan warisan kepemimpinan yang tidak lekang oleh waktu. Jabatan boleh berakhir, tetapi pengabdian dan keteladanan akan terus hidup dalam ingatan rakyat,” tegasnya.

Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao, berharap kunjungan Jokowi ke NTT dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangkitkan optimisme masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Bapak Jokowi telah meninggalkan banyak kenangan indah bagi masyarakat NTT. Bagaimana seorang pemimpin mampu menghadirkan harapan, memberikan perhatian, dan membuat masyarakat merasa dihargai sebagai bagian penting dari Indonesia.

Seorang Presiden dapat mengakhiri masa jabatannya, tetapi pemimpin yang bekerja dengan hati akan selalu hidup dalam kenangan rakyat. Itulah Bapak Joko Widodo bagi sebagian besar masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

MK Perintahkan Pemisahan Anggaran Program Makan Bergizi dari Anggaran Pendidikan, Peringatan Tegas untuk Pemerintah
KPK Tegaskan Penanganan Objektif atas Dugaan Pemerasan Pegawai terhadap Bupati Pemalang
OTT Bupati Pemalang dan Peringatan Dini Ombudsman soal Penurunan Kepercayaan Publik
Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih
Anggota Polda Aceh Terlibat Jaringan Narkoba, Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim
Delegasi UIN Ar-Raniry dan UIN Sunan Kalijaga Hadiri IGPR Summit 2026 di Mataram
Prof Dr Bachtiar Aly, Tokoh Aceh dan Pakar Komunikasi, Tutup Usia di Jakarta
Polemik Istilah “Londo Ireng”, Ahmad Khozinudin Tegaskan Kritik sebagai Pengawal Demokrasi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

MK Perintahkan Pemisahan Anggaran Program Makan Bergizi dari Anggaran Pendidikan, Peringatan Tegas untuk Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:08 WIB

Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao: Jejak Pengabdian Bapak Jokowi di NTT Menjadikannya Tetap Istimewa di Hati Rakyat

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:58 WIB

OTT Bupati Pemalang dan Peringatan Dini Ombudsman soal Penurunan Kepercayaan Publik

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:26 WIB

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:00 WIB

Anggota Polda Aceh Terlibat Jaringan Narkoba, Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:22 WIB

Polemik Istilah “Londo Ireng”, Ahmad Khozinudin Tegaskan Kritik sebagai Pengawal Demokrasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:34 WIB

Pernyataan Presiden Prabowo Soal “Londo Ireng” Picu Protes Jurnalis dan Pers Mahasiswa di Yogyakarta

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:30 WIB

Pernyataan Presiden soal ‘Londo Ireng’ Tuai Kritik, Komdigi Imbau Publik Lihat Konteks Utuh

Berita Terbaru

ACEH BARAT

Golkar Aceh Optimis Nambah Kursi di Dapil 10 Aceh

Jumat, 31 Jul 2026 - 00:02 WIB