HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Gema Bangsa Aceh Gaspol Jelang Verifikasi 2027, 21 DPD Sudah Terbentuk

denny

- Redaksi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:00 WIB

50331 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema (Gerakan Mandiri) Bangsa Provinsi Aceh (dok Ist)

Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema (Gerakan Mandiri) Bangsa Provinsi Aceh (dok Ist)

BANDA ACEH — Partai Gema Bangsa mulai memanaskan mesin organisasi di Provinsi Aceh. Sebanyak 21 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota telah terbentuk dan dua DPD lainnya ditargetkan segera rampung sebagai bagian dari persiapan menghadapi verifikasi partai politik pada 2027.

Konsolidasi tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan DPD Partai Gema Bangsa Provinsi Aceh yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil).

Ketua DPP Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, mengatakan kehadiran Partai Gema Bangsa di tengah dinamika politik nasional diharapkan membawa semangat baru dalam kehidupan perpolitikan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, salah satu gagasan utama yang menjadi pijakan Partai Gema Bangsa adalah desentralisasi politik.

“Desentralisasi politik adalah cetak biru kemandirian bangsa dalam menata kelola kebijakan-kebijakan yang berdaulat di negeri sendiri. Ini dapat mempersingkat birokrasi sehingga pengambilan keputusan dan upaya mendorong kemajuan daerah bisa dilakukan lebih cepat,” tegas Ahmad Rofiq.

Ia mengatakan desentralisasi politik memberikan ruang lebih besar kepada daerah untuk menentukan arah politik dan mengelola potensi kekayaan alam bagi kepentingan masyarakat setempat. Gagasan tersebut sejalan dengan visi Partai Gema Bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, berdaulat, berbudaya, adil dan makmur dengan semangat nasionalisme religius.

Ahmad Rofiq juga menekankan jargon Partai Gema Bangsa, “Kawan Itu Setara”. Menurutnya, jargon tersebut mengandung makna bahwa setiap pengurus, apa pun posisi dan jabatannya, memiliki tanggung jawab bersama untuk membesarkan partai dan mewujudkan kemandirian organisasi.

“Setiap jabatan punya tanggung jawab bersama untuk membesarkan partai dan mewujudkan kemandirian,” ujarnya.

21 DPD Sudah Terbentuk

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gema Bangsa Aceh, Hamdani Hamid, menegaskan pihaknya akan terus bergerak melengkapi struktur dan administrasi organisasi sebagai persiapan menghadapi verifikasi pada 2027.

“Saat ini sudah terbentuk 21 DPD dan tinggal dua DPD lagi. Semoga dalam bulan ini sudah selesai kita lengkapi,” ujar Hamdani.

Ia mengatakan konsolidasi tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Menurutnya, Partai Gema Bangsa harus terus didorong agar mampu berdiri sejajar dengan partai politik lainnya.

“Kita harus mendongkrak partai, seirama dan sepakat. Tidak boleh tidak, harus setara dengan partai lain. Secara perlahan dan bertahap kita akan selesaikan berbagai persoalan dan nantinya akan menjadi partai besar,” katanya.

Penguatan struktur, kata Hamdani, menjadi salah satu kunci penting dalam membangun partai yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam materi penguatan struktur Partai Gema Bangsa disebutkan, struktur partai tidak boleh hanya aktif menjelang pemilu. Organisasi harus menjadi institusi yang hidup dan bekerja secara rutin setiap hari. Penguatan struktur dipandang sebagai kerja berkelanjutan dan bukan proyek musiman menjelang kontestasi elektoral.

Perkuat Akar Rumput

Partai Gema Bangsa juga menempatkan penguatan struktur hingga tingkat akar rumput sebagai bagian penting dalam membangun organisasi politik.

Struktur yang solid hingga tingkat grassroots dinilai dapat memperkuat kerja penggalangan suara, pemetaan basis massa dan pengamanan suara saat pemilu. Pada saat yang sama, struktur partai juga berfungsi sebagai saluran aspirasi masyarakat dengan menangkap berbagai persoalan dan harapan warga untuk kemudian diterjemahkan menjadi agenda perjuangan politik.

Penguatan kaderisasi juga menjadi perhatian. Partai mendorong pendidikan atau sekolah politik secara berjenjang untuk meningkatkan pemahaman ideologi, doktrin perjuangan dan kemampuan kepemimpinan kader. Penempatan kader pada posisi strategis maupun pencalonan legislatif dan eksekutif diarahkan berdasarkan rekam jejak, kualifikasi dan loyalitas.

Selain itu, Partai Gema Bangsa mulai mendorong pemanfaatan data dan strategi komunikasi modern melalui pemetaan basis pemilih, pencatatan keanggotaan berbasis digital, komunikasi publik melalui media massa dan media sosial, serta riset dan pemetaan isu.

Strategi tersebut diharapkan membuat partai lebih cepat merespons persoalan dan isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Jaringan partai juga diarahkan untuk diperkuat hingga tingkat komunitas terkecil, termasuk TPS, RT dan RW. Selain kerja politik, partai mendorong advokasi sosial dan pendampingan warga serta pengembangan organisasi sayap yang mewadahi kelompok pemuda, perempuan, buruh, petani dan pelaku UMKM.

Pelantikan Jadi Momentum Konsolidasi

Panitia pelaksana, Ilyas M. Harun, mengatakan pelantikan pengurus DPW dan DPD Partai Gema Bangsa Provinsi Aceh serta Rakorwil menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi.

Ia meminta seluruh pengurus mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga hasil Rakorwil dapat menjadi pedoman dalam menjalankan roda organisasi di masing-masing tingkatan.

Dengan terbentuknya 21 DPD dan target penyelesaian dua DPD lainnya, Partai Gema Bangsa Aceh kini memfokuskan langkah pada penguatan administrasi, konsolidasi kader, perluasan jaringan hingga akar rumput serta pemantapan struktur organisasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan Partai Gema Bangsa menuju verifikasi partai politik 2027 sekaligus membangun fondasi organisasi agar tidak hanya kuat saat menghadapi pemilu, tetapi mampu hadir dan bekerja di tengah masyarakat secara berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Dari SPPG Cinta Maju, Menjaga Gizi dan Menggerakkan Ekonomi Masyarkat
Tahu Wajib Zakat, Mengapa Masih Enggan Membayar ?
Kasus Pemalsuan Tanda Tangan: Jejak AJB Bermasalah dan Dugaan Penguasaan Lahan Warga Lae Saga, Penyidik Diuji
Masuki Babak Baru, Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN
Ketika Kadis DLHK Aceh diduga “Bermain Cinta” dengan Pelanggaran
Klarifikasi Dugaan Penganiayaan ASN Sumedang, LSM LIDIK Ajukan Audensi
Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal
Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah*

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:26 WIB

Ancaman Demokrasi di Balik Tuntutan Masa Jabatan Kepala Desa Tanpa Batas

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB