Setelah Enam Hari Tertutup Longsor, Jalan Blangkejeren–Kuta Cane Kembali Dibuka

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 06:24 WIB

50347 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Aceh Tenggara akhirnya kembali dapat dilalui kendaraan pada Kamis sore, 8 Januari 2026, setelah enam hari lumpuh total akibat bencana longsor. Akses utama yang menghubungkan Blangkejeren dengan Kuta Cane ini sebelumnya tertimbun material longsor di ruas jalan Dusun Begade Empat, Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung. Peristiwa tersebut sempat memutus arus transportasi antar-kabupaten dan menyebabkan terjebaknya sejumlah kendaraan, termasuk mobil travel, truk barang, serta sepeda motor.

Upaya untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan tidak berlangsung mudah. Selain volume tanah yang besar, sejumlah batu berukuran besar juga turut menimbun jalur sehingga memperlambat proses evakuasi. PT Hutama Karya (HAKA), selaku kontraktor jalan nasional di wilayah tersebut, menurunkan enam unit alat berat guna mempercepat penanganan. Setelah hampir seminggu kerja keras tanpa henti, jalan yang sempat jadi titik macet selama berhari-hari akhirnya bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.

Puluhan kendaraan yang sebelumnya tertahan di sekitar lokasi langsung melanjutkan perjalanan setelah jalan dinyatakan aman untuk dilalui. Kondisi di sepanjang ruas yang terdampak memang belum sepenuhnya pulih secara permanen, namun lalu lintas sudah dapat dibuka dengan sistem satu jalur bergantian untuk memastikan keselamatan pengendara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suardi, warga Blangkejeren, merupakan salah satu yang terdampak langsung akibat bencana ini. Ia mengaku telah terjebak di lokasi longsor selama enam hari bersama para penumpang lainnya dalam perjalanan menuju Medan. Selama terisolasi, ia mengaku mengalami berbagai kesulitan, mulai dari kehabisan uang hingga masalah logistik pribadi.

“Sudah seminggu saya terjebak di sini. Alhamdulillah, hari ini sudah bisa lewat,” ungkap Suardi dengan nada lega. Ia juga menceritakan bagaimana selama masa tersebut ia harus bergantung pada bantuan warga sekitar untuk bertahan. “Makan dan tidur tidak menentu. Terpaksa menumpang di rumah warga. Untung masyarakat di sini sangat membantu para pengendara yang terjebak,” katanya.

Jalur Blangkejeren–Kuta Cane merupakan urat nadi perhubungan darat yang strategis bukan hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga untuk pergerakan logistik, distribusi bahan kebutuhan pokok, dan layanan medis. Gangguan lalu lintas akibat bencana alam di ruas ini kerap menjadi masalah tahunan, terutama saat musim hujan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait berupaya terus mengevaluasi penanganan darurat serta mencari solusi jangka panjang guna meminimalisir risiko terulangnya kejadian serupa.

Meskipun akses jalan telah pulih, aparat dan petugas masih bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah di kawasan tersebut masih labil. Pengemudi juga diimbau agar tetap waspada, terlebih jika melintasi daerah rawan saat cuaca ekstrem.

Pembukaan kembali jalur Blangkejeren–Kuta Cane menjadi kabar baik bagi warga di kedua kabupaten yang selama hampir sepekan mengalami ketidakpastian perjalanan akibat situasi darurat. Bagi warga seperti Suardi dan puluhan penumpang lainnya, jalan yang terbuka bukan hanya lintasan fisik, melainkan harapan untuk kembali melanjutkan perjalanan hidup setelah terhenti sejenak oleh bencana alam. (*)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru