BANDA ACEH | Pemerintah pusat menyalurkan bantuan kemasyarakatan Presiden untuk pembelian sapi kepada ribuan desa terdampak bencana di Provinsi Aceh. Berdasarkan dokumen resmi yang diterbitkan pada 17 Maret 2026, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp72,75 miliar dan tersebar ke 2.750 desa di 23 kabupaten/kota. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat desa yang kehilangan sumber penghidupan akibat bencana, sekaligus untuk mendukung pemulihan ekonomi lokal melalui tradisi meugang.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui rekening kas umum daerah dan rekening rumah sakit umum daerah (RKUD) di masing-masing kabupaten/kota. Setiap desa penerima mendapatkan alokasi dana sebesar Rp50 juta yang digunakan untuk pembelian sapi tradisi meugang. Jumlah desa penerima di setiap kabupaten/kota bervariasi, menyesuaikan dengan tingkat dampak bencana dan kebutuhan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara rinci, berikut alokasi bantuan per kabupaten/kota di Aceh:
- Kota Lhokseumawe menerima Rp550 juta untuk 11 desa.
- Kabupaten Aceh Tamiang memperoleh Rp10,5 miliar untuk 210 desa.
- Kabupaten Pidie Jaya menerima Rp4,9 miliar untuk 98 desa.
- Kabupaten Aceh Timur mendapatkan Rp7,55 miliar untuk 151 desa.
- Kabupaten Bireuen menerima Rp2,25 miliar untuk 45 desa.
- Kota Langsa memperoleh Rp600 juta untuk 12 desa.
- Kabupaten Aceh Utara menjadi penerima terbesar dengan Rp19,05 miliar untuk 391 desa.
- Kabupaten Aceh Barat menerima Rp1 miliar untuk 20 desa.
- Kabupaten Pidie memperoleh Rp2 miliar untuk 40 desa.
- Kabupaten Aceh Tengah menerima Rp8,05 miliar untuk 161 desa.
- Kabupaten Bener Meriah memperoleh Rp4,5 miliar untuk 90 desa.
- Kabupaten Gayo Lues menerima Rp4,3 miliar untuk 86 desa.
- Kabupaten Aceh Tenggara memperoleh Rp2,25 miliar untuk 45 desa.
- Kabupaten Aceh Singkil menerima Rp1 miliar untuk 20 desa.
- Kota Subulussalam memperoleh Rp1 miliar untuk 20 desa.
- Kabupaten Aceh Besar menerima Rp500 juta untuk 10 desa.
- Kabupaten Nagan Raya memperoleh Rp1,45 miliar untuk 29 desa.
- Kabupaten Aceh Selatan menerima Rp500 juta untuk 10 desa.
- Kabupaten Simeulue menerima Rp250 juta untuk 5 desa.
Bantuan ini juga menyasar wilayah-wilayah yang baru saja mengalami bencana, seperti banjir dan longsor, yang menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat, khususnya para peternak dan pelaku usaha kecil di pedesaan. Melalui bantuan pembelian sapi, pemerintah berharap masyarakat dapat kembali menjalankan tradisi meugang sekaligus memulihkan aktivitas ekonomi keluarga. Selain itu, bantuan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Penyaluran dana dilakukan secara transparan melalui transfer ke rekening pemerintah daerah dan rumah sakit umum daerah yang ditunjuk sebagai penyalur. Setiap transaksi dicatat secara rinci, termasuk jumlah dana, nama penerima, nomor rekening, serta jumlah desa penerima di masing-masing wilayah. Proses transfer dilakukan serentak pada tanggal 17 Maret 2026, memastikan bantuan dapat segera dimanfaatkan menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Pemerintah daerah yang menerima bantuan ini diharapkan dapat segera menyalurkan dana kepada masyarakat sesuai peruntukan dan memastikan proses pembelian sapi berjalan lancar. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk melakukan pengawasan agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan dan digunakan sesuai tujuan.
Bantuan pembelian sapi dari Presiden ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak di Aceh. Masyarakat menilai bantuan tersebut sangat membantu, terutama bagi desa-desa yang terdampak bencana dan mengalami kesulitan ekonomi. Dengan adanya bantuan ini, masyarakat desa di Aceh optimistis dapat kembali menjalankan tradisi meugang dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga secara bertahap.
Langkah pemerintah pusat dalam menyalurkan bantuan secara merata ke seluruh wilayah terdampak di Aceh menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang sedang berjuang memulihkan diri dari dampak bencana. Pemerintah berharap, bantuan ini dapat menjadi pemicu kebangkitan ekonomi desa dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Aceh.









































