ACEH TAMIANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), untuk meninjau progres pembangunan rumah hunian sementara bagi warga terdampak banjir dan longsor. Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. Keduanya tiba di lokasi dengan menaiki mobil taktis Maung berwarna putih berpelat RI-1.
Dikutip dari tayangan Liputan6 SCTV, suasana hangat dan penuh antusias menyertai kedatangan Presiden dan Gubernur. Ketika melintasi jalan utama menuju lokasi hunian, Prabowo dan Mualem melambaikan tangan dari dalam kendaraan, disambut sorak dan sambutan warga yang berjejer di sepanjang jalan. Beberapa warga juga sempat diajak berjabat tangan dan berinteraksi langsung oleh Presiden, menciptakan suasana akrab di tengah peninjauan resmi.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo meninjau langsung blok-blok hunian sementara yang tengah dibangun oleh pihak swasta Danantara. Hunian tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Presiden secara cermat mengelilingi area perumahan bantuan, meninjau fasilitas yang disediakan serta berdialog dengan sejumlah pejabat dan pelaksana proyek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam keterangannya menjelaskan kepada Presiden bahwa pihaknya tengah membangun total 600 unit hunian yang dirancang untuk menunjang kenyamanan dan kebutuhan dasar para pengungsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 198 unit telah rampung dan siap huni per 1 Januari 2026. Sisanya ditargetkan selesai pada 8 Januari, sebelum melanjutkan target berikutnya untuk membangun hingga 15.000 unit hunian dalam kurun waktu tiga bulan.
Setiap hunian dirancang dengan memperhatikan standar kelayakan. Lima unit rumah menggunakan sistem satu klaster bersama dengan toilet dan kamar mandi bersama. Hunian juga dilengkapi dengan kasur, kipas angin, jaringan listrik, dapur umum, mushola, taman bermain anak, serta akses Wi-Fi gratis.
Presiden Prabowo menunjukkan atensinya terhadap detail teknis pembangunan, bahkan sempat menanyakan mengenai jenis material yang digunakan. “Ini dari seng ya?” tanyanya kepada Rosan saat mengamati atap salah satu unit hunian.
Dalam momen tersebut, Presiden terlihat berdiskusi dengan sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria.
Usai melakukan peninjauan area, Presiden Prabowo melanjutkan kegiatan dengan memimpin rapat terbatas bersama 10 menteri Kabinet, Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Rapat tersebut digelar dalam satu ruangan yang disiapkan di kompleks hunian guna membahas percepatan penanganan dampak bencana serta langkah-langkah pemulihan jangka panjang bagi masyarakat.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar para korban bencana. Pemerintah pusat terus mengintensifkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat, menyeluruh, dan tepat sasaran. (*)




































