BNPB Siapkan Bantuan Rp3 Juta untuk Perabotan dan Rp5 Juta Biaya Hidup bagi Korban Banjir Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:29 WIB

50163 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Surhayanto kembali mengunjungi Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Sabtu (3/1/2026), untuk meninjau langsung kondisi wilayah dan masyarakat yang kembali terdampak banjir serta tanah longsor. Kunjungan ini merupakan langkah lanjutan dari pemerintah pusat dalam memperkuat skema penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana yang belakangan kembali melanda daerah tersebut akibat curah hujan tinggi.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB disambut langsung oleh Bupati Gayo Lues Suhaidi, Dandim 0113/Gayo Lues, Komandan Yonif 855/RD, para kepala SKPK dan unsur pimpinan daerah lainnya. Setelah menerima laporan terkini di Bandara Blangkejeren, rombongan BNPB bergerak menuju lokasi pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) dan Kecamatan Putri Betung yang menjadi salah satu titik akses jalan terputus akibat longsor susulan.

Di lokasi pengungsian BLK, Kepala BNPB berdialog langsung dengan warga terdampak dari Kampung Agusen, Kecamatan Blangkejeren. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan berbagai skema penanganan bagi korban yang rumahnya rusak atau hilang akibat banjir dan longsor. Salah satu bentuk bantuan yang disiapkan adalah hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) dengan skema yang fleksibel, menyesuaikan kondisi masing-masing keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, huntara dapat dibangun di satu lokasi terpusat yang disiapkan oleh pemerintah daerah atau di lokasi lain sesuai dengan keinginan masyarakat, termasuk di tanah milik pribadi atau di sekitar lingkungan keluarga. Selain itu, warga yang untuk sementara tinggal di rumah keluarga juga tetap berhak mendapatkan rumah tunggu hunian berupa bantuan dana Rp600.000 per bulan selama tiga bulan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hunian tetap akan dibangun dengan dua pendekatan. Warga yang tidak memiliki lahan akan disiapkan lahan oleh pemerintah daerah, dan bangunan akan dibangun secara terpusat oleh Kementerian Perumahan. Sebaliknya, bagi warga yang memilih membangun hunian tetap di lahan milik pribadi, pembangunan akan dilakukan langsung oleh BNPB.

Untuk mendukung pemulihan kehidupan sehari-hari, BNPB juga menyiapkan bantuan tambahan berupa dana pembelian perabotan rumah tangga sebesar Rp3 juta untuk setiap keluarga. Bantuan ini dapat digunakan untuk membeli kebutuhan dasar seperti kasur, kursi, dan perlengkapan dapur. Selain itu, setelah warga menempati hunian tetap, mereka juga akan menerima bantuan biaya hidup awal sebesar Rp5 juta per keluarga yang akan disalurkan oleh Kementerian Sosial.

Kepala BNPB menegaskan bahwa upaya rehabilitasi dan bantuan ini tidak hanya menyasar tempat tinggal masyarakat, tetapi juga menyangkut sektor lain seperti pendidikan, pertanian, dan infrastruktur dasar lainnya. Kerugian pada lahan sawah, kebun, ternak, hingga tambak juga sedang dalam tahap pendataan, dan proses bantuan untuk sektor tersebut tengah disusun agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah telah memiliki data terkait sekolah yang terdampak banjir di Gayo Lues. Dalam waktu dekat, pemerintah akan membangun sekolah darurat untuk memastikan aktivitas belajar-mengajar tidak terhenti dalam masa krisis ini.

Bagi warga yang sebelumnya tinggal di rumah sewa dan kini kehilangan tempat tinggal karena tersapu banjir, BNPB juga memberikan kesempatan mengajukan diri sebagai penerima hunian tetap. Pemerintah daerah akan memverifikasi status kependudukan dan kepemilikan agar setiap bantuan tepat sasaran. Adapun untuk rumah-rumah yang disewakan, mekanisme penanganan diserahkan kepada pemerintah daerah dengan pendekatan kebijakan khusus.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan kepada warga bahwa seluruh persoalan akibat bencana akan ditangani satu per satu sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan setiap kendala yang dihadapi melalui kepala desa masing-masing agar pemerintah daerah dapat mengambil tindak lanjut yang tepat. Ia menegaskan bahwa seluruh jalur koordinasi telah dibuka untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan.

Kunjungan Kepala BNPB dan pengumuman skema bantuan ini disambut baik oleh masyarakat yang hingga saat ini masih berada di tempat-tempat pengungsian. Kehadiran pemerintah pusat di tengah kondisi sulit ini menjadi tanda nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan memastikan keberlangsungan hidup masyarakat pascabencana. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh mekanisme bantuan akan berorientasi pada pemulihan jangka panjang, tangguh terhadap bencana, dan berbasis kebutuhan riil warga. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Polsek Blangkejeren Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Ponpes Bunayya, Bangun Semangat Keagamaan di Kalangan Santri
Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor
Polres Gayo Lues Bangun Sumur Bor Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Kec. Dabun Gelang
Peringatan Isra’ Mi’raj di Tenda Pengungsian BLK Desa Lempuh, Wujud Penguatan Iman dan Semangat Pascabencana di Gayo Lues
Polres Gayo Lues Bersama Brimob Polda Sumsel Sediakan Air Bersih Siap Minum bagi Pengungsi
Akses ke Kecamatan Pining Masih Terputus, Distribusi Bantuan Gayo Lues Terkendala
Bandara Blangkejeren Jadi Andalan Gayo Lues Jaga Konektivitas Saat Darurat
Pemulihan Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Hampir Rampung, Akses Fungsional Segera Terhubung

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB