Meninjau Jalan Rusak hingga Serahkan Perangkat Starlink, Sekda Aceh Kawal Langsung Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:58 WIB

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur yang terdampak banjir dan tanah longsor di jalur lintas Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) – Gayo Lues hingga Aceh Tenggara, Jumat (2/1/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem pada penghujung tahun lalu.

Didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Aceh, Drs. Syakir, dan Anggota DPR Aceh, Yahdi Hasan, Sekda menelusuri sejumlah titik kritis yang mengalami kerusakan. Fokus peninjauan tidak hanya pada kerusakan fisik jalan dan jembatan, tetapi juga pada kesiapan daerah dalam menyusun langkah pemulihan jangka panjang.

Menurut M. Nasir, kunjungan kerja ini menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), yang saat ini tengah diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh. Dokumen tersebut merupakan syarat utama dalam pengajuan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat, khususnya melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian teknis lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dokumen R3P adalah instrumen strategis yang menjadi dasar bagi Pemerintah Aceh untuk mengajukan anggaran penanganan ke pemerintah pusat. Saya meminta agar seluruh dampak kerusakan, mulai dari rumah warga, infrastruktur, sektor ekonomi, hingga aset desa, terdata dengan akurat,” kata Sekda M. Nasir dalam keterangannya di Blangkejeren.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan R3P sepenuhnya mengandalkan akurasi data yang dikumpulkan oleh pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana. Oleh karena itu, validitas dan kelengkapan laporan dari daerah menjadi kunci dalam merancang strategi pemulihan yang tepat dan menyeluruh. Pemerintah Aceh menargetkan agar seluruh proses penyusunan dokumen R3P selesai pada pertengahan Januari.

“Pemerintah Aceh menargetkan dokumen R3P ini rampung sepenuhnya agar dapat segera diserahkan kepada BNPB serta kementerian terkait. Target kita, dokumen ini sudah diserahkan paling lambat pada 20 Januari 2026,” ujarnya.

Selain memantau kondisi infrastruktur, Sekda juga menyerahkan sejumlah bantuan logistik untuk masyarakat. Salah satu kebutuhan mendesak yang disalurkan adalah dukungan perangkat komunikasi bagi daerah-daerah yang mengalami kendala sinyal komunikasi pascabencana. Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir menyerahkan satu unit perangkat internet satelit Starlink guna memperkuat sistem koordinasi di lapangan, khususnya di wilayah Gayo Lues.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di halaman Pendopo Bupati Gayo Lues, Blangkejeren, Jumat malam. Bantuan diterima langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi. Dalam sambutannya, Sekda menyatakan bahwa dukungan komunikasi menjadi unsur vital dalam mendukung distribusi bantuan dan pelaksanaan pemulihan pascabencana.

Banjir besar dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak awal Desember 2025 telah menimbulkan kerusakan luas pada infrastruktur serta memaksa ribuan warga mengungsi. Proses evakuasi dan penyaluran bantuan sempat terkendala oleh akses jalan yang terputus, serta terbatasnya jangkauan komunikasi di sejumlah lokasi.

Pemerintah Aceh berharap melalui sinergi antara sejumlah instansi, percepatan pemulihan bisa terwujud dalam waktu dekat. Sekda juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan memperkuat koordinasi lintas wilayah demi memastikan seluruh terdampak bencana mendapatkan perhatian dan bantuan yang setara. (RED)

Berita Terkait

Sony Sonjaya Sebut Lebih dari 30 Nama Diduga Terlibat Korupsi MBG, Bukti Tersimpan di Telepon Genggam
Brimob Aceh dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Lingkungan (ASRI) Di Gayo Lues
PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA
Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla
Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara
KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus
Plang Larangan Cuma Pajangan: Negara Mandul, Produksi PT Hopson Jalan Terus di Gayo Lues

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 17:05 WIB

Brimob Aceh dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Lingkungan (ASRI) Di Gayo Lues

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:21 WIB

PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:46 WIB

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:45 WIB

Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:24 WIB

Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:07 WIB

KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:39 WIB

Plang Larangan Cuma Pajangan: Negara Mandul, Produksi PT Hopson Jalan Terus di Gayo Lues

Senin, 1 Juni 2026 - 23:19 WIB

Negara Tak Berdaya, PT Hopson Aceh Industri Berani “Menampar” Hukum di Gayo Lues

Berita Terbaru