Pemkab Gayo Lues Percepat Penyusunan R3P Pascabencana, Bupati Tegaskan Pentingnya Data Akurat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:20 WIB

50356 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bergerak cepat dalam proses penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta sejumlah perangkat daerah terkait, pada Senin (5/1/2026).

Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan bahwa kunci utama keberhasilan dalam penyusunan R3P adalah keakuratan data dan verifikasi kerusakan di lapangan. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak meremehkan pentingnya detail informasi dalam dokumen R3P, karena data inilah yang menjadi pijakan utama dalam pengajuan bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat.

“Kalau kita berangkat ke Banda Aceh tanpa membawa data yang valid, itu sama saja dengan omongan kosong dan tidak akan menyelesaikan masalah,” ujar Bupati Suhaidi dalam arahannya. Ia mengingatkan bahwa kerusakan yang tidak tercantum dalam dokumen R3P secara otomatis tidak akan menjadi bagian dari yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi maupun rekonstruksi, baik dari Pemerintah Aceh maupun dari pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, Bupati menekankan pentingnya proses pendataan yang cermat dan menyeluruh, termasuk melakukan verifikasi lapangan secara langsung. Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang terlibat agar bekerja ekstra dan menyelesaikan pendataan sebelum rapat tingkat provinsi yang dijadwalkan pada 15 Januari mendatang.

Lebih lanjut, Bupati meminta Sekretaris Daerah untuk menyusun timeline penyelesaian dokumen R3P secara rinci sebagai pedoman bersama lintas sektor. Menurutnya, langkah ini penting agar seluruh tahapan berjalan tertib, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penyusunan R3P merupakan mandat dari BNPB sebagai lembaga yang berwenang dalam penanganan bencana di tingkat nasional. Dokumen ini menjadi dasar dalam penyaluran berbagai bentuk bantuan penanganan pascabencana, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, Dr. Kheriawan, M.M., turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pengawalan ketat terhadap proses penyusunan R3P. Ia memperingatkan bahwa kesalahan dalam data, baik berupa kelalaian pencatatan atau kekeliruan administratif, akan berujung pada keterlambatan penanganan dan hilangnya hak masyarakat untuk dibantu.

“Seperti yang disampaikan Bupati, jangan sampai ada data yang tertinggal, terselip, atau terlupa. Jika itu terjadi, maka sudah bukan lagi tanggung jawab pemerintah pusat,” tegas Dr. Kheriawan.

Ia menjelaskan bahwa seluruh data harus sudah ditetapkan secara by name by address, yang berarti nama dan alamat penerima bantuan harus jelas dan akurat. Bila ada data yang masuk belakangan setelah dokumen R3P diajukan, maka prosesnya akan menjadi jauh lebih lambat dan butuh verifikasi ulang yang memakan waktu.

Selain fokus pada huntara, BNPB juga menggarisbawahi pentingnya Data Tunggu Hunian (DTH), yang harus dihimpun secara akurat, tidak duplikatif, dan memenuhi seluruh persyaratan administratif. Verifikasi terhadap DTH ini menjadi elemen penting untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam distribusi bantuan.

“Kelalaian administrasi bisa menjadi bencana baru. Karena itu kami berharap pemerintah daerah benar-benar memastikan seluruh data masyarakat terdampak tercatat dengan benar,” pungkas Dr. Kheriawan.

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan BNPB, diharapkan penyusunan dokumen R3P di Kabupaten Gayo Lues dapat rampung tepat waktu, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa tidak ada warga terdampak yang tercecer akibat kelalaian dalam pendataan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru