Upaya Normalisasi Sungai Dimulai di Gayo Lues Pascabencana Banjir Bandang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:37 WIB

50291 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akhirnya tiba di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Kamis (1/1/2026), sebagai bagian dari rangkaian respon pemerintah pusat terhadap bencana banjir bandang hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Kunjungan ini menandai dimulainya langkah penanganan darurat untuk normalisasi sungai, guna mencegah luapan air yang berpotensi mengancam infrastruktur permukiman maupun jalan.

Kehadiran Dirjen SDA beserta tim teknis disambut langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, di Bandara Blangkejeren. Dari bandara, rombongan langsung bergerak meninjau sungai yang terdampak parah, yakni Sungai Aih Bobo dan Sungai Badak. Kedua titik ini dinilai sebagai prioritas utama mengingat posisinya yang berdekatan dengan infrastruktur penting, termasuk jalan penghubung antar kecamatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, menyampaikan bahwa kedatangan tim dari Direktorat Jenderal SDA menjadi langkah strategis untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana, khususnya yang berkaitan langsung dengan kondisi sungai. Ia menjelaskan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan pusat sempat mengalami keterlambatan, terutama dalam hal pengiriman data teknis mengenai titik-titik rawan yang perlu segera ditangani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Chairuddin, keterlambatan bukan disebabkan oleh kurangnya perhatian, melainkan karena daerah pesisir lebih dahulu menyampaikan data sehingga penanganan awal oleh Kementerian PUPR difokuskan di sana. Namun, data dari Gayo Lues sudah masuk dan saat ini menjadi bagian dari agenda penanganan darurat. Tim dari pusat telah meminta data lengkap mengenai sungai-sungai yang harus dinormalisasi, termasuk alur, lebar, titik sedimentasi, hingga area yang berbatasan dengan jalan dan permukiman.

Ia menyebut, saat ini prioritas utama adalah mengerahkan alat berat ke lokasi-lokasi sungai terdampak untuk memulai proses normalisasi. Penanganan ini bersifat darurat, dengan sasaran utama memperlancar aliran air dan menghindari potensi luapan yang dapat mengancam keselamatan warga maupun merusak infrastruktur yang sedang dipulihkan. Selain pengerukan dan pelurusan alur sungai, akan dibangun pula proteksi tambahan berupa struktur dinding agar arus air tidak kembali menggerus tebing sungai maupun ruas jalan yang ada di sekitarnya.

Chairuddin menegaskan pentingnya keterpaduan antara sektor yang menangani jalan dan sektor yang menangani sumber daya air. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa kasus, pembangunan jalan dilakukan di tepi sungai tanpa dibarengi dengan penataan sungai terlebih dahulu. Salah satu contohnya terjadi di kawasan Serkil, tempat jalan sempat dibangun oleh Bina Marga, namun karena sungai di sekitarnya belum dinormalisasi, badan jalan kembali hanyut saat hujan lebat datang dan debit air meningkat tajam.

Melalui kerja sama lintas sektor antara Bina Marga dan SDA, diharapkan ke depan tidak ada lagi pembangunan jalan yang berisiko langsung terhadap gangguan hidrologis. Fokus intervensi saat ini diarahkan ke beberapa sungai utama yang memiliki karakteristik sama, yakni bersinggungan langsung dengan infrastruktur darat. Selain Sungai Aih Bobo dan Sungai Badak, normalisasi juga akan dilakukan di alur Sungai Kala Pinang yang dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan potensi yang sama membahayakannya.

Ia menekankan bahwa pengendalian sungai harus dilakukan secara paralel dan sepadan dengan pembangunan jalan. Jika tidak, maka efisiensi pemulihan pascabencana akan hilang, karena pekerjaan jalan yang diselesaikan hari ini berpotensi rusak kembali esok hari apabila ancaman dari sungai tidak ditangani sejak awal.

Chairuddin berharap langkah cepat yang dilakukan oleh Kementerian PUPR, baik melalui Direktorat Bina Marga maupun SDA, mampu membentuk sistem pemulihan infrastruktur yang adaptif dan berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk memastikan semua titik rawan diidentifikasi dan ditangani, guna mencegah terulangnya kerusakan akibat banjir bandang dan longsor yang telah memberikan dampak besar pada kehidupan masyarakat Kabupaten Gayo Lues. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Sony Sonjaya Sebut Lebih dari 30 Nama Diduga Terlibat Korupsi MBG, Bukti Tersimpan di Telepon Genggam
Brimob Aceh dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Lingkungan (ASRI) Di Gayo Lues
PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA
Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla
Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara
KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus
Plang Larangan Cuma Pajangan: Negara Mandul, Produksi PT Hopson Jalan Terus di Gayo Lues

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:15 WIB

Laboratorium Komputer SD Muara Situlen Agara Beralih Fungsi jadi Gudang Proyek Revitalisasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:34 WIB

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Jamaluddin Idham Salurkan Ribuan Beasiswa PIP Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Jun 2026 - 11:35 WIB