Populasi Ikan Eksotis Terancam, Nelayan Susoh Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Laut Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 20:47 WIB

50594 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Susoh, Aceh Barat Daya | 12 Juli 2025 – Laut Aceh kini menghadapi ancaman serius. Penurunan populasi ikan eksotis dan makin minimnya hasil tangkapan nelayan menjadi sinyal krisis yang belum tertangani dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Akhdan Mamduha, mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, dalam sebuah diskusi terbuka bersama nelayan dan masyarakat pesisir di Susoh, Aceh Barat Daya.

Akhdan menyebutkan bahwa kurangnya perhatian dari pemerintah setempat telah menyebabkan degradasi populasi ikan eksotis secara signifikan. “Hanya bermodalkan larangan dan peringatan dengan denda sebesar Rp300 ribu, itu tidak cukup. Laut kita butuh perlindungan serius dan kebijakan yang berpihak pada nelayan dan keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, tangkapan ikan nelayan di Susoh dan sekitarnya terus menurun. Banyak nelayan yang tidak tahu jenis ikan mana yang dilindungi dan mana yang boleh ditangkap, karena tidak adanya edukasi atau sosialisasi yang memadai dari instansi terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah jangan menyalahkan nelayan yang tidak tahu-menahu soal aturan. Yang harus disoroti adalah tanggung jawab jabatan yang diemban oleh mereka yang seharusnya membina dan menjaga laut. Nelayan hanya berusaha mencari nafkah demi sesuap nasi,” tegas Akhdan.

Dalam kesempatan yang sama, seorang nelayan senior yang akrab disapa Cek Buyong turut menyampaikan pandangannya. “Kami punya panglima laot. Kalau instansi pemerintah tidak mampu memberi solusi, biarlah kami para nelayan mengatur sendiri melalui musyawarah bersama panglima laot,” ungkapnya.

Masyarakat pesisir di Susoh, Aceh Barat Daya, sebagian besar menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan. Sekitar 70 persen dari penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan atau terlibat dalam rantai industri kelautan.

Kondisi laut yang terus terdegradasi dikhawatirkan tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga masa depan generasi mendatang. “Kami berharap pemerintah hadir bukan sekadar memberi aturan, tapi juga solusi. Lindungi laut kami, lindungi masa depan anak cucu kami,” pinta Akhdan.

Akhdan mendesak agar instansi terkait, terutama Dinas Kelautan dan Perikanan, segera turun tangan melakukan edukasi dan sosialisasi jenis ikan eksotis yang dilindungi kepada nelayan, penguatan pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan yang merusak, penyusunan kebijakan berbasis musyawarah dengan nelayan dan panglima laot, serta pemberdayaan ekonomi nelayan untuk menjaga keberlanjutan.

Masalah ini tak bisa dibiarkan berlarut. Jika tidak segera diatasi, bukan hanya ekosistem laut Aceh yang hancur, tapi juga ekonomi masyarakat pesisir yang akan terdampak lebih parah. (*)

Berita Terkait

Dandim Abdya Tegas: Prajurit Terlibat Narkoba Akan Dipecat
Brigjen TNI Mahesa Fitriadi Kagum Lihat Antusias Pelajar Sambut Penutupan TMMD
Penampilan Spektakuler Pelajar dan TNI Warnai Penutupan TMMD ke-128 Kodim Abdya
Pencak Silat Militer Yon TP 958/RM Curi Perhatian pada Penutupan TMMD ke-128 Abdya
Brigjen TNI Mahesa Tinjau Proyek TMMD Ke-128 di Desa Gunung Cut
Kapok Sahli Pangdam IM: TNI Hadir Membantu Kesulitan Masyarakat Hingga Pelosok Desa
Brigjen TNI Mahesa Bersama Dansatgas TMMD Serahkan Bantuan kepada Masyarakat
Sembako Murah Jadi Daya Tarik Penutupan TMMD Ke-128 Kodim Abdya

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:05 WIB

Demi Aceh Utara dan Amanah Mualem, Ayah Wa Temui Menteri Agama: Perjuangkan MTQ Nasional hingga Fasilitas Ibadah Pascabanjir

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi RI Dikabarkan Lemah, Ketum AKPERSI: Kita Punya Fondasi Kuat

Senin, 8 Juni 2026 - 17:22 WIB

Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Pihak Besar dalam Dugaan Korupsi MBG, Pengajuan Justice Collaborator Didorong Berbagai Pihak

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:51 WIB

Stop Framing dan Mengaitkan Yasonna Laoly dengan Kasus Hukum yang Menjerat Silmy Karim

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:17 WIB

DPN PERMAHI Dukung Langkah Presiden Prabowo Benahi BGN, Korupsi Program MBG Harus Diusut Hingga ke Akar

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Dikejar TNI AL di Laut, Nelayan Kurir Narkoba Ditangkap di Karimun

Minggu, 14 Jun 2026 - 02:43 WIB

BANDA ACEH

Ambulans Tabrak Kerbau di Tol Sibanceh, 1 Penumpang Luka Ringan

Minggu, 14 Jun 2026 - 02:25 WIB