slot preparation.lsrs.lu

Populasi Ikan Eksotis Terancam, Nelayan Susoh Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Laut Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 20:47 WIB

50617 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Susoh, Aceh Barat Daya | 12 Juli 2025 – Laut Aceh kini menghadapi ancaman serius. Penurunan populasi ikan eksotis dan makin minimnya hasil tangkapan nelayan menjadi sinyal krisis yang belum tertangani dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Akhdan Mamduha, mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, dalam sebuah diskusi terbuka bersama nelayan dan masyarakat pesisir di Susoh, Aceh Barat Daya.

Akhdan menyebutkan bahwa kurangnya perhatian dari pemerintah setempat telah menyebabkan degradasi populasi ikan eksotis secara signifikan. “Hanya bermodalkan larangan dan peringatan dengan denda sebesar Rp300 ribu, itu tidak cukup. Laut kita butuh perlindungan serius dan kebijakan yang berpihak pada nelayan dan keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, tangkapan ikan nelayan di Susoh dan sekitarnya terus menurun. Banyak nelayan yang tidak tahu jenis ikan mana yang dilindungi dan mana yang boleh ditangkap, karena tidak adanya edukasi atau sosialisasi yang memadai dari instansi terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah jangan menyalahkan nelayan yang tidak tahu-menahu soal aturan. Yang harus disoroti adalah tanggung jawab jabatan yang diemban oleh mereka yang seharusnya membina dan menjaga laut. Nelayan hanya berusaha mencari nafkah demi sesuap nasi,” tegas Akhdan.

Dalam kesempatan yang sama, seorang nelayan senior yang akrab disapa Cek Buyong turut menyampaikan pandangannya. “Kami punya panglima laot. Kalau instansi pemerintah tidak mampu memberi solusi, biarlah kami para nelayan mengatur sendiri melalui musyawarah bersama panglima laot,” ungkapnya.

Masyarakat pesisir di Susoh, Aceh Barat Daya, sebagian besar menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan. Sekitar 70 persen dari penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan atau terlibat dalam rantai industri kelautan.

Kondisi laut yang terus terdegradasi dikhawatirkan tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga masa depan generasi mendatang. “Kami berharap pemerintah hadir bukan sekadar memberi aturan, tapi juga solusi. Lindungi laut kami, lindungi masa depan anak cucu kami,” pinta Akhdan.

Akhdan mendesak agar instansi terkait, terutama Dinas Kelautan dan Perikanan, segera turun tangan melakukan edukasi dan sosialisasi jenis ikan eksotis yang dilindungi kepada nelayan, penguatan pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan yang merusak, penyusunan kebijakan berbasis musyawarah dengan nelayan dan panglima laot, serta pemberdayaan ekonomi nelayan untuk menjaga keberlanjutan.

Masalah ini tak bisa dibiarkan berlarut. Jika tidak segera diatasi, bukan hanya ekosistem laut Aceh yang hancur, tapi juga ekonomi masyarakat pesisir yang akan terdampak lebih parah. (*)

Berita Terkait

Dari Peternakan hingga Sawah, Jamaluddin Idham Pastikan Program Pertanian Abdya Tepat Sasaran
Hiu Paus Lima Meter Mati Terdampar di Pantai Lama Tuha Abdya, Upaya Penyelamatan Gagal
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Salurkan Ribuan Bibit Kopi
Rumah Masrida Nyaris Tak Layak Huni, KOMPAK Galang Donasi untuk Ibu dan Bayinya 9 Bulan
Balai Pengajian Raudhatul Huda Gelar Lomba 17 Agustus 2026, Semarakkan HUT Kemerdekaan RI
KOMPAK Desak Perusahaan Tambang Babahrot Dihentikan: Jangan Tunggu Banjir Bandang Telan Korban
Hina Ulama Ancam Persatuan, Tgk Misbar AS Salmani Ajak Pemerintah Bertindak Tegas
Dandim Abdya Tegas: Prajurit Terlibat Narkoba Akan Dipecat

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru