Populasi Ikan Eksotis Terancam, Nelayan Susoh Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Laut Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 20:47 WIB

50578 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Susoh, Aceh Barat Daya | 12 Juli 2025 – Laut Aceh kini menghadapi ancaman serius. Penurunan populasi ikan eksotis dan makin minimnya hasil tangkapan nelayan menjadi sinyal krisis yang belum tertangani dengan baik. Hal ini disampaikan oleh Akhdan Mamduha, mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, dalam sebuah diskusi terbuka bersama nelayan dan masyarakat pesisir di Susoh, Aceh Barat Daya.

Akhdan menyebutkan bahwa kurangnya perhatian dari pemerintah setempat telah menyebabkan degradasi populasi ikan eksotis secara signifikan. “Hanya bermodalkan larangan dan peringatan dengan denda sebesar Rp300 ribu, itu tidak cukup. Laut kita butuh perlindungan serius dan kebijakan yang berpihak pada nelayan dan keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, tangkapan ikan nelayan di Susoh dan sekitarnya terus menurun. Banyak nelayan yang tidak tahu jenis ikan mana yang dilindungi dan mana yang boleh ditangkap, karena tidak adanya edukasi atau sosialisasi yang memadai dari instansi terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah jangan menyalahkan nelayan yang tidak tahu-menahu soal aturan. Yang harus disoroti adalah tanggung jawab jabatan yang diemban oleh mereka yang seharusnya membina dan menjaga laut. Nelayan hanya berusaha mencari nafkah demi sesuap nasi,” tegas Akhdan.

Dalam kesempatan yang sama, seorang nelayan senior yang akrab disapa Cek Buyong turut menyampaikan pandangannya. “Kami punya panglima laot. Kalau instansi pemerintah tidak mampu memberi solusi, biarlah kami para nelayan mengatur sendiri melalui musyawarah bersama panglima laot,” ungkapnya.

Masyarakat pesisir di Susoh, Aceh Barat Daya, sebagian besar menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan. Sekitar 70 persen dari penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan atau terlibat dalam rantai industri kelautan.

Kondisi laut yang terus terdegradasi dikhawatirkan tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga masa depan generasi mendatang. “Kami berharap pemerintah hadir bukan sekadar memberi aturan, tapi juga solusi. Lindungi laut kami, lindungi masa depan anak cucu kami,” pinta Akhdan.

Akhdan mendesak agar instansi terkait, terutama Dinas Kelautan dan Perikanan, segera turun tangan melakukan edukasi dan sosialisasi jenis ikan eksotis yang dilindungi kepada nelayan, penguatan pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan yang merusak, penyusunan kebijakan berbasis musyawarah dengan nelayan dan panglima laot, serta pemberdayaan ekonomi nelayan untuk menjaga keberlanjutan.

Masalah ini tak bisa dibiarkan berlarut. Jika tidak segera diatasi, bukan hanya ekosistem laut Aceh yang hancur, tapi juga ekonomi masyarakat pesisir yang akan terdampak lebih parah. (*)

Berita Terkait

Soroti Penanganan Sejumlah Indikasi Korupsi, LSM KOMPAK Minta Kejari Baru Lebih Terbuka ke Publik
Masyarakat Abdya Dukung Ketegasan Bupati, Sengketa Lahan PT CA Diminta Diselesaikan Secara Berkeadilan
Proyek Pengerukan Rp469 Juta di Lhok Pawoh Kembali Gagal, LSM KOMPAK Sebut Ada Indikasi Pelanggaran Hukum
Dinas Pengairan Aceh Bahas Upaya Penanganan Banjir Trumon
BWS Sumatera I Lakukan Pemeliharaan Saluran Irigasi D.I. Susoh di Aceh Barat Daya
Pemkab dan Komponen di Abdya Dukung Penuh Pembangunan Yon TP Tahap III di Surin
DPW APRI Aceh Puji Langkah Berani Bupati Abdya dalam Menegakkan Keadilan Sumber Daya Alam
Penasehat dan Ketua APRI Aceh Selatan Kunjungi Bupati Abdya, Bahas Mekanisme WPR

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:06 WIB

Komunitas S3 Aceh Utara Salurkan Santunan dan Menu Berbuka untuk Yatim Piatu di Ramadhan Camp AOC 1447 H

Sabtu, 28 Februari 2026 - 03:29 WIB

Aksi Sosial Ramadhan, Bea Cukai Lhokseumawe Turun ke Babah Kreung, Sawang

Kamis, 26 Februari 2026 - 00:58 WIB

Pelantikan MGMP Aceh Utara, Dorong Inovasi Metode Mengajar Demi Pendidikan Berdaya Saing

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:17 WIB

Tiga Bulan Dusun Rumah Putih Gelap Gulita, PLN Aceh Utara Diduga Tutup Mata dan Telinga

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:46 WIB

Ratusan Yatim Dan Fakir miskin Kota Panton Labu Di Santuni Oleh Komunitas S3 Sedekah Seribu Sehari

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:56 WIB

Karang Taruna: Terima Kasih Presiden Prabowo atas Bantuan Sapi Meugang

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:20 WIB

Bantuan Serbuan Beras Merah Putih Membawa Keberkahan Menjelang Ramadhan

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:40 WIB

Pengungsi Langkahan Sampaikan Terima Kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kodam Iskandar Muda, Korem 011/Lilawangsa, Dan AOC

Berita Terbaru

NAGAN RAYA

PWI Nagan Raya Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Kamis, 12 Mar 2026 - 08:28 WIB

OPINI

Negeri Kaya, Namun Miskin Perhatian Pada Pendidikan

Rabu, 11 Mar 2026 - 23:28 WIB