BANDA ACEH | Pemerintah terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh dengan fokus pada perbaikan jalan dan jembatan. Hingga Kamis (1/1), perbaikan jalan nasional telah mencapai target penyelesaian yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan dukungan koordinasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai koordinator Pos Pendamping Nasional.
Menurut laporan terbaru, sebanyak 13 titik ruas jalan nasional telah dinyatakan fungsional. Beberapa ruas yang sebelumnya terputus kini telah dapat diakses kembali, baik melalui jalur utama maupun alternatif. Di antaranya adalah akses jalan nasional yang menghubungkan Bireuen–Bener Meriah dan Bener Meriah–Aceh Tengah. Meski masih dalam tahap pemulihan menyeluruh, konektivitas di kawasan tersebut dapat dilalui melalui jembatan alternatif Weihni Enang-Enang dan Jamu Ujung.
Ruas jalan Genting Gerbang–Simpang Uning masih menghadapi hambatan di beberapa titik, namun warga dapat menggunakan jalur alternatif melalui Jembatan Titi Merah. Sementara itu, jalur Takengon–Blangkejeren masih dalam proses perbaikan, tetapi konektivitas antarwilayah terus menunjukkan progres positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah jalur utama lainnya turut dilaporkan kembali berfungsi. Rute Banda Aceh ke Medan melalui jalur timur dan jalur barat, serta Nagan Raya ke Takengon, kini sudah terhubung kembali. Jalur Lhokseumawe–Takengon via KKA juga telah berfungsi penuh. Kendati sejumlah jembatan di jalur Bireuen–Bener Meriah masih dalam perbaikan, jalur alternatif membuat akses antara kedua daerah tersebut tetap fungsional. Demikian pula dengan jalur dari Pidie menuju Takengon yang saat ini telah dapat dilalui.
Pemulihan akses jalan nasional ini dinilai sangat krusial dalam mendorong percepatan pemulihan sektor lainnya, terutama di wilayah-wilayah terdampak paling parah seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah. Jalur darat yang telah pulih tidak hanya mempermudah mobilisasi logistik, tetapi juga menjadi faktor penting dalam memulihkan sektor energi, kelistrikan, serta sistem komunikasi yang sebelumnya terputus.
Sementara itu, progres pada perbaikan jembatan juga menunjukkan hasil signifikan. Dari 16 jembatan yang sebelumnya dilaporkan rusak, seluruhnya telah dinyatakan selesai diperbaiki. Dari jumlah tersebut, 12 jembatan diperbaiki di lokasi eksisting dan kini fungsional kembali. Empat lainnya berfungsi melalui jalur alternatif strategis, yakni Jembatan Weihni Enang-Enang, Jamur Ujung, Titi Merah, dan Krueng Beutong.
Perbaikan juga dilakukan terhadap titik-titik longsoran yang sempat menutup jalur utama. Dari total 361 titik longsoran yang terdata, hingga hari ini sebanyak 360 titik atau 99,72 persen telah tuntas dikerjakan. Satu titik longsor yang masih dalam pengerjaan berada di sekitar arah Jembatan Weihni Enang-Enang, tetapi jalurnya tetap dapat digunakan melalui akses alternatif.
Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk dari unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, instansi teknis, dan masyarakat lokal. Pemerintah berharap pemulihan sektor energi dan komunikasi dapat tercapai sepenuhnya pada pertengahan Januari, seiring dengan pemulihan akses transportasi darat yang menjadi tulang punggung konektivitas di kawasan terisolasi pascabencana.
Meski demikian, BNPB tetap mewaspadai potensi gangguan terhadap hasil perbaikan infrastruktur yang telah dilakukan. Salah satu potensi risiko muncul dari kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Sejumlah daerah hulu sungai saat ini masih belum memiliki daya tampung air yang optimal, seiring belum pulihnya sistem drainase dan infrastruktur pengendali banjir.
Mengantisipasi hal ini, BNPB terus menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung percepatan normalisasi sungai di beberapa titik yang masih berisiko. Langkah tersebut dilakukan agar curah hujan dalam beberapa hari ke depan tidak memicu banjir baru atau kerusakan lanjutan pada infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah diperbaiki.
BNPB menekankan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, seperti yang terjadi pada beberapa waktu lalu di tiga kabupaten terdampak, masih dapat berdampak serius jika sistem drainase belum pulih sepenuhnya. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung upaya perlindungan infrastruktur yang sudah diperbaiki, demi memastikan pemulihan pascabencana berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi warga di seluruh wilayah terdampak. (*)




































