Mensyukuri Kemerdekaan dengan Tidak Melupakan Allah SWT

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 03:14 WIB

50699 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khatib News Tgk Marfiandi

Aceh Besar – Sungguh bapak bangsa Indonesia menyadari, bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, karena itu sebagai anak bangsa kita harus mensyukuri kemerdekaan dengan cara tidak melupakan Allah Swt. Bila bangsa ini semakin dekat dengan Allah Swt sebagai bentuk syukur, maka Allah Swt akan bebaskan manusia dari segala bentuk penjajahan.

Ketua Bidang Dakwah dan Pelatihan Dewan Dakwah Aceh Besar Ustaz Marfiandi Syukri menyampaikan hal tersebut dalam khutbah Jumat di Masjid Al lkhlas le Alang Kecamatan Kuta Cot Glie, tanggal 18 Agustus 2023 bertepatan 1 Safar 1445 H.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks sekarang, Rasulullah saw mengajarkan delapan bentuk penjajahan yang harus kita lepaskan, sebagaimana diajarkan dalam sebuah doa yang dianjurkan untuk dibaca pagi dan petang: “Ya Allah aku berlindung kepadamu dari hati yang susah dan sedih, dari sifat lemah dan malas, dari sifat takut dan bakhil dan dari lilitan utang dan ancaman orang.”

Pengajar pada Pesantren Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS) ini mengungkapkan, umat Islam Indonesia harus melanjutkan kemerdekaan dengan cara semakin dekat dengan Allah Swt karena kemerdekaan adalah Rahmat dari Allah Yang Maha Kuasa. Kemudian, membebaskan diri dari delapan penjajahan yang disebutkan oleh Rasulallah saw yaitu merdeka dari hati yang susah dan sedih, dari sifat lemah dan malas, dari sifat takut dan bakhil dan dari lilitan utang dan ancaman orang.

Selanjutnya Ustaz Marfiandi menguraikan kisah dalam Alquran Allah Swt tentang seorang tokoh kemerdekaan yang berhasil membebaskan penjajahan dari sebuah bangsa. Kisah itu diabadikan di dalam surah Alkahfi ayat 94-98, yaitu kisah Zulkarnain. Zulkarnain adalah tokoh kemerdekaan bagi sebuah bangsa dan berhasil mengusir penjajah di zaman dulu. Penjajah yang diabadikan dalam Alquran yaitu Ya’juj dan Ma’juj.

Ketika Zulkarnain datang ke satu tempat di balik dua buah gunung, kemudian masyarakat di tempat tersebut meminta kepada Zulkarnain, “Wahai Zulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj menjajah kita, maukah engkau kami beri harta dan sumber daya alam kami, asal engkau memerdekakan kami dari penjajahan Ya’juj dan Ma’juj.”

Zulkarnain menjawab, “Apa yang Allah berikan itu lebih baik dari yang kalian tawarkan. Aku akan tetap membantu kalian, tapi tugas kemerdekaan bukan tugas satu pihak, tapi tugas bersama.”

Kemudian Zulkarnain memerintahkan masyarakat tersebut membuat kerangka besi yang akan diletakkan diantara dua gunung, karena diantara dua gunung tersebut adalah jalan yang biasa dilalui oleh Ya’juj dan Ma’juj.

Ustaz Marfiandi melanjutkan, maka dibuatlah kerangka atau benteng dari besi setinggi gunung dan kemudian dituangkan dengan tembaga panas. Ketika pekerjaan mereka selesai, maka datang Ya’juj dan Ma’juj untuk melewati jalan tersebut dan mereka kaget, karena biasanya tidak ada rintangan di jalan itu, mereka tidak bisa menaikinya, karena tinggi dan licin. Juga tidak bisa melobanginya, karena terbuat dari besi yang dilapisi tembaga. Terbebaslah masyarakat tersebut dari penjajahan.

Apa reaksi masyarakat yang terbebas dari penjajahan Ya’juj dan Ma’juj kala itu? Mereka membangga-banggakan Zulkarnain dan menghormati Zulkarnain. Demikian reaksi masyarakat terhadap Zulkarnain yang berhasil membebaskan masyarakat dari penjajahan, sementara reaksi Zulkarnain yang Allah abadikan dalam surah Alkahfi, “Ini adalah Rahmat dari Tuhanku.”

Menurut Pengurus Masjid Besar Al jihad Montasik ini, sungguh jawaban luar biasa yang diabadikan di dalam Alquran. Kalimat ini kembali terulang pada pendahulu kita ketika berhasil memerdekakan bangsa Indonesia, “Atas berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa”.

Karena itu, umat Islam harus menyadari, bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa. “Kita harus mensyukuri kemerdekaan dengan cara tidak melupakan Allah Swt. Bila bangsa ini semakin dekat dengan Allah Swt sebagai bentuk syukur, maka Allah Swt akan bebaskan kita dari segala bentuk penjajahan,” pungkasnya. (Ridha Yunawardi)

Berita Terkait

Momentum Awal Mei; BKM Aceh Besar Relist 75 Nama Khatib Jumat
Inilah 70 Nama Khatib Jumat se Aceh Besar
Kapolda Ikuti Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 Secara Virtual Yang Dipimpin Kapolri
Disiplin Shalat Kunci Mengatur Waktu dan Kehidupan
Antisipasi Curanmor Selama Ramadhan, Satlantas Polres Aceh Besar Tingkatkan Patroli di Area Masjid
Ketika Regulasi Tak Lagi Relevan: Aceh Besar Butuh Keberanian DPRK
KPM UIN Ar-Raniry Banda Aceh Sukses Gelar Festival Ramadhan Meriah di Desa Blangkrueng
Hangatnya Kebersamaan di Bulan Suci, KPM UIN Ar-Raniry Gelar Buka Puasa Bersama di Desa Blangkrueng

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:37 WIB

Disfungsi Birokrasi Pendidikan Aceh Selatan: Aktivis Tuding Kadisdik dan Kacabdin Gagal Total, Krisis Ini Tak Lagi Bisa Ditoleransi

Senin, 20 April 2026 - 01:59 WIB

Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan, Siap Bersinergi Terapkan Program Prioritas Pendidikan Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 03:30 WIB

Plt Kadisdikbud : Penataan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025

Rabu, 8 April 2026 - 22:04 WIB

Penempatan Guru PPPK Paruh Waktu di Aceh Selatan Gunakan Sistem RTG

Senin, 6 April 2026 - 18:39 WIB

Publik Geram Sri Wahyuni Didesak Transparan: Hilangnya Dokumen BOS Dinilai Janggal dan Sarat Manipulasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:52 WIB

Baital Mukadis Jaga Stabilitas Pemerintahan Aceh Selatan Tanpa Manuver Politik Saat Menjadi Plt Bupati

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:16 WIB

SPPI Aceh Selatan Berbagi Ratusan Paket Takjil Gratis kepada Pengendara

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:23 WIB

Mahasiswa Tetap Kawal Dugaan Penggelapan Dana PIP di SMA Negeri 1 Trumon

Berita Terbaru