slot preparation.lsrs.lu

Masyarakat Km Malahayati Meminta Kepada BPJN Agar Jalan Malahayati Aceh Besar Dibangun Dua Jalur

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 03:56 WIB

50496 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Besar – Menurut beberapa masyarakat di wilayah jalan Km Malahayati, Aceh Besar, mulai dari Krueng Cut hingga Krueng Raya, sering terjadi kecelakaan karena ruas badan jalan yang sempit dan jumlah kendaraan yang semakin banyak. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.

Salah satu warga Khaju, Kecamatan Baitussalam, Marwan, mengatakan kepada media pada Minggu, 18 Oktober 2025, bahwa ruas jalan nasional Km Malahayati sudah seharusnya dibuat dua jalur.
“Jumlah kendaraan semakin ramai, banyak truk bahkan dump truk yang lalu lalang di jalur ini. Karena sering terjadinya kecelakaan, kami sangat berharap kepada pemerintah, khususnya dinas terkait, yaitu BPJN (Balai Pembangunan Jalan Nasional), agar membuka dua jalur di ruas jalan nasional tersebut, sehingga tidak lagi terjadi kecelakaan,” ujar Marwan.

Sementara itu, Geuchik Gampong Neuheun, Yan, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan bahwa di daerah ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Kami, seluruh warga Neuheun, sangat berharap jalan tersebut dibuka dua jalur. Jika tidak, kecelakaan akan terus terjadi, bahkan banyak korban meninggal dunia. Maka dari itu, kami sangat berharap kepada pihak pemerintah melalui dinas terkait agar memprogramkan pembangunan jalan nasional Malahayati—terutama di kawasan industri—menjadi dua jalur,” harap Yan, Geuchik Gampong Neuheun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Tim Investigasi mencoba menghubungi Ketua IWOI Aceh yang berdomisili di Km Malahayati, tepatnya di Desa Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Melalui sambungan telepon pada Sabtu, 18 Oktober 2025, beliau yang sedang berada di luar daerah menjelaskan bahwa pembangunan dua jalur sangat diperlukan.
“Dengan adanya dua jalur, kendaraan-kendaraan besar seperti truk, dump truk, maupun kontainer tidak akan saling mendahului. Hal ini akan membuat pengendara roda dua lebih nyaman, apalagi di sini banyak anak sekolah. Kecelakaan sering sekali terjadi,” ujar Ketua DPW IWOI Aceh melalui telepon seluler.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung pembangunan dua jalur di kawasan jalan nasional Malahayati.
“Ini adalah PR kita bersama, bukan hanya bagi dinas terkait, tetapi juga seluruh tokoh masyarakat yang berada di Km Malahayati. Jalan nasional Km Malahayati melintasi beberapa gampong dan kecamatan, khususnya Kecamatan Baitussalam dan Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar,” tambahnya.

“Kami, atas nama masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan nasional Km Malahayati, sangat berharap kepada BPJN dan Pemerintah Aceh agar peduli terhadap keselamatan lalu lintas masyarakat, khususnya para pengguna jalan nasional Km Malahayati,” tutup Ketua DPW IWOI Aceh. (*)

Berita Terkait

Jumat Perdana November 2026, Inilah Daftar Khatib se Aceh Besar
Belajar Tak Hanya di Ruang Kelas, 67 Siswa SMP Islam Cendekia Darussalam Jelajahi Dunia Edukasi dan Teknologi di Amanah
Pelaksanaan Syariat Islam Tak Cukup dengan Regulasi
Daftar Khatib dan Imam Shalat Jum’at se-Aceh Besar, 16 Oktober 2026 / 5 Jumadil Awwal 1448 Hijriah
Sudaryono Lantik Pengurus HKTI Aceh, T.A. Khalid Jabat Ketua
Gema Keakraban dan Mangulosi Mahasiswa Baru Sumatera Utara Kembali Digelar: Tradisi budaya, Identitas, dan Solidaritas di Tanah Rantau
Bahagia Tak Selalu Harus Dicari Jauh-Jauh
PDAM Tirta Mountala Tertibkan Dugaan Sambungan Air Ilegal di Neuheun

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Berita Terbaru