JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan bahwa pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset merupakan sebuah keniscayaan bagi Indonesia dalam upaya memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi. Dalam sebuah diskusi yang dipublikasikan melalui kanal YouTube Mahfud MD Official pada Selasa, 1 September 2026, ia menekankan bahwa instrumen hukum tersebut sangat krusial untuk menyelamatkan aset negara dari hasil kejahatan yang selama ini sulit dijangkau melalui mekanisme pidana biasa.
Mahfud menjelaskan bahwa keberadaan aturan ini bukan bertujuan untuk memiskinkan individu tanpa dasar, melainkan untuk memberikan kepastian hukum dalam merampas harta yang diduga kuat berasal dari tindak pidana, seperti korupsi, pencucian uang, hingga perdagangan orang. Menurutnya, proses perampasan aset melalui jalur perdata ini akan menjadi langkah progresif agar harta negara tidak hilang saat proses pidana berjalan di pengadilan atau ketika pelaku melarikan diri.
Selain menyoroti isu hukum, dalam dialog tersebut Mahfud juga memberikan pandangannya terkait video viral Ketua Umum Projo, Budi Arie, yang menyinggung kemungkinan terjadinya peristiwa politik sebelum tahun 2029. Ia menilai pernyataan tersebut sebagai bagian dari strategi politik yang canggih dan tidak memiliki dampak hukum yang nyata bagi yang bersangkutan. Mahfud memandang bahwa dinamika yang muncul di publik justru menjadi cara untuk menarik perhatian dan menguji respons berbagai pihak dalam peta politik nasional.
Lebih lanjut, Mahfud juga menanggapi hasil survei lembaga independen yang menunjukkan penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan bahwa penurunan angka tersebut harus disikapi secara serius sebagai refleksi dari kritik masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan. Namun, ia juga mencatat adanya perubahan positif pada beberapa program prioritas pemerintah yang mulai ditata ulang, termasuk penanganan kasus korupsi besar yang kini menunjukkan langkah perbaikan signifikan.
Menutup diskusinya, Mahfud turut memberikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus baru Nahdlatul Ulama yang terpilih dalam Muktamar di Jombang. Ia berharap organisasi tersebut dapat terus menjadi pilar masyarakat yang berperan aktif dalam membangun negara serta memberikan kontribusi sosial kemasyarakatan yang lebih kuat di masa depan. (*)







































