Korban Jiwa Bencana di Sumatra Bertambah, Total Tembus 1.157 Orang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:50 WIB

50329 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Kamis (1/1/2026), total korban meninggal dunia mencapai 1.157 jiwa, setelah tim pencarian dan pertolongan menemukan tiga jasad baru di wilayah Aceh Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa penambahan korban jiwa ini merupakan hasil dari operasi pencarian yang masih terus dilakukan di tiga provinsi terdampak utama, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Hasil dari operasi pencarian dan pertolongan yang masih dilakukan di tiga provinsi, pada hari ini ada tiga jasad yang ditemukan di Aceh Utara, sehingga jumlah total korban meninggal dunia meningkat dari 1.154 jiwa menjadi 1.157 jiwa,” ujar Abdul dalam keterangannya kepada media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BNPB menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya dalam bencana tersebut. Abdul menegaskan bahwa operasi pencarian masih berlangsung untuk menemukan korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Upaya ini terus dilanjutkan guna memastikan seluruh warga yang terdampak dapat tertangani secara maksimal.

“Saya sampaikan simpati dan duka cita yang mendalam. Operasi pencarian tidak akan dihentikan sebelum daftar orang yang masih dinyatakan hilang berhasil ditemukan, atau paling tidak, berkurang sampai seminimal mungkin,” kata Abdul.

Bencana yang melanda sebagian besar wilayah barat Pulau Sumatra ini juga menyebabkan pengungsian besar-besaran. Hingga awal Januari 2026, tercatat 380.360 jiwa masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian. Pemerintah melalui BNPB dan Kementerian Sosial terus menyalurkan bantuan serta mempercepat penyediaan hunian bagi warga terdampak.

“Masih ada 380.360 saudara kita yang mengungsi. Kita harapkan hunian sementara yang sudah disiapkan oleh pemerintah dapat menjangkau mereka dalam waktu dekat,” tutur Abdul.

Sebanyak 1.050 unit hunian sementara (huntara) telah dibangun, sebagian besar di antaranya telah siap huni, terutama di wilayah Aceh Tamiang dan daerah terdampak parah lainnya. Hunian ini dibangun untuk memberi solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan hunian tetap rampung.

Adapun rincian data korban per 1 Januari 2026 sebagai berikut:

  • Aceh: 530 orang meninggal dunia, 31 masih hilang, dan 356.655 jiwa mengungsi
  • Sumatra Utara: 365 orang meninggal dunia, 60 masih hilang, dan 13.770 jiwa mengungsi
  • Sumatra Barat: 262 orang meninggal dunia, 74 masih hilang, dan 9.935 jiwa mengungsi

Dengan demikian, jumlah warga yang masih belum ditemukan di ketiga provinsi terdampak tercatat sebanyak 165 orang.

BNPB terus mengoordinasikan proses pencarian serta penanganan tanggap darurat bersama pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait. Selain penyediaan hunian dan logistik untuk pengungsi, pemerintah juga tengah mempersiapkan rencana pemulihan jangka menengah hingga panjang, mencakup perbaikan infrastruktur, layanan dasar, dan dukungan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Situasi di lapangan masih terus dipantau secara berkala. BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Pemerintah juga membuka jalur informasi dan layanan pengaduan bagi warga yang memerlukan bantuan atau ingin melaporkan anggota keluarga yang belum ditemukan. (*)

Berita Terkait

PMI Berangkatkan 72 Relawan dan 2.500 Ton Bantuan ke Sumatera dan Aceh lewat Kapal Kemanusiaan
Kementerian PU Prioritaskan Pembangunan Sumur Bor di Fasilitas Sosial dan Umum di Aceh
Kementerian PU Usulkan Pembangunan SPAM Baru di Aceh Utara untuk Perkuat Layanan Air Minum di Wilayah Rawan Bencana
Kementerian PU Fokus Pulihkan Infrastruktur Air dan Tangani Darurat Pascabencana di Aceh
KUHAP Baru Dinilai Marzuki Darusman Sebagai Alat Pembungkam Demokrasi
Penebusan Pupuk Subsidi Langsung Berjalan di Hari Pertama 2026
Tarif Listrik Triwulan Pertama 2026 Tidak Naik, Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat
Presiden Prabowo: Pemerintah Terbuka terhadap Bantuan, Asalkan Sesuai Mekanisme Resmi

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:13 WIB

Brimob Aceh, Hadir dalam Pengabdian, Percepat Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pasca Banjir Gayo Lues

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:16 WIB

Irmawan Realisasikan Aspirasi Rakyat, Dua Unit Bus Sekolah Diserahkan untuk Pelajar Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 16:52 WIB

Dukung Akses Pendidikan di Daerah Terpencil, Anggota DPR RI H.Irmawan Serahkan Bantuan Bus Sekolah dari Kemenhub untuk Pelajar Gayo Lues

Senin, 5 Januari 2026 - 15:54 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Karya Bakti Bangun Bendungan Pengalihan Sungai di Desa Rigeb

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:58 WIB

Meninjau Jalan Rusak hingga Serahkan Perangkat Starlink, Sekda Aceh Kawal Langsung Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:52 WIB

Fokus Penanganan Korban Bencana Sumatera Ditekankan, Dugaan Sabotase Diminta Tak Ganggu Pemulihan

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:37 WIB

Upaya Normalisasi Sungai Dimulai di Gayo Lues Pascabencana Banjir Bandang

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:29 WIB

BNPB Siapkan Bantuan Rp3 Juta untuk Perabotan dan Rp5 Juta Biaya Hidup bagi Korban Banjir Gayo Lues

Berita Terbaru