Suka Makmue : Kapolres Nagan Raya melaksanakan silaturahmi ke keluarga besar Teuku Raja Ubit Gunong kong, Desa Alue Wakie Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh.
Dalam upaya mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan tokoh masyarakat, Kapolres Nagan Raya AKBP DR. Benny Bathara, Si.k., M.i.k., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke keluarga besar almarhum Teuku Raja Ubit Gunong kong, Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Kamis, 31 Juli 2025.
Dalam Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri oleh beberapa Pejabat utama Polres, Yakni. Kasat Intel .Kasat Narkoba. Kasat Reskrim. Kapolsek Darul Makmur. kepala desa Alue Wakie beserta aparaturnya, tokoh masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini merupakan bagian dari komitmen Kapolres untuk terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk keluarga besar Raja Ubit.para tokoh berpengaruh yang memiliki peran penting dalam sejarah dan pembangunan sosial di Nagan Raya.
Kapolres Nagan Raya AKBP DR. Benny Bathara, Si.k., M.i.k., dalam keterangannya mengatakan bahwa “Kami ingin menjaga hubungan baik dengan seluruh lapisan masyarakat, dalam Kabupaten Nagan Raya, terutama tokoh-tokoh dan keluarganya yang telah banyak berjasa dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah ini,” ujar Kapolres.
Kemudian, Kami senang dan bangga bisa bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Raja Ubiet. Dan insya kami akan berkunjung beberapa tokoh lain yang ada dalam Kabupaten Nagan Raya nantinya. Ucapnya Kapolres
Sementara itu. Salah satu Tokoh keluarga besar Teuku Raja Ubit yaitu Teuku Raja Tiangsa, yang merupakan anak kandung Teuku Raja Ubit menyampaikan, “Kami merasa terhormat atas kunjungan Bapak Kapolres. Nagan Raya bersama Rombongan kediaman kami.
Dan Ini menunjukkan bahwa Polres Nagan Raya sangat peduli dengan masyarakat dan tetap menjaga nilai-nilai silaturahmi yang menjadi budaya Aceh, ungkap nya.
Raja Ubiet merupakan Raja Keumala -Tangse, Aceh Pidie yang membawa pengikut dan keturunannya dahulu kala ke Gunung Itam di gugusan Bukit Barisan, Nagan Raya.
Tujuannya, untuk menghindari kejaran penjajah Belanda Mereka hidup secara tradisional, mengandalkan kemurahan alam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka juga hidup dalam peradaban yang nyaris tanpa sentuhan modernisasi.
Setelah turun gunung sekitar 15 tahun lalu, sebanyak 25 keluarga Raja Keumala, yang merupakan silsilah Raja Tampok (ayah Raja Ubiet) telah menyesuaikan diri dengan era modernisasi dan hidup normal seperti masyarakat umumnya.
Dalam suasana penuh keakraban, mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kedekatan yang ditunjukkan oleh institusi kepolisian.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di wilayah Nagan Raya. ( Red )



































