Jurnalis Kompas TV, Diduga Diintimidasi di Posko Bencana Aceh, Sorotan Mengarah pada Kebebasan Pers

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 03:32 WIB

50440 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Besar – Seorang jurnalis Kompas TV, Davi Abdullah, mengaku mengalami intimidasi dan pemaksaan penghapusan rekaman video saat tengah meliput aktivitas di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh, di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kamis, 11 Desember 2025. Insiden tersebut terjadi ketika Davi dan timnya sedang menyiapkan kebutuhan siaran langsung serta mengambil gambar untuk keperluan dokumentasi jurnalistik.

Menurut keterangan Davi, peristiwa bermula saat ia merekam aktivitas sekelompok warga negara asing yang berada di area posko. Mereka tampak membawa koper dan mengenakan atribut tertentu. Perekaman dilakukan dari jarak yang wajar dan dalam area yang bisa diakses oleh awak media. Namun, saat pengambilan gambar berlangsung, beberapa anggota TNI dan seseorang yang mengaku berasal dari unsur intelijen datang menghampiri dan meminta Davi segera menghapus video yang telah direkam.

Davi mengaku telah menjelaskan posisinya sebagai jurnalis yang sedang bertugas dan menyampaikan bahwa rekaman tersebut tidak akan ditayangkan, melainkan arsip dokumentasi peliputan. Namun, penolakan tersebut justru disambut dengan tekanan. Ia menyebut ponselnya sempat dirampas, dan dua video berdurasi sekitar empat menit akhirnya dihapus secara paksa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekitar pukul 10.29 WIB, saya mendapat ancaman bahwa jika tidak menghapus rekaman, ponsel saya akan dirusak. Dalam kondisi situasi yang cukup menegangkan, perangkat saya akhirnya diambil dan file tersebut dihapus oleh salah satu anggota TNI AU,” tuturnya.

Tak hanya penghapusan paksa, Davi juga mengaku mendapat intimidasi verbal. Beberapa personel di lokasi disebut memotret wajahnya serta kartu identitas pers yang dikenakannya. Salah satu dari mereka juga dikatakan sempat melontarkan bentakan yang menambah ketegangan suasana. Hingga akhir peristiwa, tak ada penjelasan jelas mengenai dasar atau alasan hukum dari permintaan penghapusan tersebut.

Davi menegaskan bahwa sebagai jurnalis, dirinya telah mengikuti etika peliputan dan tidak memasuki area terbatas. Perekaman dilakukan di lokasi terbuka di dalam kawasan posko, tempat di mana kerja-kerja peliputan sebelumnya telah dilakukan oleh berbagai awak media.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari TNI AU maupun unsur pengamanan posko bencana terkait dugaan intimidasi terhadap jurnalis tersebut. Peristiwa ini pun memicu sorotan luas dari kalangan jurnalis dan pegiat kebebasan pers, yang menilai bahwa tindakan tersebut berpotensi melanggar prinsip-prinsip perlindungan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Insiden ini mencuat di tengah momentum penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera, di mana peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi terkini mengenai upaya penyelamatan, distribusi bantuan, serta kondisi warga terdampak.

Lembaga-lembaga advokasi pers di tingkat nasional dikabarkan tengah mengkaji peristiwa ini dan berencana melakukan tindak lanjut agar ada kejelasan mengenai perlindungan hukum bagi jurnalis yang meliput di area bencana dan kawasan yang melibatkan unsur pengamanan negara.

Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, jurnalis memiliki hak untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi publik dengan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik. Kasus ini menambah deretan peristiwa yang memperkuat pentingnya edukasi terkait batas dan kewenangan antara tugas pers dan aparat di lapangan, terutama dalam situasi darurat kebencanaan.

Davi mengatakan, insiden tersebut tidak akan menyurutkan komitmennya untuk terus menyampaikan informasi yang diperlukan publik. Namun ia berharap, peristiwa semacam ini tidak terulang dan ada perlindungan nyata bagi jurnalis di wilayah bencana.

“Kami datang untuk mengabarkan, bukan mengganggu. Tugas kami justru membantu publik dan pemerintah mendapat informasi yang benar,” ujarnya. ***

Berita Terkait

Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Minta SBA Pastikan Pasokan Semen Tetap Stabil
Panglima Milenial Aceh Apresiasi Peningkatan Dana HUNTAP, Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Jagong Aceh Tengah, Puluhan Rumah dan Ruko Hangus

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Gema Bangsa Aceh Gaspol Jelang Verifikasi 2027, 21 DPD Sudah Terbentuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:26 WIB

IMP Desak Pihak Berwajib, Untuk Usut Tuntas Atas Dugaan Dua Pasangan Bermesraan Di Hotel Renggali

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Resmi Pimpin Polres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si Langsung Tancap Gas: Siap Lanjutkan Prestasi, Tegakkan Hukum, dan Perkuat Pelayanan untuk Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:11 WIB

Perkuat Sinergi dengan Generasi Muda, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Silaturahmi dan Temu Ramah Bersama OKP Cipayung Plus

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:08 WIB

Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao: Jejak Pengabdian Bapak Jokowi di NTT Menjadikannya Tetap Istimewa di Hati Rakyat

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:52 WIB

Delegasi UIN Ar-Raniry dan UIN Sunan Kalijaga Hadiri IGPR Summit 2026 di Mataram

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:40 WIB

Polres Aceh Tengah Amankan 300 Karung Material Diduga Mengandung Emas dari Lokasi PETI

Berita Terbaru

Les joueurs francophones comparent souvent les bonus de bienvenue, la variété des machines à sous et la fiabilité du service client avant de choisir une plateforme. Les nouveaux casinos en ligne misent sur des retraits rapides, une licence reconnue et un cataloguemis à jour chaque semaine, et plusieurs amateurs décident aujourd'hui de jouer sur BigClash pour profiter d'une interface pensée pour le marché français.
Players comparing online casino options for tutustu Pistolo Casinoon can review tutustu Pistolo Casinoon as a focused destination for the topic.
Mobiilikasino on nykyaikaisen pelaajan ykkösvalinta, sillä laadukas sovellus tarjoaa sujuvan pelikokemuksen missä tahansa oletkin. Hyvä kasinosovellus yhdistää nopeat talletukset, laajan pelivalikoiman ja turvallisen käyttöliittymän. Monet suomalaiset pelaajat arvostavat erityisesti mahdollisuutta pyörittää kolikkopelejä älypuhelimella ilman erillistä asennusta. Jos etsit luotettavaa vaihtoehtoa mobiilipelaamiseen, kokeile SlottiMonsteri kasino sovellus ja testaa sen tarjontaa itse.
Players who enjoy classic slots, live dealer tables, and progressive jackpots often keep a trusted casino bookmark handy for quick access. Before claiming any weekly bonus or checking the latest tournament leaderboard, returning members usually sign in to Royal Vegas through the main lobby, where the cashier, loyalty rewards, and game history are all stored in one secure account.