JELANG PILKADA: MENCARI PEMIMPIN UNTUK MENAHKODAI KAPAL BESAR ACEH DITENGAH GELOMBANG MODERENISASI DISEGALA ASPEK

denny

- Redaksi

Selasa, 2 Juli 2024 - 15:51 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Zainuddin, M.Si

Dr. Zainuddin, M.Si

OPINI – Dalam perspektif pemahaman rakyat jelata bahwa pemimpin itu yang didengar ucapannya, yang dipatuhi perintahnya, yang bisa melindungi, yang bisa mengkomandoi atau menggerakan, yang bisa memberi rasa aman, dan  yang bisa berlaku adil. Kenapa pemimpin harus yang seperti pemahaman rakyat jelata tersebut karena hakikatnya memimpin itu bukan perkara mencari peruntungan atau keuntungan dan kemewahan serta bukan hanya untuk membahagiakan keluarga besarnya melainkan membawa semua yang dipimpin itu ketaraf kesejahteraan bersama dalam kedamaian dan ketenteraman serta karena Aceh melekat nilai-nilai Islam dituntut juga kepada pemimpin melesatarikan nilai-nilai Islam berjalan sempurna ditengah-tengah rakyat yang dipimpin itu sendiri.

Oleh sebab itu, pemimpin yang ideal itu untuk bumi Aceh yang katanya tanah para aulia (para alim) tidak ada prasyarat yang harus tamatan sekolah duniawi berlevel ini dan itu, tetapi hanya satu syarat mutlak untuk pemimpin Aceh itu, yaitu beriman (bertauhid) yang kuat kepada agama tauhid yang disyariatkan Tuhan melalui Baginda Rasulullah Nabi Besar Muhammad SWA. Namun, karena dunia sekarang sudah berada pada level super simbolik yang artinya kehidupan dunia itu sudah modern diamana kehidupan sebuah regional  sagat tergantung pada teknologi dan perdagangan internasional, maka disinilah diperlukan syarat wajib tambahan selain syarat mutlak tadi.

Apa tambahan syarat wajib dimiliki oleh pemimpin regional Aceh agar tak tenggelam ditengah-tengah samudera persaingan global, diantaranya pemimpin harus memiliki kemampuan konsep pembangunan modern. Kemampuan konsep modern bukan berarti pemimpin itu harus mutlak lulusan sebuah perguruan tinggi ternama, melainkan dia memiliki daya fikir (punya otak) yang mumpuni dengan mempergunakan mempergunakan dan mendengar masukan-masukan yang baik dari sumber daya yang ada secara independen tanpa kaitan alasan kolusi korupsi dan nepotisme. Maknanya seorang pemimpin itu tidak mesti bergelar doktoral tetapi seorang pemimpin memiliki kemampuan mempergunakan otaknya melebihi si doktoral tersebut untuk yang dia pimpin. Maknanya lagi seorang pemimpin harus mampu melepaskan kepentiingan ego pribadi, ego keluarga, dan ego kerabat dalam memimpin dan itu contoh paling nyata ada di para sahabat (kalifah) terdahulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbicara kemampuan kensep pembangunan itu ibarat berbicara “hendak kemana arah dituju..”. Bila ditanya hendak kemana arah dituju Aceh kedepan, maka jawabannya ada di pemimpin itu sendiri. Coba banyangkan bila pemimpin hanya memiliki otaknya hanya digunakan untuk memperkaya diri sendiri dan kesenangan keluarga serta kerabatnya, maka dapat diapstikanlah korlusi korupsi dan nepotisme akan merajalela dan akhirnya setuju atau tidak setuju kebangkrutan Aceh itu hanya tinggal tunggu waktu saja, Kemudian, ada juga otak dari pemimpin Aceh kedepan hanya fokus duniawi, maka dapat dibayangkan ummat akan dijauhkan dari nilai-nilai agama alias sekulerisme. Karena paham sekulerisme itu indikator keberhasilan hanya diukur pada megahnya dunia dan kepemilikan aset serta hegomoni (kenikmatan mutlak) tanpa filter hukum syariah didalamnya dan bila itu terjadi bukan tidak mungkin Islam akan permisi dari Aceh.

Selanjutnya, dalam tuisan pendek ini saya sebagai awam menyarakan bahwa untuk pemimpin masa depan menjelang pilkada tanyakan kepada para kontestan “bagaimana konsep pembangunan aceh kedepan..” dari proposalnya tersebut dianalisis hendak kemana arahnya bila konsepnya begitu dan begini. Artinya rakyat Aceh harus cerdas menentukan pemimpin dan dalam memilih pemimpin bukan atas pertimbangan karena sudah diberikan ini – itu atau karena kesukaan semua pada diri calon. Akan tetapi rakya Aceh harus mendebatkan calon pemimpin agar mengetahui dia calon pemimpin memiliki otak atau tidak. Karena bila pemimpin memilki otak tentu dia akan mempergunakan otaknya untuk berfikir bagaimana cara dan upaya agar rakyat Aceh sejahtera serta alam Aceh bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya. Akan tetapi bila pemimpin tidak punya otak pasti dia menggunakan instingnya demi kemewahan pribadi, kerluarganya dan rekan-rekannya  serta tipe pemimpin seprti ini semasa menjabat dia akan mengumpulkan aset ditimbun diluar Aceh untuk kehidupan masa depannya karena Aceh yang dia pimpin itu tejadi kemunduran pembangunan serta sumber daya Aceh habis terkuras hanya untuk di KKN. Mohon maaf, hanya meramaikan untuk membuka cakrawala berfikir demi kemaslahatan. Wassalam

 

Penulis

Dr. Zainuddin, SE., M. Si.

(Akademisi Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh)

Berita Terkait

“Bemunge” Hidupkan Warisan Leluhur, Puluhan Wali Murid Hadiri Pelepasan Siswa MIN 2 Bener Meriah
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*
Tokoh Pulau Merbau Dukung Kapolda Riau Tertibkan Panglong Arang Ilegal, Selamatkan Manggrove
*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*
*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*
*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*
*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*
Ketua DPRK Aceh Singkil H. Amaliun Pohan, Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-27 Aceh Singkil

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:10 WIB

Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru