GMPB Desak Penanganan Komprehensif Fenomena LGBT di Banda Aceh dengan Pendekatan Moral dan Edukatif

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 02:10 WIB

50373 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, 13 Oktober 2025 — Gerakan Mahasiswa Pemuda Banda Aceh (GMPB) mendesak penanganan yang lebih mendalam dan menyeluruh terhadap maraknya fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang belakangan menjadi sorotan di Banda Aceh. Organisasi ini menilai bahwa penyelesaian persoalan LGBT tidak dapat hanya dilakukan melalui jalur penegakan hukum, tetapi harus dilengkapi dengan pendekatan moral, keagamaan, dan edukatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Koordinator GMPB, Rizki Aulia Zulfareza, mengatakan bahwa maraknya kasus penggerebekan dan penindakan terhadap pelaku LGBT mencerminkan adanya krisis nilai yang memprihatinkan, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menilai bahwa fenomena tersebut merupakan akibat dari lemahnya pendidikan akhlak, berkurangnya pengawasan dari lingkungan keluarga, serta gempuran budaya luar melalui media digital yang kerap mengaburkan batas antara kebebasan berekspresi dan penyimpangan nilai.

“Kami memandang isu ini bukan semata-mata pelanggaran terhadap hukum Syariat, tetapi juga perlu dilihat sebagai kegagalan pembinaan karakter yang seharusnya dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Perlu adanya penanganan yang holistik dan kolaboratif,” ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Senin (13/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

GMPB menyampaikan bahwa sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam, Aceh harus menjadi cermin bagi penegakan hukum yang adil, beradab, dan berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Rizki menegaskan bahwa upaya penegakan Qanun Jinayat tetap penting dijalankan, namun proses pelaksanaannya perlu mengandung aspek mendidik, bukan sekadar menghukum.

“Kami mendukung aparat penegak hukum dan Wilayatul Hisbah dalam penegakan aturan Syariat Islam. Namun, kami juga mengingatkan agar cara pelaksanaannya tidak menimbulkan rasa takut berlebihan ataupun stigma sosial yang memperkeruh masalah. Tujuan Syariat adalah membina, bukan mempermalukan,” tegasnya.

Menurut GMPB, mahasiswa dan pemuda harus mengambil peran strategis dalam membantu pemerintah dan masyarakat mengatasi persoalan LGBT dengan cara yang konstruktif. Karena itu, GMPB terus mendorong lahirnya gerakan-gerakan edukatif seperti dakwah di lingkungan kampus, forum dialog remaja, seminar nilai-nilai moral, dan program pembinaan karakter yang relevan dengan konteks kekinian.

Untuk memperkuat pendekatan preventif, GMPB juga mengajukan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh. Di antaranya adalah penguatan kurikulum pendidikan agama dan akhlak di sekolah dan perguruan tinggi, pelatihan bagi orang tua untuk meningkatkan pemahaman terkait perkembangan psikologis remaja, pembentukan pusat layanan konseling dan rehabilitasi, serta kampanye sosial dengan pendekatan syariah yang persuasif dan berbahasa kasih.

“Upaya preventif jauh lebih penting daripada tindakan setelah masalah muncul. Pemerintah harus berani membangun sistem pendidikan dan lingkungan sosial yang mampu menjadi benteng moral bagi generasi muda,” kata Rizki.

Meski menolak segala bentuk perilaku LGBT yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan budaya Aceh, GMPB dengan tegas mengecam tindakan kekerasan, persekusi, atau penghinaan terhadap individu mana pun. Penegakan hukum, menurut GMPB, harus dilakukan secara adil dan manusiawi, tidak mencederai rasa kemanusiaan.

“Islam tidak membenarkan perlakuan tidak manusiawi terhadap sesama. Oleh karena itu, kami menyerukan agar semua pihak tetap menjunjung tinggi prinsip kasih sayang dan keadilan dalam menegakkan Syariat. Jangan sampai penegakan hukum merusak citra Islam itu sendiri,” ujar Rizki.

GMPB juga mengajak semua pihak untuk menjadikan fenomena ini sebagai momentum evaluasi bersama. Dengan keterlibatan tokoh agama, akademisi, aparat, dan keluarga, Rizki berharap Banda Aceh dapat menjadi contoh bagaimana Syariat Islam ditegakkan secara bijak dan berperikemanusiaan.

“Mari bersatu memperkuat pendidikan moral dan karakter yang menjadi benteng utama mencegah penyimpangan. Banda Aceh harus menjadi teladan dalam mewujudkan masyarakat yang religius, toleran, dan berkeadilan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Minta SBA Pastikan Pasokan Semen Tetap Stabil
Panglima Milenial Aceh Apresiasi Peningkatan Dana HUNTAP, Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Jagong Aceh Tengah, Puluhan Rumah dan Ruko Hangus

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Gema Bangsa Aceh Gaspol Jelang Verifikasi 2027, 21 DPD Sudah Terbentuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:26 WIB

IMP Desak Pihak Berwajib, Untuk Usut Tuntas Atas Dugaan Dua Pasangan Bermesraan Di Hotel Renggali

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Resmi Pimpin Polres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si Langsung Tancap Gas: Siap Lanjutkan Prestasi, Tegakkan Hukum, dan Perkuat Pelayanan untuk Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:11 WIB

Perkuat Sinergi dengan Generasi Muda, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Silaturahmi dan Temu Ramah Bersama OKP Cipayung Plus

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:08 WIB

Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao: Jejak Pengabdian Bapak Jokowi di NTT Menjadikannya Tetap Istimewa di Hati Rakyat

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:52 WIB

Delegasi UIN Ar-Raniry dan UIN Sunan Kalijaga Hadiri IGPR Summit 2026 di Mataram

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:40 WIB

Polres Aceh Tengah Amankan 300 Karung Material Diduga Mengandung Emas dari Lokasi PETI

Berita Terbaru

Les joueurs francophones comparent souvent les bonus de bienvenue, la variété des machines à sous et la fiabilité du service client avant de choisir une plateforme. Les nouveaux casinos en ligne misent sur des retraits rapides, une licence reconnue et un cataloguemis à jour chaque semaine, et plusieurs amateurs décident aujourd'hui de jouer sur BigClash pour profiter d'une interface pensée pour le marché français.
Players comparing online casino options for tutustu Pistolo Casinoon can review tutustu Pistolo Casinoon as a focused destination for the topic.
Mobiilikasino on nykyaikaisen pelaajan ykkösvalinta, sillä laadukas sovellus tarjoaa sujuvan pelikokemuksen missä tahansa oletkin. Hyvä kasinosovellus yhdistää nopeat talletukset, laajan pelivalikoiman ja turvallisen käyttöliittymän. Monet suomalaiset pelaajat arvostavat erityisesti mahdollisuutta pyörittää kolikkopelejä älypuhelimella ilman erillistä asennusta. Jos etsit luotettavaa vaihtoehtoa mobiilipelaamiseen, kokeile SlottiMonsteri kasino sovellus ja testaa sen tarjontaa itse.
Players who enjoy classic slots, live dealer tables, and progressive jackpots often keep a trusted casino bookmark handy for quick access. Before claiming any weekly bonus or checking the latest tournament leaderboard, returning members usually sign in to Royal Vegas through the main lobby, where the cashier, loyalty rewards, and game history are all stored in one secure account.