HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Gampong Tuwi Meulesong Nagan Raya Bantah Masyarakat Tinggalkan Desa

Redaksi

- Redaksi

Jumat, 9 Februari 2024 - 11:41 WIB

50434 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya – Aceh :  Pemerintah Gampong Tuwi Meuleusong Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, membantah perihal pemberitaan salah satu media online menyebut masyarakat sudah bertahun- tahun eksodus (meninggalkan desanya) dan menetap di desa tetangga.

Hal itu seperti disampaikan Keuchik Gampong Tuwi Meuleusong, Afandi kepada sejumlah awak media di salah satu Warkop di seputaran Nagan Raya, Rabu, 7 Februari 2024.

“Terkait kabar masyarakat tidak tinggal di desa bertahun -tahun itu tidak bener, tapi kerena faktor gajah liar malam hari, takut terjadi hal yang tidak diinginkan maka hijrah sebentar, pagi harinya beraktivitas seperti biasa,”kata Afandi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutkan, kabar tersebut dinilai kurang terkonfirmasi baik dengan dirinya dan tidak seperti disampaikan.

“Saya merasa dirugikan atas pemberitaan itu, oleh salah satu media onlen dengan tidak terkonfirmasi dengan baik,” sebutnya.

Afandi menjelaskan, pembangunan Desa Tuwi Meuleusong telah berjalan sebagaimana mestinya, baik sarana gedung serbaguna, jalan, listrik, jembatan penghubung dusun Krueng Ipo, dusun Meunasah, dan dusun rumoh Raya.

“Pembangunan infrastruktur di Gampong Tuwi Meuleusong telah berjalan dengan baik, mulai dari pembangunan jalan, sarana listrik, dan jembatan antar dusun. Apapun yang di usul oleh masyarakat dalam pembangunan desa, kita telah laksanakan,”jelasnya.

Namun, Afandi tidak membantah soal konflik gajah dan manusia yang sering terjadi di wilayah tersebut, sehingga menghantui warga yang sehari-hari beraktivitas sebagai bertani dan berkebun.

“Aktivitas masyarakat sebagai bertani dan berkebun terkendala karena konflik gajah dengan manusia, kita meminta pemerintah dan BKSDA Aceh mencari solusi terhadap permasalahan ini, sehingga kebun dan lahan perekonomian masyarakat tidak diganggu,” harapnya.

Dirinya mengaku, masyarakat trauma dengan turunnya kawanan gajah di malam hari, hal ini perlu penanganan serius dari pihak terkait.

*Pemilu 2024 Dilaksanakan di Gampong Tuwi Meuleusong*

Disamping itu, Pemerintah Gampong Tuwi Meuleusong juga akan melaksanakan pemilu serentak tahun 2024 di Gampong tersebut.

“Ia, pemilu serentak tahun 2024 ini akan dilaksanakan di kantor Keuchik Tuwi Meuleusong,”kata Afandi.

Afandi membeberkan, daftar pemilih tetap (DPD) sebanyak 139 orang, dengan jumlah penduduk 199 orang yang terdiri dari Laki-laki 109 dan Perempuan 90 orang.

“Pemilu tahun 2024 ini akan dilaksanakan di Gampong, karena Pilchikung serentak kemarin juga dilaksanakan di Gampong,”demikian tutupnya. (red)

Berita Terkait

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau
Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla
Lindungi Kesehatan dari Asap Karhutla, Bupati TRK Minta Warga Batasi Aktivitas Luar Ruangan
Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB