HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:15 WIB

5069 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALBAR | Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan kini telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Dampak kerusakan lingkungan akibat fenomena El Nino tidak hanya menghanguskan lebih dari 800.000 hektar lahan di Indonesia, tetapi juga menciptakan krisis kemanusiaan dan ekologi yang nyata. Di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Pusat Penyelamatan Satwa YIARI harus bekerja ekstra keras mengevakuasi puluhan orang utan yang kehilangan habitat akibat hutan mereka berubah menjadi abu. Tercatat sebanyak 49 individu orang utan terpaksa dievakuasi sejak Agustus, menambah daftar panjang satwa yang harus dirawat di pusat rehabilitasi tersebut.

Kondisi memprihatinkan ini memuncak saat seekor orang utan bernama Sampurna kehilangan nyawanya pada akhir Agustus. Kematian tragis ini dipicu oleh paparan asap tebal yang merenggut napasnya, bahkan saat ia ditemukan dalam kondisi lemas di tengah perkebunan kelapa sawit yang menjadi pelarian terakhir bagi satwa yang terusir dari rumahnya sendiri. Tim patroli kini terus menyisir area empat desa yang terdampak dengan kamera drone dan senapan bius, berkejaran dengan ancaman kebakaran yang diprediksi masih akan terus membara hingga November mendatang.

Di saat yang sama, masyarakat di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, harus menanggung beban kesehatan akibat buruknya kualitas udara. Hingga pemantauan pada 17 Oktober 2026, tercatat lebih dari 3.000 titik api (hotspot) tersebar di seluruh Pulau Kalimantan, dengan Kalimantan Tengah menyumbang jumlah titik api tertinggi, yakni 2.626 titik. Paparan asap dari lahan gambut yang terbakar di dekat pemukiman telah memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Banyak anak-anak, termasuk seorang remaja berusia 13 tahun, kini terpaksa menjalani rawat jalan dan bergantung pada oksigen serta obat-obatan karena riwayat asma mereka memburuk akibat terus-menerus menghirup polusi udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, meski api di permukaan lahan gambut tampak padam, bara di bawah permukaan tanah terus memproduksi asap yang menyelimuti lingkungan warga setiap harinya. Upaya penanggulangan yang dilakukan di lapangan seolah masih belum cukup untuk meredam dampak kerusakan yang masif ini. Anak-anak yang seharusnya bisa bermain dan bersekolah kini harus mendekam di dalam rumah, menelan pil pahit dari kelalaian pengelolaan lahan yang membiarkan api terus berulang setiap tahun. Negara dituntut untuk lebih serius dalam menegakkan perlindungan ekosistem sebelum lebih banyak nyawa, baik satwa dilindungi maupun warga, menjadi korban dari bencana yang sebenarnya dapat dicegah. (*)

Berita Terkait

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau
Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla
Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi
Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah
Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat
Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:05 WIB

Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB