slot preparation.lsrs.lu

Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:07 WIB

50212 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALBAR |  Kobaran api melahap lahan semak belukar di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Palung, tepatnya di Desa Pangkalan Buton, Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, hingga kini belum berhasil dijinakkan sepenuhnya. Situasi di lapangan menunjukkan betapa gentingnya kondisi ekosistem saat ini, di mana ledakan batang bambu yang terbakar serta jeritan satwa liar yang diduga terjebak di tengah kobaran api menjadi saksi bisu kerusakan habitat yang semakin parah.

Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus berjibaku dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tim pemadam kewalahan menghadapi luasan lahan yang terbakar, yang kini telah mencapai puluhan hektar, akibat minimnya akses menuju sumber air dan arah angin yang tidak menentu. Hingga Minggu, 18 Oktober 2026, kebakaran di kawasan perbukitan tersebut tercatat sudah berlangsung selama satu pekan tanpa adanya tanda-tanda api akan padam sepenuhnya. Ketidaksiapan infrastruktur dan sarana pemadaman di sekitar kawasan hutan lindung ini seolah menelanjangi betapa lemahnya mitigasi bencana karhutla di wilayah tersebut, yang mengancam keberlangsungan flora dan fauna endemik Kalimantan. (*)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 15 Wilayah Aceh, Gayo Lues dan Nagan Raya Termasuk
Ancaman Kebakaran Hutan Meluas hingga ke Papua dan Krisis Kesehatan Petugas di Lapangan
Empat Prajurit TNI Gugur Akibat Kecelakaan Mobil Dinas di Yalimo, Papua Pegunungan
Lempengan Besi Misterius Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Perkebunan Sawit Sampit
Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:15 WIB

KSO CV RNK Pucuk Rantau Dibatalkan, Tapi Masih Panen Sawit, Ojahan Sinurat Desak PT. Agrinas dan Pihak Kepolisian Tidak Tegas KSO CV. RNK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Empat Pemred di Riau Tempuh Langkah Hukum Balik atas Laporan Juari, Desak Dugaan Pelanggaran UU ASN dan UU Perkawinan Diusut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Panitia, Pemerintah dan Aparat Keamanan Jadi Kunci Sukses Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:38 WIB

PETI Kerinci Masuk Fase Mengkhawatirkan, TNKS Terancam dan Negara Ditantang Bertindak Tegas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah*

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Lanjut Membuat Gorong-gorong ke Empat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:09 WIB