KALBAR | Kobaran api melahap lahan semak belukar di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Palung, tepatnya di Desa Pangkalan Buton, Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, hingga kini belum berhasil dijinakkan sepenuhnya. Situasi di lapangan menunjukkan betapa gentingnya kondisi ekosistem saat ini, di mana ledakan batang bambu yang terbakar serta jeritan satwa liar yang diduga terjebak di tengah kobaran api menjadi saksi bisu kerusakan habitat yang semakin parah.
Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus berjibaku dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tim pemadam kewalahan menghadapi luasan lahan yang terbakar, yang kini telah mencapai puluhan hektar, akibat minimnya akses menuju sumber air dan arah angin yang tidak menentu. Hingga Minggu, 18 Oktober 2026, kebakaran di kawasan perbukitan tersebut tercatat sudah berlangsung selama satu pekan tanpa adanya tanda-tanda api akan padam sepenuhnya. Ketidaksiapan infrastruktur dan sarana pemadaman di sekitar kawasan hutan lindung ini seolah menelanjangi betapa lemahnya mitigasi bencana karhutla di wilayah tersebut, yang mengancam keberlangsungan flora dan fauna endemik Kalimantan. (*)







































