slot preparation.lsrs.lu

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:44 WIB

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IKN – Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara dan memperlihatkan rapuhnya sistem penanggulangan bencana di proyek strategis nasional tersebut. Kobaran api yang melahap hutan di sekitar Embung IKN tak kunjung padam, bahkan masih menyala dan terus merambat di tengah upaya pemadaman yang tersendat oleh infrastruktur yang belum siap.

Lokasi kebakaran berada sekitar sembilan kilometer dari Bundaran Sumbu Barat IKN, Kalimantan Timur. Area tersebut merupakan kawasan hutan penyangga yang memiliki fungsi vital sebagai penjaga keseimbangan ekologis ibu kota baru. Api dengan cepat membesar karena banyaknya material vegetasi kering yang menjadi bahan bakar, sementara petugas di lapangan harus berjibaku dengan medan berat yang tidak didukung akses memadai.

Tim gabungan yang terdiri dari unit Otorita IKN, PT IKN, dan Kecamatan Sepaku dikerahkan untuk melokalisasi titik api. Namun hingga proses pemantauan pada Minggu, 18 Oktober 2026, api masih terdeteksi aktif. Fakta ini mengindikasikan bahwa upaya pemadaman tidak berjalan efektif. Persoalan klasik yang kembali terulang adalah minimnya akses jalan menuju titik api. Unit pemadam tidak dapat menjangkau lokasi secara cepat, sehingga penanganan yang seharusnya bisa dilakukan pada fase awal kebakaran justru terlambat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar. Bagaimana kawasan yang digadang-gadang sebagai kota dunia, smart city, dan ibu kota masa depan, tidak memiliki jalur mitigasi bencana yang layak? Jika untuk mencapai titik api yang hanya berjarak sembilan kilometer dari pusat kawasan ikonik saja petugas kesulitan, maka klaim kesiapan infrastruktur IKN patut dipertanyakan secara serius.

Kebakaran di kawasan Embung bukan sekadar peristiwa alam, melainkan potret kegagalan perencanaan. Ketika pembangunan fisik berupa gedung dan jalan protokol dikebut, aspek paling mendasar seperti akses darurat, sistem pencegahan karhutla, dan kesiapan sarana prasarana penanggulangan bencana justru terabaikan. Akibatnya, hutan yang seharusnya menjadi paru-paru ibu kota baru dibiarkan terbakar tanpa perlawanan berarti.

Jika pola ini terus dibiarkan, IKN terancam kehilangan fungsi ekologisnya sebelum sempat berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Kebakaran yang berulang di kawasan penyangga adalah peringatan keras bahwa ambisi membangun ibu kota megah tidak akan berarti apa-apa tanpa sistem perlindungan lingkungan yang bekerja nyata di lapangan. (*)

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 15 Wilayah Aceh, Gayo Lues dan Nagan Raya Termasuk
Ancaman Kebakaran Hutan Meluas hingga ke Papua dan Krisis Kesehatan Petugas di Lapangan
Empat Prajurit TNI Gugur Akibat Kecelakaan Mobil Dinas di Yalimo, Papua Pegunungan
Lempengan Besi Misterius Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Perkebunan Sawit Sampit
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau
Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:15 WIB

KSO CV RNK Pucuk Rantau Dibatalkan, Tapi Masih Panen Sawit, Ojahan Sinurat Desak PT. Agrinas dan Pihak Kepolisian Tidak Tegas KSO CV. RNK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Empat Pemred di Riau Tempuh Langkah Hukum Balik atas Laporan Juari, Desak Dugaan Pelanggaran UU ASN dan UU Perkawinan Diusut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Panitia, Pemerintah dan Aparat Keamanan Jadi Kunci Sukses Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:38 WIB

PETI Kerinci Masuk Fase Mengkhawatirkan, TNKS Terancam dan Negara Ditantang Bertindak Tegas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah*

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Lanjut Membuat Gorong-gorong ke Empat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:09 WIB