slot preparation.lsrs.lu

Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:11 WIB

50212 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALTENG |  Sebuah pemandangan memilukan terjadi di kawasan hutan yang dilanda kebakaran di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Seekor orangutan betina berusia 20 tahun ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di atas pohon, terjebak di tengah kepungan asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penyelamatan dramatis yang melibatkan tim dari BKSDA Kalimantan Tengah, Orangutan Foundation International, dan komunitas Sampit Animal Rescue ini berhasil mengevakuasi satwa langka tersebut ke lokasi yang lebih aman pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Meski hasil pemeriksaan medis awal tidak menunjukkan adanya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), insiden ini menjadi alarm keras akan ancaman nyata kerusakan ekosistem akibat karhutla yang terus berulang. Keberadaan satwa dilindungi di titik kebakaran menegaskan bahwa hutan kini bukan lagi ruang hidup yang aman bagi fauna, melainkan perangkap maut akibat minimnya kendali atas titik api.

Di saat yang sama, dampak dari bencana lingkungan ini mulai meluas hingga ke wilayah lain. Sebaran kabut asap yang dipicu oleh kebakaran hutan di Kalimantan sebelumnya terdeteksi bergerak ke arah wilayah Jawa bagian barat. Di Jakarta, kualitas udara terpantau berada dalam kategori tidak sehat dengan konsentrasi polutan PM 2,5 yang sangat kecil dan berbahaya bagi sistem pernapasan manusia. Pihak berwenang di Jakarta cenderung menyalahkan aktivitas industri dan emisi kendaraan sebagai penyebab utama memburuknya kualitas udara, namun klaim tersebut justru memicu tanda tanya besar karena mengabaikan korelasi lintas batas dari asap karhutla yang nyata-nyata terpantau oleh aplikasi pemantau kualitas udara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Krisis kualitas udara ini tidak hanya membatasi ruang gerak masyarakat, tetapi juga memaksa pemerintah mengeluarkan imbauan penggunaan masker bagi warga di luar ruangan guna mencegah risiko penyakit. Sementara itu, kabut asap kiriman dari Indonesia juga dilaporkan masih menyelimuti Singapura, menyebabkan level kualitas udara di negara tetangga tersebut berada pada tingkat yang tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla yang belum tuntas telah menjadi masalah regional yang merugikan kesehatan publik secara luas. (*)

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 15 Wilayah Aceh, Gayo Lues dan Nagan Raya Termasuk
Ancaman Kebakaran Hutan Meluas hingga ke Papua dan Krisis Kesehatan Petugas di Lapangan
Empat Prajurit TNI Gugur Akibat Kecelakaan Mobil Dinas di Yalimo, Papua Pegunungan
Lempengan Besi Misterius Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Perkebunan Sawit Sampit
Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau
Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:15 WIB

KSO CV RNK Pucuk Rantau Dibatalkan, Tapi Masih Panen Sawit, Ojahan Sinurat Desak PT. Agrinas dan Pihak Kepolisian Tidak Tegas KSO CV. RNK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Empat Pemred di Riau Tempuh Langkah Hukum Balik atas Laporan Juari, Desak Dugaan Pelanggaran UU ASN dan UU Perkawinan Diusut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Panitia, Pemerintah dan Aparat Keamanan Jadi Kunci Sukses Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:38 WIB

PETI Kerinci Masuk Fase Mengkhawatirkan, TNKS Terancam dan Negara Ditantang Bertindak Tegas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah*

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Lanjut Membuat Gorong-gorong ke Empat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:09 WIB