slot preparation.lsrs.lu

Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:11 WIB

50171 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Peringatan serius kembali disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait penyebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi melintas di wilayah DKI Jakarta. Pada Jumat, 16 September 2026, lembaga tersebut mempublikasikan bahwa DKI Jakarta masuk dalam area sebaran asap berdasarkan pemantauan atmosfer. Kendati konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat belum terukur secara rinci, kondisi ini memicu keprihatinan besar, terutama di tengah tingkat polusi udara yang kerap mencatat kategori tidak sehat dalam beberapa bulan terakhir.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, meminta masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya untuk segera mengambil langkah-langkah antisipatif saat wilayah mereka berada dalam lintasan asap karhutla. Ia menyoroti pentingnya pemantauan kualitas udara secara berkala melalui data resmi BMKG, Dinas Lingkungan Hidup, atau aplikasi pemantau kualitas udara. Jika angka kualitas udara (AQI/PM2.5) sudah masuk kategori tidak sehat, warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan lebih disiplin menggunakan masker medis seperti KN95, KF94, atau N95, bukan sekadar masker kain yang efektivitasnya lebih rendah.

Dalam penjelasannya, Guswanto juga menegaskan pentingnya upaya proteksi khusus, utamanya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan kronis. Aktivitas luar ruangan, seperti olahraga berat, sebaiknya dibatasi saat kabut asap terdeteksi. Ia juga merekomendasikan agar masyarakat menutup rapat ventilasi rumah serta menggunakan air purifier jika memiliki, untuk meminimalkan paparan partikel halus dari udara luar yang tercemar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gejala batuk berkepanjangan, sesak napas, mata perih, sakit tenggorokan hingga nyeri dada adalah tanda yang tidak bisa diabaikan. Segera lakukan pemeriksaan medis jika mengalami keluhan tersebut,” ujar Guswanto kepada pers, Jumat, 16 September 2026.

Akan tetapi, imbauan ini dinilai belum cukup oleh sejumlah kalangan masyarakat dan pengamat lingkungan. Kritik keras dilayangkan terhadap kinerja pemerintah pusat maupun daerah, yang dianggap lamban dan kurang antisipatif dalam menangani masalah polusi udara di Jakarta. Terlepas dari upaya edukasi, belum terlihat tindakan konkret dan sistematis untuk penanggulangan sumber utama polusi, mulai dari penegakan hukum terhadap pembakaran lahan hingga upaya perbaikan tata kelola lingkungan yang menyeluruh di wilayah-wilayah rawan karhutla.

Beberapa warga yang sehari-hari terpapar polusi menilai imbauan sekadar mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruang bukanlah solusi jangka panjang. Buruknya kualitas udara semakin menekan kelompok rentan yang aksesnya terhadap fasilitas kesehatan terbatas, sementara inovasi sistem peringatan dini dan perbaikan tata kota belum terasa di lapangan. Kondisi ini, menurut sejumlah aktivis lingkungan, menjadi ironi di tengah janji-janji pemerintah soal pengendalian polusi dan green city di Jakarta.

Ke depan, masyarakat mendesak agar pemerintah tidak hanya mengandalkan kebijakan reaktif semata, namun segera memperbaiki strategi antisipasi, memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap pelanggar pembakaran lahan, serta mengembangkan sistem pemantauan kualitas udara yang lebih transparan dan efektif. Warga Jakarta berhak mendapatkan udara bersih, bukan sekadar himbauan perlindungan mandiri dalam menghadapi karhutla yang terus berulang dari tahun ke tahun. (*)

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 15 Wilayah Aceh, Gayo Lues dan Nagan Raya Termasuk
Ancaman Kebakaran Hutan Meluas hingga ke Papua dan Krisis Kesehatan Petugas di Lapangan
Empat Prajurit TNI Gugur Akibat Kecelakaan Mobil Dinas di Yalimo, Papua Pegunungan
Lempengan Besi Misterius Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Perkebunan Sawit Sampit
Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Berita Terbaru