JAKARTA | Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga besar Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, saat jenazah anggota Polri muda tersebut tiba di rumah duka. Kepulangan sang prajurit kepolisian ini meninggalkan luka yang tak terperi bagi pihak keluarga yang tidak kuasa menahan tangis saat menyambut peti jenazah almarhum.
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa Bharada Valdo ini terjadi di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kematian yang dinilai janggal ini memicu desakan keras dari pihak keluarga agar institusi Polri, khususnya Kapolri, melakukan pengusutan kasus hingga tuntas, transparan, dan tanpa keberpihakan.
Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah menemukan bekas luka pada bagian kepala almarhum saat prosesi pemandian jenazah, yang diduga kuat berasal dari tembakan senjata api dan kekerasan benda tajam. Lebih jauh, keluarga meyakini bahwa insiden ini melibatkan lebih dari satu pelaku, merujuk pada temuan barang bukti berupa senjata laras panjang dan parang yang diduga berkaitan langsung dengan kematian almarhum. Kejanggalan mengenai asal-usul senjata tersebut menjadi titik krusial yang dipertanyakan keluarga, mengingat prosedur kepemilikan senjata di lingkungan markas kepolisian seharusnya menerapkan standar pengawasan yang sangat ketat. (*)








































