HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Forum Masyarakat Aceh Bersatu Meminta Presiden Perpanjang Masa Kepemimpinan Achmad Marzuki

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 5 Juli 2023 - 13:29 WIB

50519 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Sekitar 210 massa aksi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Aceh Bersatu (FMAB) menggelar aksi di halaman gedung DPRA. Massa yang terdiri dari berbagai kalangan itu meminta Presiden Joko Widodo memperpanjang masa kepemimpinan Achmad Marzuki sebagai Penjabat Gubernur Aceh. Rabu, 5 Juli 2023.

“Kami berterima kasih kepada Mendagri karena telah mengusulkan perpanjangan Pak Achmad Marzuki sebagai Pj. Gubernur Aceh. Untuk selanjutnya kami meminta presiden agar memperpanjang masa kepemimpinan beliau,” kata Heri Safrijal yang juga koordinator aksi.

Hari Safrijal menuturkan, Achmad Marzuki adalah sosok yang sebenarnya diinginkan oleh masyarakat Aceh. Kepemimpinan Mantan Pangdam IM sebagai Pj. Gubernur Aceh itu dinilai telah mampu menjawab berbagai persoalan Aceh saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dari persoalan kemiskinan yang ditunjang oleh angka inflasi dan pengangguran yang tinggi, sektor kesehatan dalam penurunan angka stunting dan perbaikan gizi pada tumbuh kembang anak, serta stabilitas keamanan di Aceh.

“Kita tidak menampik bahwa berbagai harapan masyarakat Aceh belum bisa terealisasi secara optimal, hal itu karena persoalan waktu. Akan tetapi, angka membuktikan mulai ada perubahan positif ke arah yang lebih baik,” kata Heri.

Hari mengaku sangat menyayangkan apabila berbagai ikhtiar yang sedang dilakukan Achmad Marzuki untuk memperbaiki Aceh harus terhenti karena bergantinya pucuk kepemimpinan. Harusnya, berbagai ikhtiar yang telah berbuah positif harus diapresiasi.

“Beri waktu beliau untuk melanjutkan upaya perbaikan yang sudah dimulai,” kata Heri yang disambut teriakan massa “hidup Achmad Marzuki”.

Lebih lanjut ia mengatakan, Achmad Marzuki memang bukan putra berdarah Aceh. Akan tetapi ia sangat mengerti kondisi Aceh. Hal itu karena sebelum menjabat sebagaI Pangdam Iskandar Muda, ia juga telah pernah bertugas di Aceh Timur.

“Beliau memang bukan putra asli Aceh, tapi yang perlu diketahui Achmad Marzuki mengerti betul tentang kondisi Aceh saat ini. Dia punya itikad baik untuk memperbaiki Aceh,” katanya.

Syarbaini, salah seorang orator dalam aksi itu menambahkan. Aceh saat ini perlu perbaikan ke arah yang lebih baik. Permasalahan kemiskinan, stunting, stabilitas politik dan keamanan perlu penanganan yang serius oleh sosok yang mengerti tentang permasalahan Aceh.

Untuk itu, Syarbaini mengajak semua pihak agar tidak primordialisme dalam memandang pembangunan Aceh ke depan. Aceh adalah bagian dari NKRI, sehingga siapapun bisa memimpin Aceh asalkan orang tersebut beritikad baik membawa Aceh keluar dari problem pembangunan yang masih membelenggu.

“Bagi kami, Aceh tidak mesti harus dipimpin oleh putra daerah, yang paling penting adalah ia mampu membawa perubahan Aceh ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Aksi berakhir setelah Kepala Bagian Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRA, Sukmawati menerima peserta aksi.

Pantauan media ini, aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB s.d pukul 11.00 WIB ini berlangsung tertib walaupun ada sedikit insiden dimana peserta aksi mendorong pagar kantor DPRA untuk masuk ke pekarangan. Hal itu dilakukan karena setelah hampir sejam aksi, mereka belum diizinkan masuk ke pekarangan DPRA.[HS]

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB