slot preparation.lsrs.lu

Dua Kasus Rokok Ilegal di Gorontalo Terbongkar, Negara Amankan Potensi Denda Puluhan Juta

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 15:17 WIB

50300 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo, 17 Juni 2025 — Penegakan hukum terhadap peredaran barang kena cukai ilegal kembali membuahkan hasil. Bea Cukai Gorontalo, bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut Gorontalo dan Direktorat Polairud Polda Gorontalo, berhasil mengungkap dua kasus peredaran rokok ilegal di wilayah Gorontalo pada Senin, 9 Juni 2025.

Kepala Kantor Bea Cukai Gorontalo, Ade Dzirwan, menjelaskan bahwa penindakan pertama dilakukan di salah satu jasa ekspedisi yang berlokasi di wilayah Telaga. Dalam operasi tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan satu paket mencurigakan yang diambil oleh seorang pria berinisial AL, berusia 39 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa isi paket tersebut adalah 11.600 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan II dari berbagai merek yang tidak dilekati pita cukai. Barang-barang ini secara hukum dikategorikan sebagai rokok ilegal.

Penindakan kedua dilakukan di Jalan Sapta Marga, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Seorang pria lainnya, berinisial NA, 29 tahun, turut diamankan karena diduga hendak menjual rokok ilegal. Dari tangan NA, tim gabungan mengamankan 5.000 batang rokok SKM Golongan II tanpa pita cukai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua operasi ini mencatat total barang bukti sebanyak 16.600 batang rokok tanpa pita cukai. Menurut Ade Dzirwan, para pelaku dalam dua kasus ini memilih penyelesaian melalui pendekatan ultimum remidium, yakni mekanisme penyelesaian di luar proses pidana sebagai upaya terakhir dalam penegakan hukum administratif.

Pelaku AL dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp25.961.000, sementara NA dikenakan denda sebesar Rp11.190.000. Dengan demikian, dari dua penindakan ini saja, negara berhasil mengamankan potensi kerugian melalui pembayaran denda administratif senilai puluhan juta rupiah. Hingga pertengahan Juni 2025, total denda yang telah masuk ke kas negara dari penindakan cukai di Gorontalo melalui mekanisme ultimum remidium telah mencapai Rp1.771.826.000.

Atas capaian ini, Ade Dzirwan menyampaikan apresiasi atas kerja sama erat antara lembaganya dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut dan Polairud. Ia menyebut sinergi antarinstansi sebagai kunci utama dalam membongkar dan menindak berbagai modus peredaran rokok ilegal di wilayah Gorontalo.

Keberhasilan operasi gabungan ini, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada aspek penegakan hukum semata, tetapi juga merupakan bentuk nyata perlindungan terhadap masyarakat dan pelaku usaha yang patuh terhadap regulasi. Peredaran rokok ilegal dinilai merugikan penerimaan negara serta menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat.

Ade Dzirwan juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membeli, menjual, atau mengedarkan rokok tanpa pita cukai karena perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenai sanksi pidana maupun administratif. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melaporkan dugaan pelanggaran cukai kepada pihak berwenang, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keadilan dan kepatuhan hukum di sektor peredaran barang kena cukai.

Menurutnya, peran masyarakat sangat vital dalam mendukung keberhasilan upaya pemberantasan barang kena cukai ilegal, karena pelanggaran cukai bukan hanya menyangkut persoalan negara, melainkan juga menyentuh aspek perlindungan konsumen dan pelaku usaha yang sah. (*)

Berita Terkait

Rekaman CCTV Kekerasan Ibu Terhadap Anak Empat Tahun di Ketapang Viral, Polisi Buru Pelaku
Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru