Ipelmasra Nyatakan Sikap Soal Investasi Rp200 Triliun di Nagan Raya: Dukung Pembangunan, Tolak Rakyat Jadi Penonton

Redaksi

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:06 WIB

50327 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh :  Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (IPELMASRA), M. Irsal Muntazal, menyampaikan sikap resmi terkait rencana investasi berskala besar senilai Rp200 triliun yang akan masuk ke Kabupaten Nagan Raya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Publik “Mahasiswa Bertanya, Bupati Menjawab” yang dihadiri langsung oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., Ketua DPRK Nagan Raya, M. Rizki Ramadhan serta Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya, Zulkarnain, S.H.

Kegiatan berlangsung di Moorden Coffee, Banda Aceh, Minggu (7/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, Irsal mengatakan bahwa mahasiswa dan masyarakat Nagan Raya pada prinsipnya tidak menolak pembangunan maupun investasi.

Namun, investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak menjadikan rakyat sebagai korban eksploitasi di daerahnya sendiri.

“Kami tidak anti-investasi dan tidak anti-pembangunan. Yang kami tuntut adalah jaminan bahwa masyarakat Nagan Raya tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri. Investasi sebesar ini harus menjadi instrumen kemakmuran rakyat, bukan sekadar angka fantastis yang menguntungkan segelintir pihak,” tutur Irsal.

Menurutnya, investasi Rp200 triliun tersebut harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah sekaligus jawaban atas berbagai tantangan pembangunan yang selama ini dihadapi Aceh, khususnya Nagan Raya.

Ia menilai keberhasilan investasi harus ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu ekonomi, sinergi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dijelaskan Irsal, bahwa integrasi berbagai sektor strategis seperti pertambangan, pelabuhan, bandara, dan industri pengolahan harus mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita harus belajar secara objektif dari Morowali. Di sana, meski ada dinamika sosial dan lingkungan yang perlu terus dibenahi, ekonomi masyarakat bawah bergerak dan tumbuh,” ungkap Irsal.

“Warung-warung hidup, usaha kontrakan berkembang, bengkel lokal mendapatkan manfaat ekonomi. Kita harus kritis, tetapi juga harus logis. Jika daerah terus menutup diri terhadap investasi yang sehat dan terukur, Nagan Raya akan terus terjebak dalam lingkaran pengangguran dan kemiskinan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Ipelmasra juga menyampaikan sejumlah aspirasi dan rekomendasi strategis kepada Bupati Nagan Raya sebagai prasyarat agar investasi yang direncanakan benar-benar berpihak kepada masyarakat antara lain berisi prioritas utama tenaga kerja lokal.

Selain itu, pelibatan aktif UMKM daerah dalam rantai pasok industri, pelatihan dan sertifikasi untuk peningkatan mutu SDM, transparansi penuh tata kelola investasi serta perlindungan total terhadap lingkungan hidup dan hutan adat.

“Percepatan pembangunan infrastruktur daerah, Peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan (CSR Utama), peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, menjamin masyarakat sebagai pelaku utama, bukan penonton,” tambahnya.

Menurut Irsal, seluruh poin tersebut merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk memastikan investasi besar yang masuk ke Nagan Raya berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan sosial.

Di akhir penyampaiannya, Ketua Umum IPELMASRA menyampaikan pesan tegas sekaligus terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terkait komitmen keberpihakan terhadap rakyat.

“Apabila investasi Rp200 triliun ini hanya menjadi dokumen indah di atas kertas sementara rakyat dikorbankan, maka kami akan menjadi pihak pertama yang berdiri di garis depan untuk memimpin kritik dan perlawanan secara konstitusional,” tegasnya.

“Sebaliknya, apabila Bapak Bupati berkomitmen penuh untuk memastikan investasi ini menghadirkan kemakmuran rakyat, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, maka satu kalimat dari kami: Dinda Suka, Bupati Punya Gaya,” pungkas Irsal. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI
Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh
Gerak Jalan Indah Meriahkan HUT ke-81 RI di Gunong Geulogo, Warga Antusias Semarakkan Kemerdekaan
Semangat Kemerdekaan Membara, Warga Dusun Neupet Meriahkan HUT ke-81 RI
Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman
Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI
Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:44 WIB

Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Simbol Pemulihan Menjelang HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Kericuhan 21 Tahun Perdamaian Aceh Meluas ke Pendopo Gubernur, Simbol Negara Dicopot Massa

Berita Terbaru