slot preparation.lsrs.lu

DPR Tekankan Prinsip Kehati-hatian dalam RUU Perampasan Aset

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 02:30 WIB

50237 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 1 September 2026 – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset. Fokus utama legislatif adalah memastikan bahwa regulasi ini nantinya tidak justru merugikan masyarakat luas, melainkan tetap sasaran terhadap aset hasil tindak pidana korupsi dan kejahatan lainnya.

Dalam diskusi bersama para ahli, anggota dewan menyoroti urgensi penelitian pasal per pasal untuk menutup celah penyalahgunaan kekuasaan atau kesalahan prosedur dalam praktiknya. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penerapan prinsip ultimum remedium, yang menempatkan perampasan aset sebagai upaya hukum terakhir setelah tindak pidana asalnya terbukti. Anggota dewan menyatakan bahwa penggunaan frasa ‘patut diduga’ dalam draf RUU harus dikaji lebih mendalam agar tidak menimbulkan penafsiran yang terlalu luas dan berpotensi memicu kerawanan hukum bagi masyarakat.

Selain itu, muncul usulan agar mekanisme perampasan aset tidak dilakukan secara terburu-buru saat seseorang masih berstatus sebagai tersangka. Pertimbangan teknis mengenai kendala lapangan, seperti ketika tersangka melarikan diri, meninggal dunia, atau mengalami sakit permanen sebelum persidangan, menjadi bahan evaluasi agar negara tetap memiliki payung hukum yang kuat untuk memulihkan kerugian negara. Sistem pengawasan berlapis yang melibatkan aparat penegak hukum, pengelola aset, hingga lembaga audit pun menjadi sorotan agar aset yang dirampas dapat dikelola dengan transparan untuk kepentingan publik, seperti dana pendidikan dan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Legislatif juga menyinggung pentingnya perlindungan bagi pihak ketiga yang beriktikad baik agar hak-hak substantif mereka terlindungi dari upaya perampasan aset. Selain itu, terdapat masukan mengenai batasan atau parameter seriousness threshold bagi 13 kategori tindak pidana yang diatur dalam RUU tersebut, guna memastikan efektivitas penegakan hukum yang tepat sasaran. DPR berkomitmen untuk terus menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai pihak, termasuk mengenai hubungan kerahasiaan antara advokat dan klien, agar RUU Perampasan Aset ini nantinya menjadi instrumen hukum yang adil, akuntabel, dan tidak menimbulkan masalah baru di masyarakat. (*)

Berita Terkait

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta
SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:37 WIB

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rp7,6 Miliar di Simeulue Diserahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Rp851 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 03:24 WIB

Tarmizi Age, Eks GAM Denmark: Indonesia Butuh Pelabuhan Tol Laut Internasional ke Eropa di Sabang

Selasa, 3 November 2026 - 19:34 WIB

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Sukses Gelar Aksi Sosial “Sigap Darurat”, Bekali Siswa MIS Lamgugob Kartu Darurat

Selasa, 3 November 2026 - 18:44 WIB

YARA Kecam Menteri Pertanian, Dinilai Abaikan Kewenangan Khusus Aceh di Kawasan Sabang

Senin, 2 November 2026 - 18:50 WIB

Graha Citra Karsa Tawarkan Hunian Modern, Legalitas SHM dan Skema Pembayaran Fleksibel

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Polda Aceh Tangani Laporan Dugaan Khalwat Oknum Ketua DPRK Nagan Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Dakwaan Kerusuhan Zikir Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman: Satu Terdakwa Didakwa Injak Merah Putih, Satu Lainnya Bakar Motor Dinas TNI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB