slot preparation.lsrs.lu

DPR RI Matangkan RUU Perampasan Aset untuk Pulihkan Kerugian Negara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 02:27 WIB

50226 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 1 September 2026 – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terus melakukan pembahasan mendalam terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Regulasi ini diproyeksikan menjadi instrumen hukum utama bagi negara untuk mengejar, menyita, dan memulihkan aset yang berasal dari tindak pidana, mulai dari kasus korupsi, pencucian uang, hingga kejahatan ekonomi lintas negara.

Ketua Badan Legislasi DPR RI, Bob Hasan, menegaskan bahwa pembahasan RUU ini telah berlangsung selama dua dekade dan kini memasuki tahap krusial untuk menyesuaikan dengan budaya hukum nasional. Pemerintah dan legislatif berupaya memastikan bahwa mekanisme perampasan aset tidak dilakukan secara serampangan, melainkan tetap berlandaskan pada prinsip hukum yang kuat. Setiap tindakan perampasan nantinya harus didasarkan pada pembuktian tindak pidana asal (predicate crime) serta melalui mekanisme peradilan yang sah, guna menjaga kepastian hukum bagi masyarakat.

Dalam diskusi mengenai teknis pelaksanaan, para pakar menekankan pentingnya adopsi standar internasional dalam mekanisme pemulihan aset. Pakar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Yenti Garnasih, menyoroti bahwa konsep asset recovery tidak hanya terbatas pada perampasan saja, melainkan mencakup manajemen aset sejak masa penyitaan agar nilai ekonomisnya tidak hilang, serta mekanisme asset sharing dengan negara lain jika aset hasil kejahatan berada di luar negeri. Yenti menekankan bahwa Indonesia harus memiliki pedoman tegas dalam kerja sama internasional untuk menghindari kerugian nilai aset saat proses pengembalian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan undang-undang sebagai alat politik, pihak legislatif memastikan bahwa draf yang disusun akan merujuk pada matriks sandingan dari berbagai regulasi terkait, termasuk mekanisme TPPU yang sudah berjalan. Pendekatan yang diusung akan mengombinasikan pola follow the asset (mengejar aset) dan follow the person (mengejar pelaku) dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan. Harapannya, instrumen ini mampu memberikan efek jera yang nyata dengan memiskinkan para pelaku kejahatan ekonomi yang telah merugikan keuangan negara secara masif. (*)

Berita Terkait

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden
Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB