HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Dirjen Sumber Daya Air Tinjau Penanganan Pascabencana di Krueng Meureudu, Pidie Jaya

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 01:34 WIB

50520 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus memperkuat komitmen dalam mempercepat penanganan pascabencana di Aceh. Salah satu langkah terbaru dilakukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang melaksanakan kunjungan kerja ke Krueng Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (30/12), guna meninjau langsung dampak kerusakan dan rencana pemulihan infrastruktur sungai. Dalam kunjungan tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Air didampingi oleh Direktur Sungai dan Pantai serta perwakilan teknis dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh.

Krueng Meureudu merupakan salah satu sungai utama yang memiliki peran vital dalam pengendalian aliran air sekaligus menopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut, aliran sungai mengalami kerusakan pada sejumlah titik, termasuk perubahan alur, sedimentasi, serta kerusakan infrastruktur pengendali yang sebelumnya berfungsi sebagai penahan limpasan air pada musim hujan.

Rombongan melakukan peninjauan pada beberapa segmen sungai yang terdampak, dengan fokus utama pada titik-titik rawan banjir dan lokasi yang belum tertangani sepenuhnya dalam penanganan darurat sebelumnya. Dari hasil evaluasi lapangan, ditemukan kondisi sedimentasi yang cukup berat serta degradasi pada struktur pengaman tebing yang berpotensi menimbulkan ancaman banjir lanjutan apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan teknis yang dilakukan di sela kunjungan, Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh menyampaikan laporan perkembangan pekerjaan yang telah dilakukan. Laporan mencakup respons darurat pascabanjir, identifikasi titik kritis, serta usulan rencana penanganan jangka pendek dan jangka menengah. Salah satu upaya yang disoroti adalah kebutuhan mendesak akan normalisasi alur sungai serta rehabilitasi infrastruktur pendukung seperti tanggul dan bronjong guna menjaga stabilitas aliran serta melindungi kawasan permukiman dan lahan pertanian.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air menegaskan pentingnya penanganan terpadu dan tuntas dalam menghadapi dampak bencana, khususnya pada kawasan sungai dengan fungsi strategis seperti Krueng Meureudu. Ia juga menekankan perlunya percepatan langkah-langkah teknis di lapangan agar upaya penanggulangan tidak bersifat parsial dan mampu menjawab kebutuhan jangka panjang masyarakat.

“Kita tidak hanya bicara pemulihan darurat, tetapi juga langkah-langkah jangka menengah yang harus dirancang sejak awal. Sungai ini berfungsi untuk menghidupi ribuan warga di sekitarnya, maka penanganannya harus dilakukan dengan cermat, cepat, dan menyeluruh,” ujarnya di lokasi peninjauan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan langkah penanganan pascabencana tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan lapangan. Pemerintah daerah turut dilibatkan dalam koordinasi teknis dan penyusunan rencana aksi, termasuk pelibatan unsur masyarakat dan lembaga pendamping lainnya yang memiliki peran dalam mendukung keberlanjutan fungsi sungai.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap agar penanganan pascabencana di Krueng Meureudu dapat segera direalisasikan secara konkret, mulai dari pengerukan sedimentasi, penguatan struktur tanggul, hingga pembenahan jalur pengaliran air. Penanganan tersebut tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi sungai seperti semula, tetapi juga memberikan kepastian perlindungan bagi masyarakat terhadap potensi bencana serupa di masa depan.

Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap tahapan pemulihan, baik dari aspek teknis, kebijakan, maupun dukungan anggaran. Penanganan sungai dan sistem pengendali banjir menjadi salah satu prioritas dalam skema rehabilitasi pascabencana nasional, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti Kabupaten Pidie Jaya. (*)

Berita Terkait

DKM Baitut Tamam Kanwil DJBC Aceh Resmikan dan Serahkan Wakaf Sumur Bor bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Pidie Jaya dan Bireuen
Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Gerindra Aceh Buka Puasa Bersama Korban Banjir Pidie Jaya, Fadhlullah Serahkan Santunan Anak Yatim
Universitas Serambi Mekkah Terjunkan 50 Mahasiswa Mengikuti Program Mahasiswa Berdampak di Gampong Beurawang, Pidie Jaya Aceh
BNPB Rampungkan Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Pemerintah Salurkan Dana Tunggu Hunian untuk Warga Terdampak Banjir di Pidie Jaya
Solidaritas Tanpa Batas: HMP–PAI UIN Ar-Raniry dan HMPS PAI UIN SMH Banten Bantu Korban Banjir Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:05 WIB

Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB