BNPB Rampungkan Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:48 WIB

50470 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie Jaya |  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Sebanyak 10 kopel atau barak huntara telah rampung dibangun dan siap ditempati oleh 50 kepala keluarga (KK) yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Tenaga Ahli BNPB, Kolonel (Purn) Agus Marsanto, menjelaskan bahwa pembangunan huntara dimulai sejak 1 Januari 2026 dan kini telah mencapai tahap akhir, selanjutnya akan segera diserahkan kepada pemerintah daerah. “Kami harapkan secepatnya huntara ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak, sebagai tempat tinggal sementara yang layak dan aman,” kata Agus.

Pembangunan huntara di lokasi tersebut dilakukan di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi dan melibatkan perusahaan lokal asal daerah setempat. Setiap unit huntara dilengkapi fasilitas dasar seperti sambungan listrik dari PLN yang telah aktif, serta akses terhadap air bersih melalui sistem sumur bor. Kehadiran fasilitas ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar penghuni dapat terpenuhi dalam masa tinggal sementara selama proses pemulihan berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus mengatakan, selain hunian fisik, pemerintah juga tetap menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak yang memilih tidak tinggal di huntara. Hal ini merupakan bagian dari skema pemulihan yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan pilihan tempat tinggal pascabencana.

Secara teknis, satu unit huntara dirancang dengan ukuran 3,6 meter x 4,8 meter, dilengkapi kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter, serta teras seluas 1,2 meter x 3,6 meter. Selain 10 kopel yang telah selesai dibangun, BNPB juga tengah mengebut pembangunan tambahan sebanyak 13 kopel untuk 65 KK di lokasi yang sama. Saat ini, progres pembangunan tambahan tersebut telah mencapai sekitar 20 persen.

Huntara di Desa Manyang Cut merupakan bagian dari program lebih luas yang dilakukan pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya. BNPB bersama pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan hunian sementara di berbagai titik sebagai bagian dari strategi pemulihan yang komprehensif.

Selain di Desa Manyang Cut, pembangunan huntara juga tengah berlangsung di beberapa lokasi lain. Di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, pemerintah membangun 10 kopel bagi 50 KK. Sementara itu di Kecamatan Meurah Dua, sebanyak 9 kopel untuk 45 KK sedang dibangun di Desa Geunteng. Di Desa Meunasah Bie, sebanyak 34 kopel yang akan dihuni oleh 170 KK juga sedang dalam proses pembangunan.

Agus menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan agar mayoritas huntara dapat diselesaikan dan siap ditempati sebelum Bulan Suci Ramadan. Ia berharap tempat tinggal sementara tersebut tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga turut mendukung pemulihan psikososial warga serta mempercepat kembalinya aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Upaya pembangunan hunian ini menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Keberadaan huntara diharapkan dapat menjadi jembatan bagi warga untuk melanjutkan hidup dengan lebih baik, sambil menanti pembangunan rumah permanen dan pemulihan lingkungan secara menyeluruh. (*)

Berita Terkait

DKM Baitut Tamam Kanwil DJBC Aceh Resmikan dan Serahkan Wakaf Sumur Bor bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Pidie Jaya dan Bireuen
Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Bea Cukai Banda Aceh Melalui Bea Cukai Peduli Resmikan Bantuan Sumur Bor untuk Dayah/Pesantren di Kabupaten Pidie Jaya
Gerindra Aceh Buka Puasa Bersama Korban Banjir Pidie Jaya, Fadhlullah Serahkan Santunan Anak Yatim
Universitas Serambi Mekkah Terjunkan 50 Mahasiswa Mengikuti Program Mahasiswa Berdampak di Gampong Beurawang, Pidie Jaya Aceh
Dirjen Sumber Daya Air Tinjau Penanganan Pascabencana di Krueng Meureudu, Pidie Jaya
Pemerintah Salurkan Dana Tunggu Hunian untuk Warga Terdampak Banjir di Pidie Jaya
Solidaritas Tanpa Batas: HMP–PAI UIN Ar-Raniry dan HMPS PAI UIN SMH Banten Bantu Korban Banjir Aceh

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha, Personel Subdenpom IM/1 Bireuen

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:15 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh

Senin, 20 Juli 2026 - 02:43 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:23 WIB

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:28 WIB

Pemerintah Diminta Segera Hadir Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf Blang Padang

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:44 WIB

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Wadokai Day Karate Championship 2026 Resmi Ditutup, Hasballah Cut Apa: Dari Aceh Lahir Karateka Gemilang

Berita Terbaru