Pidie – Semangat kemanusiaan terus menyala di tengah duka bencana banjir Aceh. Amad Tong, pemilik PT Amad Tong Diesel Gempang, tampil di garis depan menggerakkan bantuan darurat ke berbagai wilayah terdampak.
Bersama Relawan Peduli Aceh Bangkit, Amad Tong menjadi salah satu sosok pengusaha yang konsisten turun langsung, mengantarkan bantuan masa panik ke kabupaten/kota terdampak banjir di Aceh.
Ketua Umum PSAP Sigli, Muhammad Yusri, menyebut Amad Tong sebagai pihak yang pertama membuka akses ke wilayah Pamue, Aceh Tengah, yang sempat terisolir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak berhenti di sana, Amad Tong juga bergerak membantu warga Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Aceh Tamiang, seluruhnya menggunakan bantuan pribadi sebagai bentuk kepedulian tulus.
“Sebagai pengusaha, saya sedih melihat kondisi Aceh hari ini. Tidak ada waktu untuk saling menyalahkan, sudah saatnya kita berbuat,” ujar Amad Tong. Ia menuturkan bahwa saat ini sebagian besar wilayah telah memasuki fase pembersihan lumpur pascabanjir.
Warga sangat membutuhkan perlengkapan dasar seperti air bersih, MCK darurat, alas tidur, sepatu bot, mukena, obat-obatan, serta tenda, terutama bagi masyarakat Aceh Tamiang yang kehilangan rumah dan masih mengalami trauma berat.
Menurutnya, meski logistik makanan relatif mencukupi, tantangan utama kini adalah percepatan pembersihan rumah, masjid, meunasah, dan fasilitas umum. Warga yang mulai kembali ke rumah sangat membutuhkan alat kebersihan seperti pel, alat dorong, cangkul, sekop, pompa air, dan perlengkapan pembersih lainnya. “Mari kita bantu mengurangi beban mereka agar bisa segera kembali hidup normal,” ajaknya.
Dalam perjalanannya ke berbagai daerah, Amad Tong juga mengapresiasi kerja keras TNI, Polri, BNPB, PLN, serta PUPR yang siang malam membantu pemulihan, termasuk membuka kembali akses vital seperti jalur Banda Aceh–Medan dan sejumlah jembatan strategis. Ia juga menaruh hormat kepada para relawan dan pengusaha lain yang tak henti membantu Aceh.
Amad Tong berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan petunjuk teknis agar daerah dapat bergerak cepat melakukan pembersihan lumpur secara menyeluruh, terutama di Aceh Tamiang.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Tito Karnavian serta langkah Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang memilih berkantor di lokasi pengungsian. “Dengan kebersamaan TNI, Polri, relawan, pemerintah, dan masyarakat, insyaallah Aceh khususnya Tamiang akan segera bangkit,” tutup Amad Tong dengan mata berkaca-kaca.







































