Bupati Aceh Tenggara Minta BNPB Perkuat Dukungan Logistik dan Alat Berat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:11 WIB

50398 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan logistik dan ketersediaan alat berat untuk menghadapi bencana di wilayahnya. Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana se-Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa (28/10/2025).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan dihadiri Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, serta jajaran pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota seluruh Aceh. Sejumlah kepala daerah hadir langsung dalam pertemuan itu, termasuk Bupati Aceh Tenggara yang menyampaikan kondisi riil lapangan terkait penanggulangan bencana di wilayahnya.

Dalam paparannya, Bupati Salim Fakhry menekankan karakter geografis Kabupaten Aceh Tenggara yang dinilainya berisiko tinggi terhadap bencana alam. Wilayah yang didominasi perbukitan curam dan dilintasi aliran sungai besar itu sering kali terdampak banjir bandang dan tanah longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wilayah kami memiliki topografi yang cukup ekstrem dengan banyak daerah perbukitan dan sungai-sungai besar. Ketika musim hujan tiba, potensi longsor dan banjir bandang sangat tinggi. Karena itu, kami berharap BNPB dapat memperkuat dukungan logistik dan menambah ketersediaan alat berat di lapangan,” kata Bupati.

Ia menilai, faktor ketersediaan sarana dan prasarana sangat menentukan kecepatan respons saat terjadi bencana. Menurutnya, beberapa lokasi terdampak di Aceh Tenggara berada di daerah terpencil dengan akses jalan yang sulit dijangkau. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran alat berat menjadi sangat krusial untuk membuka akses dan mempercepat proses evakuasi serta distribusi bantuan.

“Kami ingin penanganan darurat di lapangan bisa dilakukan dengan cepat dan efisien, sehingga dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Salim Fakhry juga menyerahkan proposal rehabilitasi dan rekonstruksi kepada Kepala BNPB. Proposal tersebut berisi sejumlah usulan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam di beberapa kecamatan di Aceh Tenggara, termasuk perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang terdampak akibat banjir bandang dalam beberapa tahun terakhir.

“Langkah ini kami ambil agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa segera berjalan. Dukungan dari BNPB sangat kami harapkan untuk mempercepat pemulihan dan memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana di masa mendatang,” ujar Fakhry.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menggencarkan pelatihan dan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Koordinasi antara BPBD, TNI/Polri, dan relawan setempat juga diklaim semakin solid seiring meningkatnya frekuensi bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan pihaknya akan mencermati dan menindaklanjuti permintaan yang disampaikan. Ia mengatakan, BNPB telah mencatat sejumlah kebutuhan logistik di daerah rawan bencana termasuk Aceh Tenggara, dan akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan bentuk bantuan yang paling sesuai.

“Kami memahami karakter wilayah Aceh Tenggara yang rawan bencana. BNPB akan melihat lebih rinci kebutuhan di daerah dan menyiapkan langkah-langkah dukungan yang diperlukan,” ujar Suharyanto.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang responsif dan tangguh. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan yang dilandasi data risiko dan perencanaan yang matang.

Rapat koordinasi ini diharapkan menghasilkan rumusan strategi yang dapat diterapkan secara terpadu di masing-masing daerah, sekaligus memperkuat kesiapan Provinsi Aceh dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dan geologi yang kerap terjadi sepanjang tahun. (ZUL)

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bertindak, Seorang Pemilik Sabu Diamankan di Lawe Alas
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bertindak, Seorang Pemilik Sabu Diamankan di Lawe Alas
Menjahit Senyum, Menumbuhkan Harapan: Bakti Kesehatan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Gratis Warnai HUT Aceh Tenggara ke-52 dan Hari Bhayangkara ke-80
Digerebek Satresnarkoba, Tiga Pelaku Penyalahgunaan Sabu Diamankan
Menjaga Bumi Sepakat Segenep dari Ancaman Narkoba, Satresnarkoba Polres Agara Gagalkan Peredaran Sabu
Menembus Malam, URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan
Sentuhan Kasih untuk Sesama, Bantuan Kapolda Aceh Tiba di Tangan Warga yang Membutuhkan
Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:03 WIB

Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:17 WIB

Tujuh Warga Gayo Lues Jalani Hukuman Cambuk atas Pelanggaran Qanun Syariat Islam

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:29 WIB

KPK Bongkar Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Audit Muara Enim, Lima Orang Ditahan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:25 WIB

Demi Mengejar WTP, Bupati Muara Enim Diduga Suap Audit BPK, KPK Tetapkan Lima Tersangka

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:19 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus MBG, Orang Kepercayaan Eks Wakil Kepala BGN Dijerat

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:36 WIB

Pesan Berantai Daftar Nama Kasus MBG Viral, Kejagung Belum Mengonfirmasi Isi Tuduhan

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:33 WIB

Kejagung Didesak Terbuka di Kasus MBG, Jangan Berhenti pada Tiga Nama

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Dalami Jejak 26 Nama di Perkara MBG

Berita Terbaru

BENER MERIAH

Membangun Kemandirian Mustahik Melalui Ekosistem Produktif

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:10 WIB