Bupati Aceh Tenggara Minta BNPB Perkuat Dukungan Logistik dan Alat Berat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:11 WIB

50406 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan logistik dan ketersediaan alat berat untuk menghadapi bencana di wilayahnya. Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana se-Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Selasa (28/10/2025).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan dihadiri Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, serta jajaran pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota seluruh Aceh. Sejumlah kepala daerah hadir langsung dalam pertemuan itu, termasuk Bupati Aceh Tenggara yang menyampaikan kondisi riil lapangan terkait penanggulangan bencana di wilayahnya.

Dalam paparannya, Bupati Salim Fakhry menekankan karakter geografis Kabupaten Aceh Tenggara yang dinilainya berisiko tinggi terhadap bencana alam. Wilayah yang didominasi perbukitan curam dan dilintasi aliran sungai besar itu sering kali terdampak banjir bandang dan tanah longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wilayah kami memiliki topografi yang cukup ekstrem dengan banyak daerah perbukitan dan sungai-sungai besar. Ketika musim hujan tiba, potensi longsor dan banjir bandang sangat tinggi. Karena itu, kami berharap BNPB dapat memperkuat dukungan logistik dan menambah ketersediaan alat berat di lapangan,” kata Bupati.

Ia menilai, faktor ketersediaan sarana dan prasarana sangat menentukan kecepatan respons saat terjadi bencana. Menurutnya, beberapa lokasi terdampak di Aceh Tenggara berada di daerah terpencil dengan akses jalan yang sulit dijangkau. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran alat berat menjadi sangat krusial untuk membuka akses dan mempercepat proses evakuasi serta distribusi bantuan.

“Kami ingin penanganan darurat di lapangan bisa dilakukan dengan cepat dan efisien, sehingga dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Salim Fakhry juga menyerahkan proposal rehabilitasi dan rekonstruksi kepada Kepala BNPB. Proposal tersebut berisi sejumlah usulan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam di beberapa kecamatan di Aceh Tenggara, termasuk perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang terdampak akibat banjir bandang dalam beberapa tahun terakhir.

“Langkah ini kami ambil agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa segera berjalan. Dukungan dari BNPB sangat kami harapkan untuk mempercepat pemulihan dan memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana di masa mendatang,” ujar Fakhry.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menggencarkan pelatihan dan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Koordinasi antara BPBD, TNI/Polri, dan relawan setempat juga diklaim semakin solid seiring meningkatnya frekuensi bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan pihaknya akan mencermati dan menindaklanjuti permintaan yang disampaikan. Ia mengatakan, BNPB telah mencatat sejumlah kebutuhan logistik di daerah rawan bencana termasuk Aceh Tenggara, dan akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan bentuk bantuan yang paling sesuai.

“Kami memahami karakter wilayah Aceh Tenggara yang rawan bencana. BNPB akan melihat lebih rinci kebutuhan di daerah dan menyiapkan langkah-langkah dukungan yang diperlukan,” ujar Suharyanto.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang responsif dan tangguh. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan yang dilandasi data risiko dan perencanaan yang matang.

Rapat koordinasi ini diharapkan menghasilkan rumusan strategi yang dapat diterapkan secara terpadu di masing-masing daerah, sekaligus memperkuat kesiapan Provinsi Aceh dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dan geologi yang kerap terjadi sepanjang tahun. (ZUL)

Berita Terkait

Belanja Anggaran Pembangunan Infrastruktur Aceh Tenggara Capai 29 Persen, Kepala BPKD Tegaskan Transparansi
Yahdi Hasan Apresiasi Pengabdian Tepian Negeri Chapter 4 Aceh Tenggara
Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Bangun Kedekatan Bersama Warga Semadam
Tak Sekadar Apel, Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Badar Pastikan Siap Layani Masyarakat
Dinsos Aceh Tenggara Pastikan Bantuan Banjir Disalurkan Transparan dan Tepat Sasaran
Dinsos Aceh Tenggara Borong Penghargaan di HUT Kabupaten ke-51
Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Perkuat Kesiapsiagaan Jajaran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Korban Dirawat di Rumah Sakit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Perempuan di Aceh Utara Didakwa Jadi Perantara Pembelian Sabu, Persidangan Digelar di PN Lhoksukon

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Dua Kurir Ganja 93 Kilogram Asal Aceh Ditangkap di Medan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan, Cegah Penambangan Tanpa Izin

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Temu Ramah dengan Insan Pers, Kapolres Gayo Lues: Saya Merasa Seperti Pulang ke Kampung Sendiri

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Dokter Tifa Sesalkan Sikap Kejaksaan yang Abaikan Putusan Pengadilan dalam Sidang Praperadilan

Berita Terbaru