slot preparation.lsrs.lu

Bea Cukai Jateng DIY Gempur Rokok Ilegal: 61 Juta Batang Disita, Negara Selamatkan Rp53 Miliar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 18 Juni 2025 - 15:19 WIB

50294 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Semarang, 16 Juni 2025 — Upaya pemberantasan rokok ilegal di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan hasil yang signifikan. Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng DIY mencatatkan sebanyak 1.036 penindakan terhadap peredaran rokok ilegal sepanjang periode Januari hingga Mei 2025. Dari keseluruhan operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sebanyak 61,25 juta batang rokok ilegal, dengan nilai barang ditaksir mencapai Rp86,7 miliar. Jika dibiarkan beredar, potensi kerugian negara akibat hilangnya penerimaan cukai dan pajak ditaksir mencapai Rp53,117 miliar.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, R. Megah Andiarto, mengungkapkan bahwa para pelaku peredaran rokok ilegal kini memanfaatkan berbagai modus yang semakin canggih dan sulit terdeteksi. Dalam beberapa kasus, ditemukan penggunaan truk yang dimodifikasi dengan kompartemen tersembunyi, kendaraan pribadi yang telah diubah sedemikian rupa, hingga penyelundupan dengan memanfaatkan bus antarkota yang tampak seperti angkutan penumpang biasa. Tak hanya itu, aktivitas perdagangan rokok ilegal melalui platform e-commerce juga mengalami peningkatan signifikan, menunjukkan bahwa ruang digital kini turut menjadi medan distribusi barang ilegal.

Megah menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus-kasus ini tidak lepas dari kerja keras tim pengawasan di lapangan serta kolaborasi dengan aparat penegak hukum lainnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang secara aktif melaporkan dugaan pelanggaran di lingkungan sekitarnya. Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai seperti rokok ilegal memerlukan peran kolektif. Tanpa keterlibatan masyarakat, celah-celah distribusi yang tersembunyi di daerah maupun di ranah digital akan sulit ditutup sepenuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rokok ilegal dinilai tidak hanya menggerogoti penerimaan negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan, tetapi juga menciptakan distorsi pasar yang merugikan produsen sah di industri hasil tembakau. Rokok ilegal kerap dijual dengan harga jauh lebih murah karena tidak dibebani kewajiban membayar cukai. Akibatnya, pelaku usaha yang taat aturan mengalami tekanan pasar, dan hal ini dalam jangka panjang dapat mengancam keberlangsungan industri serta nasib para tenaga kerja di sektor tersebut.

Menghadapi tantangan ini, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY berkomitmen memperkuat langkah-langkah pengawasan di berbagai titik rawan distribusi. Operasi darat, patroli terpadu, dan pemantauan aktivitas digital menjadi fokus utama dalam menutup ruang gerak para pelaku. Edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha juga terus digencarkan, agar kesadaran dan kepatuhan terhadap regulasi cukai semakin meningkat. Bea Cukai membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan pelanggaran terkait penyimpanan, distribusi, atau penjualan rokok tanpa pita cukai. Semua laporan tersebut, kata Megah, akan ditindaklanjuti secara serius.

Seluruh rangkaian penindakan ini merupakan bagian dari kampanye nasional bertajuk “Gempur Rokok Ilegal”, yang menjadi salah satu agenda prioritas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menjaga stabilitas fiskal negara. Melalui langkah ini, pemerintah berharap tercipta iklim usaha yang adil, perlindungan terhadap industri legal, serta penguatan perekonomian nasional yang lebih berkeadilan. (red)

Berita Terkait

Rekaman CCTV Kekerasan Ibu Terhadap Anak Empat Tahun di Ketapang Viral, Polisi Buru Pelaku
Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru