BLANGKEJEREN — Seorang siswi kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh kakak kelasnya yang duduk di kelas VI. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Selasa, 1 September 2026.
Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami memar di sekitar mata, bengkak pada bagian pelipis kanan, serta luka yang mengeluarkan darah. Kondisi tersebut membuat orang tua korban merasa keberatan dan meminta pihak sekolah segera mengambil langkah untuk menangani persoalan tersebut.
Orang tua korban, Yuni, mengatakan dirinya tidak menerima anaknya mengalami kekerasan ketika berada di lingkungan sekolah. Menurut dia, anaknya pergi ke sekolah untuk belajar dan mendapatkan pendidikan, bukan untuk mengalami tindakan kekerasan.
“Anak saya ke sekolah untuk belajar, bukan untuk dianiaya,” ujar Yuni.
Yuni mendesak pihak SD Negeri 6 Blangkejeren bertanggung jawab dan segera memberikan penanganan terhadap dugaan penganiayaan tersebut. Ia juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi terhadap siswa lainnya.
Menurut informasi yang diterima dari pihak keluarga, hingga saat ini pihak sekolah dinilai belum mengambil tindakan yang dianggap memadai terkait dugaan penganiayaan tersebut. Kondisi itu membuat keluarga korban mempertanyakan respons sekolah dalam menangani persoalan yang melibatkan siswa.
Orang tua korban juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Keluarga berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti sehingga peristiwa yang dialami anaknya dapat diperiksa secara menyeluruh dan diketahui duduk persoalannya.
Selain meminta kepolisian melakukan penanganan sesuai prosedur, keluarga korban mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues turun tangan untuk memastikan pihak sekolah menjalankan kewajibannya dalam memberikan perlindungan kepada peserta didik.
Penanganan terhadap dugaan kekerasan di lingkungan sekolah dinilai perlu dilakukan secara serius dengan tetap memperhatikan hak anak, termasuk memberikan perlindungan kepada korban serta memastikan proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait berlangsung secara objektif.
Keluarga korban berharap pihak sekolah tidak mengabaikan persoalan tersebut dan segera mengambil langkah konkret. Mereka juga meminta adanya perhatian dari Dinas Pendidikan Gayo Lues agar lingkungan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SD Negeri 6 Blangkejeren maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues mengenai dugaan penganiayaan tersebut. Identitas anak yang diduga menjadi korban maupun siswa yang disebut terlibat tidak disebutkan demi perlindungan anak. (Tim)






































