SUKA MAKMUE – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara (STIAPEN) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan dan Penyelarasan Kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Lantai 1 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara, Selasa, 1 September 2026, dengan melibatkan sejumlah mitra dari dunia industri, perbankan, lembaga pemerintah, organisasi pengusaha, alumni, serta dosen Program Studi Administrasi Bisnis.
FGD ini menjadi ruang strategis bagi STIAPEN untuk mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari dunia kerja mengenai kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan ketika memasuki dunia profesional.
Melalui forum tersebut, STIAPEN ingin memastikan kurikulum yang dikembangkan tidak hanya kuat dari sisi akademik, tetapi juga mampu menjawab perkembangan dan kebutuhan dunia industri yang semakin dinamis.
Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Bank Mustaqim Cabang Kuala, Pimpinan Bank Mustaqim Cabang Seunagan, Pimpinan Cabang Pegadaian Meulaboh, Pimpinan BSI Simpang Peut, perwakilan BSI Seunagan, perwakilan BPS Kabupaten Nagan Raya, Ketua HIPMI Kabupaten Nagan Raya, perwakilan PT Bara Energi Lestari (BEL), alumni, serta para dosen Program Studi Administrasi Bisnis STIAPEN.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Berbagai pengalaman dan pandangan disampaikan secara terbuka, terutama mengenai kemampuan yang perlu dipersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.
Pembahasan tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga mencakup keterampilan komunikasi, penguasaan teknologi dan digitalisasi, kemampuan bekerja dalam tim, sikap profesional, kemampuan memecahkan masalah, hingga pengalaman praktik dan magang.
Berbagai kompetensi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu beradaptasi dan bekerja secara profesional sesuai tuntutan dunia industri.
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara, Maulidar, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah hadir dan memberikan masukan dalam penyelarasan kurikulum.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah hadir dan memberikan masukan.
Kami ingin kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ujar Maulidar.
Menurutnya, keterlibatan dunia industri sangat penting dalam memastikan proses pendidikan di STIAPEN mampu memberikan bekal yang relevan kepada mahasiswa.
Maulidar juga berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada forum FGD, tetapi dapat berlanjut dalam berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan FGD. Ke depan, kami ingin mahasiswa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman langsung dari dunia industri,” katanya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Bisnis STIAPEN, Adria, S.E., M.Si., mengatakan bahwa seluruh masukan yang disampaikan para mitra akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kurikulum dan proses pembelajaran.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri. Masukan dari para mitra akan membantu kami membuat pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas Adria.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung para mitra memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
“Apa yang dibutuhkan industri akan kami jadikan bahan dalam pembelajaran. Dengan begitu, setelah lulus mahasiswa tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja,” tegasnya.
Adria berharap sinergi antara STIAPEN dan dunia industri dapat terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif, khususnya yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara lebih dekat.
“Kami ingin mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik, magang, dan kegiatan lainnya. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa akan lebih siap dan percaya diri ketika memasuki dunia kerja,” pungkas Adria.
FGD penyelarasan kurikulum tersebut menjadi langkah penting STIAPEN dalam membangun pendidikan yang semakin adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri.
Dengan keterlibatan para praktisi dan mitra kerja, STIAPEN diharapkan mampu melahirkan lulusan Administrasi Bisnis yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, pengalaman, dan kesiapan untuk bersaing di dunia kerja.






































