slot preparation.lsrs.lu

Mahkamah Konstitusi Hapus Pasal Penghinaan Pemerintah dan Lembaga Negara dalam KUHP

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 02:55 WIB

50257 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi secara resmi mengabulkan permohonan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dalam putusan nomor 282/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, Mahkamah menyatakan bahwa Pasal 240 beserta penjelasannya serta Pasal 241 KUHP bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Keputusan ini diambil setelah Mahkamah menilai bahwa norma yang mengatur larangan penghinaan terhadap pemerintah atau lembaga negara berpotensi mengancam hak konstitusional warga negara, terutama terkait kebebasan menyampaikan pikiran dan pendapat. Dalam pertimbangannya, Mahkamah menegaskan bahwa sebagai negara hukum yang demokratis, Indonesia tidak relevan lagi mempertahankan semangat pasal-pasal warisan kolonial yang membatasi kritik terhadap penguasa maupun institusi negara. Mahkamah menyoroti bahwa ketentuan tersebut sangat rentan terhadap interpretasi subjektif yang dapat membuka ruang kriminalisasi terhadap kritik, evaluasi, serta pendapat yang sah dari masyarakat.

Selain itu, Mahkamah menekankan bahwa lembaga negara merupakan subjek hukum yang tidak memiliki perasaan untuk dipuji atau dihina, sehingga perlindungan martabat institusi tidak boleh mengorbankan ruang demokrasi warga negara. Pemberlakuan pasal tersebut dinilai justru menciptakan efek menakut-nakuti atau chilling effect yang dapat membungkam partisipasi publik dalam penyelenggaraan negara. Mahkamah juga menyoroti bahwa perluasan objek perlindungan dalam UU KUHP baru terhadap lembaga seperti MPR, DPR, DPD, MA, dan MK justru menimbulkan ketidakpastian hukum dan perlakuan yang diskriminatif dibandingkan dengan lembaga negara lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Putusan ini sekaligus menegaskan paradigma baru bahwa pemerintah dan lembaga negara wajib terbuka terhadap pengawasan serta kritik rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Dengan dibatalkannya pasal-pasal tersebut, Mahkamah memberikan kepastian bahwa hak warga negara untuk berekspresi dan berpendapat sesuai hati nurani harus dijamin dan dilindungi sepenuhnya dari segala bentuk ancaman kriminalisasi yang tidak proporsional.

Berita Terkait

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta
SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar
Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:37 WIB

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rp7,6 Miliar di Simeulue Diserahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Rp851 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 03:24 WIB

Tarmizi Age, Eks GAM Denmark: Indonesia Butuh Pelabuhan Tol Laut Internasional ke Eropa di Sabang

Selasa, 3 November 2026 - 19:34 WIB

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Sukses Gelar Aksi Sosial “Sigap Darurat”, Bekali Siswa MIS Lamgugob Kartu Darurat

Selasa, 3 November 2026 - 18:44 WIB

YARA Kecam Menteri Pertanian, Dinilai Abaikan Kewenangan Khusus Aceh di Kawasan Sabang

Senin, 2 November 2026 - 18:50 WIB

Graha Citra Karsa Tawarkan Hunian Modern, Legalitas SHM dan Skema Pembayaran Fleksibel

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Polda Aceh Tangani Laporan Dugaan Khalwat Oknum Ketua DPRK Nagan Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Dakwaan Kerusuhan Zikir Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman: Satu Terdakwa Didakwa Injak Merah Putih, Satu Lainnya Bakar Motor Dinas TNI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB