HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Pendeta Asal Aceh Divonis Dua Tahun Penjara karena Konten Penistaan Agama di TikTok, Pengadilan: Terbukti Sebar Permusuhan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:56 WIB

50391 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh memutuskan hukuman dua tahun penjara kepada DS, seorang pendeta asal Aceh, dalam kasus tindak pidana penistaan agama yang dilakukan melalui media sosial TikTok. Putusan dibacakan dalam sidang yang digelar pada Jumat, 10 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WIB setelah serangkaian proses persidangan yang menyita perhatian masyarakat Aceh.

Sidang pembacaan putusan dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Banda Aceh dan dipimpin oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Muhammad Khadafi, dalam keterangan persnya menyebutkan majelis hakim secara sah dan meyakinkan menyatakan terdakwa DS terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sebagaimana telah disesuaikan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun terhadap terdakwa DS. Waktu penahanan yang telah dijalani terdakwa akan dikurangkan dari masa hukuman, dan DS tetap diperintahkan berada dalam tahanan. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya telah meminta hukuman empat tahun penjara dalam sidang tuntutan pada 9 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejaksaan Negeri Banda Aceh, menurut Muhammad Khadafi, menyatakan masih pikir-pikir atas vonis dua tahun penjara tersebut. Ia menambahkan, keputusan selanjutnya akan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan untuk menentukan langkah hukum berikutnya dalam waktu tujuh hari sesuai ketentuan yang berlaku.

Perkara DS bermula dari unggahan siaran langsung melalui akun TikTok @tersadarkan5758 pada 5 Oktober 2025. Konten tersebut dinilai berisi penghinaan, ajakan meninggalkan agama Islam, serta ucapan yang menimbulkan permusuhan dan keresahan masyarakat. DS juga mengunggah video berbasis kecerdasan buatan (AI) dan mencantumkan tulisan “Aceh Serambi Jerusalem” pada profil akun TikTok miliknya. Unggahan-unggahan ini memicu keresahan dan dilaporkan ke Polda Aceh oleh seorang warga.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum saat sidang perdana 30 April 2026, DS didakwa secara primair melanggar Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Sedangkan secara subsidiair, DS juga didakwa melanggar Pasal 300 huruf a, b, dan c UU yang sama.

Putusan ini mempertegas komitmen aparat penegak hukum menindak setiap bentuk ujaran kebencian, penghinaan, dan penistaan yang dapat menimbulkan keresahan serta permusuhan antarumat beragama, apalagi di ruang digital yang dampaknya sangat luas. Perkara DS sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak, menghormati keragaman, dan menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia. (*)

 

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB