6 Bulan Pascabencana, Gubernur Aceh ke Mendagri: Sawah Belum Bisa Dipakai, Sungai Harus Dibersihkan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:30 WIB

50357 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyoroti masih banyaknya persoalan di wilayah pelosok enam bulan pascabencana banjir dan longsor. Hal itu ia sampaikan langsung di hadapan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam rapat koordinasi dan evaluasi pemulihan pascabencana di Aceh.

Rakor tersebut digelar di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (9/6/2026). Hadir Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta para kepala daerah dari wilayah terdampak bencana dan perwakilan kementerian/lembaga terkait.

Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menegaskan, sektor pertanian dan infrastruktur dasar masih menjadi masalah utama di banyak daerah. Menurutnya, hingga kini masih banyak sawah dan jaringan irigasi yang belum bisa difungsikan, termasuk sejumlah jembatan dan akses jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang paling urgen masalah sawah yang belum bisa dipakai, irigasi, dan jembatan jalan. Sungai juga perlu dibenahi agar tak terjadi luapan banjir saat hujan datang,” kata Mualem dalam pertemuan tersebut.

Ia menilai kondisi sungai di Aceh menjadi persoalan paling mendesak karena berdampak langsung pada risiko banjir dan kehidupan masyarakat di bantaran sungai. Normalisasi dan penataan alur sungai disebutnya harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Gubernur menekankan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk mempercepat penanganan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

“Insyaallah kita kerja sama antara pusat dan Pemerintah Aceh, ini tugas kita agar penanganan sempurna, guna membangun yang sudah rusak dan hilang,” ujar Mualem.

Dalam forum yang sama, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyoroti tekanan inflasi yang saat ini membayangi perekonomian Aceh. Berdasarkan data kementerian, kata dia, Aceh menempati posisi kedua inflasi tertinggi di Indonesia.

Ia berharap dukungan lebih besar dari pemerintah pusat untuk menstabilkan harga dan mengendalikan inflasi, terutama di tengah proses pemulihan pascabencana yang masih berlangsung.

Fadhlullah juga memaparkan perkembangan realisasi anggaran Transfer Keuangan Daerah (TKD) di Aceh. Hingga saat ini, realisasi TKD disebut telah mencapai sekitar 45 persen. Ia mendorong para bupati dan wali kota untuk mempercepat penyerapan anggaran.

“Realisasi anggaran tahun ini harus cepat, mengingat kita sedang berupaya agar perpanjangan dana otsus Aceh yang sedang diusulkan bisa terwujud tahun ini,” kata Fadhlullah.

Dari pemerintah pusat, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan hasil analisis Satgas Nasional terkait pemulihan pascabencana di Aceh. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, 10 di antaranya dinyatakan sudah kembali berfungsi secara normal.

Menurut Tito, pemulihan di Aceh dinilai dari berbagai indikator lintas sektor seperti pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga konektivitas wilayah. Ia menyebut pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk sektor pertanian yang terdampak bencana.

“Untuk sektor pertanian, pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran sekitar Rp371 miliar untuk rehabilitasi sawah, irigasi, dan lahan terdampak,” ujar Tito.

Tito menegaskan pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan lanjutan untuk percepatan pemulihan. Ia juga menyatakan komitmen memperjuangkan keberlanjutan dana otonomi khusus (otsus) Aceh, termasuk upaya mengembalikan skema dua persen mulai tahun depan, guna memperkuat kapasitas keuangan Aceh dalam menangani dampak bencana maupun pembangunan jangka panjang.

“Oleh sebab itu, dana TKD yang sudah dikembalikan pada tahun ini dapat digunakan segera dan dihabiskan untuk berbagai program pemulihan bencana agar usulan anggaran tahun berikutnya dapat berjalan lancar,” tegas Tito.

Rakor tersebut turut dihadiri para wakil dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana dan person in charge (PIC) dari kementerian/lembaga terkait yang menangani pemulihan di Aceh. Mereka memaparkan perkembangan di daerah masing-masing serta menyusun langkah percepatan pemulihan di sisa wilayah yang belum sepenuhnya pulih. (*)

Berita Terkait

Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Minta SBA Pastikan Pasokan Semen Tetap Stabil
Panglima Milenial Aceh Apresiasi Peningkatan Dana HUNTAP, Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni
Tokoh Pemuda Babahrot “Dek Gam Babahrot” Soroti Penyaluran CSR di Aceh Barat Daya: “Semua Perusahaan Wajib, Bukan Hanya LKT

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Penyaluran Dana Desa Tahap II Tuntas 100 Persen, Nagan Raya Kembali Ukir Prestasi di Aceh

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:09 WIB

RAPI Nagan Raya: Bank Aceh Cabang Jeuram Terus Hadir Memberikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Cegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:08 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Dukung Kebijakan BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Bank Aceh Syariah Perkuat Komitmen untuk Nagan Raya melalui Dividen dan Dana Zakat Rp2 Miliar Lebih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 01:01 WIB

RAPI Nagan Raya Ucapkan Selamat dan Sukses atas Pelaksanaan Muswil RAPI Kota Banda Aceh

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:29 WIB

Bupati TRK Buka MPLS Sekolah Rakyat, 330 Siswa Siap Tempuh Pendidikan Gartis Berasrama

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:46 WIB

RAPI Nagan Raya Ucapkan Selamat kepada Dr. Safrianto Zuriat Putra atas Promosi sebagai Koordinator pada JAM Pidsus Kejaksaan Agung RI

Berita Terbaru