HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Umat Islam Hadapi Krisis Iman dan Akhlak dalam Keluarga

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 22:50 WIB

50251 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Umat Islam berhadapan dengan fenomena krisis iman dan akhlak dalam keluarga. Krisis ini kian mengkhawatirkan di tengah derasnya arus kemajuan teknologi. Karena itu, diperlukan peningkatan peran keluarga dalam membentuk generasi islami.

Pimpinan Yayasan Dayah Mini Aceh, Tgk. H. Umar Rafsanjani, Lc., MA menyampaikan hal itu dalam khutbah shalat Idul Adha di Masjid Darul Hasani Miruek Taman Lambaro Angan Kabupaten Aceh Besar, 10 Dzulhijjah 1447 bertepatan dengan 27 Mei 2026.

Perkembangan teknologi saat ini tidak diiringi dengan penguatan nilai-nilai keimanan dalam rumah tangga. Ia menggambarkan, kondisi masyarakat yang mengalami paradoks, faktanya rumah semakin megah, namun keberkahan kian berkurang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, perangkat komunikasi semakin canggih, tetapi hubungan antara anak dan orang tua justru semakin renggang. “Anak-anak hari ini lebih mengenal influencer daripada ulama, dan lebih hafal lagu-lagu TikTok dibandingkan surah pendek Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi di Aceh yang dikenal sebagai negeri syariat, namun menghadapi tantangan serius dalam pendidikan generasi. Menurutnya, mulai terlihat gejala menurunnya adab di kalangan anak-anak, seperti kurangnya rasa hormat kepada orang tua, sikap melawan guru, meninggalkan shalat, hingga kecanduan game dan media sosial.

Lebih lanjut, Umar Rafsanjani menegaskan, persoalan ini tidak hanya disebabkan oleh perubahan pada anak, tetapi juga lemahnya peran orang tua. Ia menyebutkan, masih banyak orang tua yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan materi, namun mengabaikan pendidikan iman dan akhlak.

“Ada ayah yang sibuk mencari nafkah, tetapi tidak pernah mengajari anak shalat. Ada ibu yang memperhatikan penampilan anak, tetapi tidak peduli apakah anaknya bisa membaca Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia menambahkan, konflik rumah tangga yang terjadi di hadapan anak turut berdampak pada pembentukan karakter anak yang cenderung keras dan kurang memiliki ketenangan jiwa.

Umar Rafsanjani mengingatkan bahwa anak tidak hanya membutuhkan makan dan pendidikan formal, tetapi juga kasih sayang, keteladanan, perhatian, doa, serta pendidikan iman yang berkelanjutan. Ia menekankan keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak.

Momentum Idul Adha, lanjutnya, harus dijadikan sebagai ajang muhasabah diri. Nilai kurban tidak hanya sebatas menyembelih hewan, tetapi juga mengajarkan pentingnya mengorbankan ego, amarah, dan kelalaian terhadap keluarga.

“Banyak orang mampu membeli hewan kurban yang mahal, tetapi tidak sanggup meluangkan waktu untuk anak-anaknya,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat kembali menguatkan peran keluarga dengan membiasakan shalat berjamaah di rumah, menghidupkan budaya mengaji, dan menanamkan adab sejak dini.

Menurut Umar Rafsanjani, masa depan Aceh sangat bergantung pada kualitas pendidikan dalam keluarga. Ia mengingatkan, jika generasi muda semakin jauh dari Al-Qur’an, masjid, dan ulama, maka akan muncul krisis yang lebih besar di masa mendatang.

“Krisis terbesar yang kita hadapi hari ini bukan krisis ekonomi, tetapi krisis iman dan akhlak dalam keluarga,” pungkas Anggota MPU Banda Aceh. (Ridha Yunawardi)

Berita Terkait

Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Minta Polda Aceh Utamakan Pencegahan: “Sayangi Rakyat Aceh, Jangan Lagi Sakiti Mereka”
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Buntut Penyiraman Jubir PN Pati, KY Ingatkan Ancaman Perendahan Kehormatan Peradilan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan 957 Gram Ganja, Satu Pelaku Ditangkap Satu DPO

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Aparat Gabungan Gerebek Dua Kampung Narkoba di Jakarta Barat, 24 Orang Ditangkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Markas Judi Online Terbongkar di Kompleks Militer, TNI Diminta Bersih-Bersih Internal

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:43 WIB

YARA Minta Menteri Imipas Investigasi Dugaan Intervensi dan Penyalahgunaan Kewenangan di Lapas Meulaboh

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:09 WIB

Kurir 35 Kilogram Sabu Asal Sabang Ditangkap di Sumsel, Diduga Terhubung Jaringan Fredy Pratama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Tim Gabungan Polda Aceh dan Polres Nagan Raya Tindak Dugaan PETI di Beutong, Delapan Orang Diamankan

Berita Terbaru