Pemerintah Aceh Kerahkan Relawan ASN Tahap Dua, Fokus Pemulihan Sekolah di Aceh Tamiang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 00:02 WIB

50235 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh kembali memperkuat langkah penanganan pascabencana dengan mengintensifkan pengiriman relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke wilayah terdampak. Melalui rapat koordinasi yang digelar di Posko Tanggap Darurat, Kantor Gubernur Aceh, Kamis (1/1/2026), disepakati bahwa penugasan Relawan ASN Tahap Dua akan difokuskan pada pemulihan fasilitas pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, dan dihadiri para Asisten Sekda serta seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Konsolidasi ini menjadi bagian penting dalam merancang strategi rehabilitasi dampak bencana, khususnya menjelang dimulainya kembali aktivitas pendidikan di wilayah yang terdampak parah.

Dalam keterangannya, M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran ASN Pemerintah Aceh yang telah bekerja tanpa kenal lelah sejak masa tanggap darurat berlangsung. Menurutnya, semangat kolaborasi dan solidaritas yang ditunjukkan oleh para ASN selama ini telah memberi dampak signifikan dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh SKPA dan ASN yang telah bersama-sama bekerja keras selama masa tanggap darurat ini,” kata M. Nasir.

Ia menekankan bahwa prioritas utama tahap penugasan kali ini adalah percepatan pembersihan dan pemulihan sekolah. Sekda berpandangan bahwa fasilitas pendidikan harus segera dikembalikan fungsinya mengingat proses belajar-mengajar anak-anak Aceh akan segera dimulai.

“Jika sekolah-sekolah tidak segera dapat difungsikan, maka akan sangat berdampak buruk pada proses belajar mengajar yang akan segera dimulai,” ujarnya.

Penugasan Relawan ASN Tahap Dua akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Januari 2026. Setiap SKPA akan mengerahkan hingga 75 persen dari total ASN-nya untuk turun langsung ke Aceh Tamiang. Para relawan akan difokuskan pada pembersihan ruang kelas, lingkungan sekolah, dan peralatan penunjang pendidikan lainnya, termasuk meja, kursi, serta sarana sanitasi.

M. Nasir menegaskan bahwa gotong royong dan kerja kolektif masih menjadi kunci keberhasilan dalam fase pemulihan ini. Ia mendorong seluruh elemen pemerintah daerah untuk bersatu dan kembali menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana.

“Semua kita harus bahu membahu, bekerja maksimal sesuai kemampuan masing-masing, untuk bersama-sama bergerak ke Aceh Tamiang pada tahap dua ini,” tegasnya.

Penugasan ini merupakan kelanjutan dari pengiriman Relawan ASN Tahap Pertama yang telah dilaksanakan pada 29–30 Desember 2025. Saat itu, ASN dari lingkungan Pemerintah Aceh telah diterjunkan ke sejumlah daerah terdampak banjir dan tanah longsor di berbagai kabupaten. Mereka terlibat aktif dalam kegiatan pembersihan rumah warga, fasilitas umum, serta membagikan bantuan logistik di lapangan.

Langkah pelibatan ASN ini menjadi bentuk konkret komitmen Pemerintah Aceh dalam membangun kembali daerah-daerah terdampak bencana secara cepat dan terpadu. Seiring dengan menurunnya intensitas hujan, proses rehabilitasi kini memasuki tahap yang lebih teknis dengan menitikberatkan pada pemulihan fungsi pelayanan dasar, termasuk sektor pendidikan yang menjadi tumpuan masa depan anak-anak di wilayah terdampak. (*)

Berita Terkait

Aceh Jadi Hub Energi Nasional, Impor LPG Tembus USD 528 Juta dan Dorong Urgensi Hilirisasi untuk Perkuat Neraca Perdagangan Daerah
Perjuangkan Aspirasi di Senayan, Jamaluddin Idham Salurkan Puluhan Traktor dan Combine Harvester ke Aceh
Om Sur Apresiasi Antusiasme Masyarakat, Generasi Z, dan Panitia yang Dinilai Humanis serta Menjunjung Nilai-Nilai Syariat Islam di Bhayangkara Fest 2026
Hapus Stigma Menakutkan, Kapolda Aceh Sukses Ubah Kantor Polisi Jadi Rumah Aman Bagi Warga
Perkuat Ekonomi Hijau, Jamaluddin Idham Salurkan Ribuan Bibit Produktif di Nagan Raya dan Aceh Barat
6 Bulan Pascabencana, Gubernur Aceh ke Mendagri: Sawah Belum Bisa Dipakai, Sungai Harus Dibersihkan
Gubernur Aceh dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Lapangan Gas Tengkulo
Ambulans Tabrak Kerbau di Tol Sibanceh, 1 Penumpang Luka Ringan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:48 WIB

Bangkai Keadilan di Tanah Sendiri: PT LNK Masih Dibiarkan, Aparat Tak Netral, Mafia Tanah Harus Disapu Tuntas

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:26 WIB

Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Kekasih Ditangkap Polisi di Bandung Raya

Senin, 22 Juni 2026 - 00:48 WIB

DPRD Langkat Tantang PT LNK Tunjukkan HGU, Keluarga Sembiring Klaim Miliki Bukti Sah Penguasaan Lahan Sejak Lama

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:54 WIB

Empat Tersangka Penganiayaan Tiga Pekerja Migran Indonesia di Johor Ditahan Polisi Malaysia

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:43 WIB

Dikejar TNI AL di Laut, Nelayan Kurir Narkoba Ditangkap di Karimun

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:29 WIB

Prof Dr Nasomal: “Pak Kapolri, Galian Pasir Tidak Berizin Di Bintan Merusak Ekosistem Alam. Pelakunya Tidak Pernah Ditangkap. Di Mana Polisi?”

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:14 WIB

Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:03 WIB

Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Berita Terbaru