Aliansi Aceh Bergerak Gelar Aksi Peduli Bencana di Gedung DPRA

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 21:35 WIB

50446 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH |  Aliansi Aceh Bergerak akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Selasa, 30 Desember 2025. Aksi yang digelar sebagai wujud kepedulian terhadap korban banjir di sejumlah wilayah Aceh itu direncanakan diikuti sekitar seribu orang peserta dari berbagai elemen mahasiswa, pemuda, relawan, dan masyarakat sipil.

Dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan Aliansi Aceh Bergerak dan ditandatangani oleh Koordinator Aksi, Ali Hasyimi, kegiatan ini bertujuan untuk menyuarakan penderitaan warga terdampak banjir sekaligus mendorong lembaga legislatif Aceh memperkuat tekanan kepada pemerintah pusat agar menetapkan Aceh sebagai daerah bencana nasional.

Aksi direncanakan dimulai pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Titik kumpul dipusatkan di Pelataran Gedung DPRA, Jalan Teuku Nyak Arif, Banda Aceh. Bentuk aksi yang akan dilakukan yakni penyampaian pendapat di muka umum atau demonstrasi sesuai dengan ketentuan undang-undang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam surat tersebut, Aliansi menyatakan bahwa langkah aksi ini dilandasi oleh semangat moral dan tanggung jawab terhadap kondisi darurat yang sedang menimpa sebagian rakyat Aceh. Situasi banjir yang berkepanjangan di kawasan Tamiang, Aceh Timur, dan beberapa wilayah tengah dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang terdampak, kami Aliansi Aceh Bergerak melaksanakan aksi penyampaian pendapat di muka umum dengan tujuan mengangkat isu bencana banjir di Aceh serta menyampaikan tuntutan (petisi) kepada pemerintah,” bunyi pernyataan resmi dalam surat pemberitahuan aksi yang diterima pada Sabtu (28/12/2025).

Dalam pernyataannya, Aliansi Aceh Bergerak juga meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, agar jalannya aksi berlangsung tertib dan damai. Mereka menyebut aksi ini sebagai upaya demokratis untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh sekaligus bagian dari hak konstitusional warga negara.

Aliansi Aceh Bergerak menyatakan bahwa kondisi kebencanaan yang terus berlarut dan belum mendapat perhatian proporsional menjadi panggilan moral untuk turun ke jalan. Mereka juga mendesak DPRA untuk tidak hanya bersikap pasif, tetapi mengambil langkah konkret melalui jalur resmi kepada pemerintah pusat terkait percepatan penanganan bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh sebelumnya telah melaporkan kerugian akibat banjir yang melanda Aceh dalam dua bulan terakhir mencapai ratusan miliar rupiah. Ribuan warga dilaporkan mengalami kerusakan rumah, kehilangan harta benda, dan keterbatasan akses pangan serta layanan kesehatan. Sebagian wilayah masih dalam kondisi terisolasi karena akses transportasi yang rusak.

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait pengamanan aksi ini. Namun, merujuk pada pengalaman aksi serupa sebelumnya, aparat diperkirakan akan disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif, mengingat jumlah massa yang ditaksir cukup besar.

Aliansi Aceh Bergerak memastikan bahwa seluruh massa aksi telah diimbau untuk menjaga ketertiban dan tidak membawa atribut yang mengandung unsur provokatif. Fokus utama akan diarahkan pada penyampaian tuntutan melalui orasi, pembacaan petisi, dan penyerahan dokumen pendukung kepada pimpinan DPRA.

Koordinator aksi, Ali Hasyimi, mengatakan bahwa inisiatif ini lahir dari keresahan bersama atas situasi kebencanaan yang belum tertangani secara maksimal. Ia menyerukan agar kepedulian tidak hanya datang dari masyarakat, melainkan juga dari para pemangku kebijakan.

“Sudah saatnya lembaga-lembaga pemerintah melihat bencana ini sebagai persoalan kemanusiaan, bukan lagi sekadar musibah lokal,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Aceh Jadi Hub Energi Nasional, Impor LPG Tembus USD 528 Juta dan Dorong Urgensi Hilirisasi untuk Perkuat Neraca Perdagangan Daerah
Perjuangkan Aspirasi di Senayan, Jamaluddin Idham Salurkan Puluhan Traktor dan Combine Harvester ke Aceh
Om Sur Apresiasi Antusiasme Masyarakat, Generasi Z, dan Panitia yang Dinilai Humanis serta Menjunjung Nilai-Nilai Syariat Islam di Bhayangkara Fest 2026
Hapus Stigma Menakutkan, Kapolda Aceh Sukses Ubah Kantor Polisi Jadi Rumah Aman Bagi Warga
Perkuat Ekonomi Hijau, Jamaluddin Idham Salurkan Ribuan Bibit Produktif di Nagan Raya dan Aceh Barat
6 Bulan Pascabencana, Gubernur Aceh ke Mendagri: Sawah Belum Bisa Dipakai, Sungai Harus Dibersihkan
Gubernur Aceh dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Lapangan Gas Tengkulo
Ambulans Tabrak Kerbau di Tol Sibanceh, 1 Penumpang Luka Ringan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:54 WIB

Roy Suryo dan Dokter Tifa Jalani Rawat Inap di RS Polri, Kuasa Hukum Sebut Kondisi Stabil namun Perlu Pengawasan Medis

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:27 WIB

Ketua Yayasan IFSR Ditahan, Enam Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis Terseret Pengusutan Kejaksaan Agung

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:35 WIB

PT Palma Sumber Lestari di Pasangkayu: Dugaan Kejahatan Lingkungan di Balik Aroma Bisnis Sawit

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:52 WIB

Dancer DH Gracia Pertahankan Dominasi, Kembali Juarai Kelas Sprinter dan Harumkan Nama Gayo Lues

Senin, 15 Juni 2026 - 21:20 WIB

Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Malang, Bakar Ban hingga Ancam Turun dengan Massa Lebih Besar

Senin, 15 Juni 2026 - 06:25 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:36 WIB

BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:48 WIB

Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas

Berita Terbaru