Wagub Aceh Minta Pemerintah Pusat Naikkan Bantuan Rumah Layak Huni Bagi Korban Banjir Menjadi Rp98 Juta

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:21 WIB

50349 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Pemerintah Aceh meminta pemerintah pusat untuk menyesuaikan besaran bantuan rumah layak huni bagi warga terdampak banjir, khususnya yang mengalami kerusakan berat, agar dinaikkan menjadi Rp98 juta per unit. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh dalam rapat koordinasi penanganan bencana banjir di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (25/12/2025), yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto.

Wakil Gubernur menyampaikan bahwa nilai bantuan yang selama ini diberikan pemerintah pusat dinilai belum cukup untuk membangun rumah yang layak sesuai dengan standar yang telah diterapkan Pemerintah Aceh. Ia menegaskan bahwa besaran kebutuhan sebesar Rp98 juta bukan angka sembarangan, melainkan merujuk pada spesifikasi dan standar bangunan layak huni yang selama ini digunakan di Aceh, mencakup struktur tahan bencana serta kelengkapan sanitasi dan fasilitas dasar penghuni rumah. Ia berharap dengan penyesuaian nilai bantuan tersebut, pembangunan rumah bagi penyintas banjir dapat dilakukan lebih optimal dan berkelanjutan.

Selain perumahan, pemerintah provinsi juga menilai pentingnya percepatan pemulihan sektor-sektor produktif yang terdampak banjir. Wakil Gubernur menyoroti perlunya intervensi lebih cepat untuk sektor pertanian dan perikanan, yang menjadi tumpuan penghidupan sebagian besar warga Aceh. Hal ini mencakup pemulihan lahan sawah, tambak, perkebunan, serta normalisasi kawasan permukiman warga yang terendam lumpur dan terganggu sistem drainasenya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, upaya ini penting agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali pulih dengan lekas, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan yang diharapkan bisa menjadi momentum pergerakan ekonomi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada distribusi logistik semata, tetapi harus mencakup kegiatan pemulihan pascabencana yang menyeluruh dan adil.

Menko PMK Pratikno dalam tanggapannya menyatakan bahwa pemerintah pusat turut mengupayakan agar pemulihan ekonomi masyarakat terdampak banjir dapat berlangsung seiring dengan penanganan kebutuhan dasar. Ia menilai bahwa status darurat bisa saja diperpanjang, jika hasil kajian di lapangan mengonfirmasi bahwa kondisi belum memungkinkan untuk transisi ke tahap pemulihan. Pratikno juga memberi perhatian khusus pada kebutuhan masyarakat Aceh menjelang Ramadhan dan persiapan haji tahun 2026, khususnya bagi calon jemaah dari wilayah terdampak banjir. Pemerintah pusat akan melakukan koordinasi dengan lembaga pengelola haji untuk memberi pengaturan yang lebih fleksibel bagi jemaah asal Aceh agar tidak mengalami kesulitan akibat dampak bencana.

Pemerintah pusat, tegas Pratikno, juga akan memastikan pendataan diprioritaskan dan dilakukan secara akurat. Data menjadi fondasi dari seluruh program pemulihan. Ia menyebut pentingnya sinkronisasi antar-kementerian agar paket bantuan, baik dalam bentuk langsung maupun program kerja jangka menengah, benar-benar menyentuh seluruh kelompok terdampak. Dari sisi koordinasi pusat, Pratikno akan mengawal berbagai kebijakan agar tidak terjebak pada pendekatan birokratis semata.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi di Aceh dalam beberapa pekan terakhir telah berdampak luas, melibatkan setidaknya 18 kabupaten/kota. Tujuh di antaranya kini memasuki fase transisi dari masa tanggap darurat ke pemulihan. Daerah tersebut yaitu Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Subulussalam, Kota Langsa, Aceh Barat, Aceh Besar, dan Aceh Singkil. Sementara itu, 11 wilayah lainnya masih berada dalam status tanggap darurat karena kondisi infrastruktur dan aksesibilitas wilayah yang masih belum pulih.

Terkait kebutuhan hunian, BNPB telah menyiapkan dua skema utama. Pertama, bantuan biaya hidup akan diberikan kepada keluarga yang sementara tinggal bersama kerabat atau keluarga terdekat. Kedua, bagi penerima yang tidak memiliki tempat tinggal lagi karena rumah mereka hancur total, akan dibangunkan hunian sementara. Hunian ini tidak harus terpusat di satu lokasi namun bisa tersebar di lahan-lahan kosong dengan syarat memenuhi spesifikasi minimal yang telah ditentukan BNPB. Hunian tersebut harus mencakup sanitasi, air bersih, penerangan, serta akses mudah ke layanan dasar seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir dalam rapat itu turut memberikan pemaparan kondisi umum terkini serta respons pemerintah provinsi sejauh ini. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Pemerintah Aceh diarahkan untuk segera mengusulkan dana siap pakai atau DSP, yang diperuntukkan bagi akomodasi kegiatan pembersihan wilayah terdampak, perbaikan infrastruktur dasar, dan percepatan pemulangan warga ke rumah masing-masing. Ia menyampaikan bahwa sekitar 80 ribu unit rumah mengalami rusak ringan hingga sedang, dan direncanakan akan diberikan dukungan dalam bentuk bantuan uang tunai untuk mempercepat normalisasi hunian dan mengurangi jumlah pengungsi.

Upaya percepatan itu, menurutnya, menjadi perhatian strategis karena menyangkut stabilitas sosial masyarakat di tengah ancaman bencana susulan akibat cuaca ekstrem. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh tahapan akan dilakukan dengan asas transparansi dan melibatkan pengawasan lintas lembaga, termasuk aparat penegak hukum dan perwakilan masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, serta pejabat teknis dari sejumlah kementerian terkait. Koordinasi lintas sektor ini ditujukan untuk mencegah tumpang tindih kebijakan dan mempercepat kanal distribusi bantuan ke wilayah terdampak, baik di wilayah dataran tinggi maupun daerah pesisir yang hingga kini masih terisolasi sebagian akses jalannya. Pemerintah Aceh berharap, dengan perhatian pusat yang lebih besar dan kebijakan yang responsif, seluruh proses pemulihan dapat dilaksanakan secara terukur, cepat, dan tetap berpihak kepada korban bencana. [*]

Berita Terkait

Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Minta SBA Pastikan Pasokan Semen Tetap Stabil
Panglima Milenial Aceh Apresiasi Peningkatan Dana HUNTAP, Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Jagong Aceh Tengah, Puluhan Rumah dan Ruko Hangus

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Gema Bangsa Aceh Gaspol Jelang Verifikasi 2027, 21 DPD Sudah Terbentuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:26 WIB

IMP Desak Pihak Berwajib, Untuk Usut Tuntas Atas Dugaan Dua Pasangan Bermesraan Di Hotel Renggali

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Resmi Pimpin Polres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si Langsung Tancap Gas: Siap Lanjutkan Prestasi, Tegakkan Hukum, dan Perkuat Pelayanan untuk Masyarakat

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:11 WIB

Perkuat Sinergi dengan Generasi Muda, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Silaturahmi dan Temu Ramah Bersama OKP Cipayung Plus

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:08 WIB

Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Ndao: Jejak Pengabdian Bapak Jokowi di NTT Menjadikannya Tetap Istimewa di Hati Rakyat

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:52 WIB

Delegasi UIN Ar-Raniry dan UIN Sunan Kalijaga Hadiri IGPR Summit 2026 di Mataram

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:40 WIB

Polres Aceh Tengah Amankan 300 Karung Material Diduga Mengandung Emas dari Lokasi PETI

Berita Terbaru

Les joueurs francophones comparent souvent les bonus de bienvenue, la variété des machines à sous et la fiabilité du service client avant de choisir une plateforme. Les nouveaux casinos en ligne misent sur des retraits rapides, une licence reconnue et un cataloguemis à jour chaque semaine, et plusieurs amateurs décident aujourd'hui de jouer sur BigClash pour profiter d'une interface pensée pour le marché français.
Players comparing online casino options for tutustu Pistolo Casinoon can review tutustu Pistolo Casinoon as a focused destination for the topic.
Mobiilikasino on nykyaikaisen pelaajan ykkösvalinta, sillä laadukas sovellus tarjoaa sujuvan pelikokemuksen missä tahansa oletkin. Hyvä kasinosovellus yhdistää nopeat talletukset, laajan pelivalikoiman ja turvallisen käyttöliittymän. Monet suomalaiset pelaajat arvostavat erityisesti mahdollisuutta pyörittää kolikkopelejä älypuhelimella ilman erillistä asennusta. Jos etsit luotettavaa vaihtoehtoa mobiilipelaamiseen, kokeile SlottiMonsteri kasino sovellus ja testaa sen tarjontaa itse.
Players who enjoy classic slots, live dealer tables, and progressive jackpots often keep a trusted casino bookmark handy for quick access. Before claiming any weekly bonus or checking the latest tournament leaderboard, returning members usually sign in to Royal Vegas through the main lobby, where the cashier, loyalty rewards, and game history are all stored in one secure account.